Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

PENGELOLAAN HARA PADI SAWAH DALAM SISTEM PERTANIAN ORGANIK

W. Hartatik dan D. Setyorini

ABSTRAK

Untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman padi dalam sistem pertanian organik diperlukan pengelolaan hara yang tepat melalui pemberian pupuk organik dan pengelolaan bahan organik in situ. Tujuan penelitian adalah mempelajari penggunaan beberapa jenis pupuk organik yang dikombinasikan dengan kompos jerami, azolla dan hijauan Tithonia terhadap sifat kimia tanah, produksi padi dan neraca hara N, P dan K dalam sistem pertanian organik. Percobaan dilaksanakan di lahan sawah (Inceptisol) yang dikelola secara organik sejak 5 tahun terakhir dengan sumber air sawah berasal dari gunung Lawu. Tanaman Indikator adalah padi Menthik wangi. Lokasi penelitian di Desa Sukorejo, Kec. Sambirejo, Kab. Sragen. Percobaan dilaksanakan selama 2 musim tanam yaitu  MK I dan  MK II 2009. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Sebagai perlakuan beberapa jenis pupuk organik yaitu pukan ayam, kambing dan sapi yang dikombinasikan dengan azolla, kompos jerami dan hijauan Tithonia. Perlakuan – perlakuan tersebut adalah sebagai berikut: 1). Pukan kambing 5 t/ha + Azolla 500 kg/ha, 2). Pukan sapi 5 t/ha + Azolla 500 kg/ha, 3). Pukan ayam 5 t/ha + Azolla 500 kg/ha, 4). Pukan kambing 5 t/ha + Azolla 500 kg/ha + kompos jerami 1 t/ha, 5). Pukan sapi 5 t/ha + Azolla 500 kg/ha + kompos jerami 1 t/ha, 6). Pukan ayam 5 t/ha + Azolla 500 kg/ha + kompos jerami 1 t/ha, 7). Pukan kambing  5 t/ha + Azolla 500 kg/ha + hijauan Tithonia 1 t/ha 8). Pukan sapi 5 t/ha + Azolla 500 kg/ha + hijauan Tithonia 1 t/ha 9). Pukan ayam 5 t/ha + Azolla 500 kg/ha + hijauan Tithonia 1 t/ha 9). Praktek petani (pukan sapi 5 t/ha) dan 10). Kontrol lengkap. Ukuran petak percobaan 2 m x 6 m. Perlakuan pupuk organik diberikan setiap musim tanam. Pengamatan sifat kimia tanah dilakukan pada saat primordia MK I 2009. Parameter yang diamati sifat kimia tanah yaitu C-organik, N-total, kation dapat ditukar dan P tersedia ekstrak Bray I. Pengamatan agronomis yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot jerami dan gabah kering serta diamati neraca hara N, P dan K. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pukan ayam memberikan kadar hara N, P dan K yang lebih tinggi dari pukan kambing dan sapi. Hijauan Tithonia, Azolla dan kompos jerami mengandung C-organik yang cukup tinggi berturut-turut 37,7%, 37,9% dan 35,2%. Bobot gabah kering pada MK I 2009 tertinggi sebesar 7,74 t/ha pada perlakuan pukan kambing + Azolla dengan peningkatan bobot gabah kering sebesar 30% dibandingkan kontrol dan 3% dibandingkan praktek petani. Pada MK II menunjukkan bahwa bobot gabah kering tertinggi sebesar 7,70 t/ha pada perlakuan pukan sapi + Azolla, pukan sapi + Azolla + kompos jerami dan pukan ayam + Azolla + kompos jerami. Padi organik yang dipupuk pupuk organik (pukan ayam, sapi dan kambing) dosis 5 t/ha dikombinasikan dengan azolla, kompos jerami dan hijauan Tithonia masing-masing 1t/ha sudah mencukupi kebutuhan tanaman padi menthik wangi. Perhitungan neraca hara menunjukkan bahwa penambahan pupuk organik dari pukan ayam/sapi/kambing saja belum cukup memenuhi kebutuhan hara N dan K tanaman padi. Oleh karena itu perlu ditambahkan kompos jerami/ hijauan Tithonia sebagai sumber K dan azolla sebagai sumber N. Dalam pengelolaan hara tanaman padi dalam sistem pertanian organik disarankan untuk memanfaatkan sumber hara yang berasal baik dari pupuk kandang maupun pupuk hijau berupa Azolla dan hijauan Tithonia untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman padi.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor, 30 November - 1 Desember 2010. Buku II: Konservasi Lahan, Pemupukan, dan Biologii Tanah. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933