Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN FOSFAT ALAM
TERHADAP PRODUKTIVITAS LAHAN KERING ULTISOLS DI KP TAMANBOGO, LAMPUNG

Y. Soelaeman dan U. Haryati

ABSTRAK

Penggunaan pupuk kandang (pukan) dan pemupukan P perlu diintegrasikan dalam pengelolaan lahan kering masam yang berkelanjutan. Penelitian kombinasi pukan dan sumber P dilakukan di Kebun Percobaan (KP) Tamanbogo, Lampung dari tahun 2007 sampai 2009, menggunakan rancangan acak kelompok dengan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari 1). 10 t/ha pukan + 1 t/ha fosfat alam, 2). 0 t/ha pukan + 1 t/ha fosfat alam, 3). 0 t/ha pukan + 100 kg/ha SP-36, 4). 0 t/ha pukan + 100 kg/ha SP-36. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pukan + fosfat alam dan fosfat alam tanpa pukan masing-masing meningkatkan pH tanah sebesar 0,3 poin dan antara 0,2-0,25 poin dari pH tanah awal. Penggunaan SP-36 dengan dan tanpa pukan, relatif tidak merubah pH tanah awal. Penggunaan pukan + fosfat alam meningkatkan kandungan C-organik, P tersedia berturut-turut 1-1,2% dan 11,0-12,92 ppm P, sedangkan kandungan C-organik dan P tersedia pada perlakuan pukan + SP-36 berturut-turut 0,95-1,1% dan 9,97-10,92 ppm P.Nilai KTK mengalami kenaikan dari 4 cmol (+)/kg menjadi 4,56-7,3 cmol(+)/kg pada perlakuan pukan + fosfat alam dan pukan + SP-36. Penggunaan pukan + fosfat alam dan pukan + SP-36 menurunkan BD tanah sebesar 6,7-40% dari BD tanah awal sedangkan tanpa menggunakan pukan tidak menimbulkan perubahan pada BD tanah. Ruang pori total, pori air tersedia dan permeabilitas tanah meningkat lebih tinggi pada perlakuan pukan + fosfat alam dibandingkan dengan perlakuan pukan + SP-36. Residu fosfat alam dengan pukan secara nyata meningkatkan berat GKG padi gogo dari 1,661 t/ha menjadi 2,166 t/ha pada tahun ke II dan 2,210 t/ha pada tahun ke III, yaitu 10,94% lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan pukan + SP-36. Walaupun tanaman jagung dan ubi kayu tidak diperlakukan dengan sumber P, tetapi perlakuan pukan + fosfat alam yang diaplikasikan pada padi gogo meningkatkan hasil jagung, jerami jagung dan ubi kayu lebih tinggi sampai tahun ke III (3,12-4,12 t/ha pipilan kering, 2,45-3,26 t/ha GKG dan 11,20-12,60 t/ha ubi segar) dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Residu fosfat alam + pukan menunjukkan hasil biji kering kacang hijau yang nyata lebih tinggi pada tahun ke II dan III (1,08 t/ha dan 1,28 t/ha). Pengelolaan lahan kering masam dengan menggunakan 10 t/ha pukan + 100 kg/ha SP-36 memberikan keuntungan terbesar pada tahun ke I, yaitu Rp. 6.740.000/ha/tahun dengan B/C sebesar 2,03. Pada tahun ke II dan ke III, keuntungan terbesar dicapai oleh perlakuan 10 t/ha pukan + fosfat alam masing-masing sebesar Rp.15.077.350 dengan B/C sebesar 2,88 dan Rp. 19.189.000 dengan B/C sebesar 3,60.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor, 30 November - 1 Desember 2010. Buku II: Konservasi Lahan, Pemupukan, dan Biologii Tanah. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933