Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

KARAKTERISTIK KIMIA TANAH PADA PENGELOLAAN LAHAN DAN PEMUPUKAN YANG BERBEDA
DI DAERAH PERTANAMAN SAYURAN

I.A. Sipahutar, A. Kasno, dan Sukristiyonubowo

ABSTRAK

Pengelolaan lahan dimaksudkan untuk peningkatan produksi tanaman, namun sistem pengelolaan lahan di tingkat petani sangat kompleks dan beragam, hal ini menyebabkan tingkat kesuburan lahan pada setiap hamparan berbeda. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Penelitian bertujuan mempelajari karakteristik kimia tanah lahan yang ditanami sayuran. Berdasarkan intensitas penanaman, kedalaman olah tanah, pemupukan, jenis pupuk kandang, penggunaan mulsa dan kapur, diperoleh lima sistem pengelolaan lahan sayuran. Contoh tanah diambil pada setiap sistem pengelolaan lahan pada empat kedalaman : 0-25, 25-50, 50-75, dan 75-100 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik tanah antar sistem pengelolaan lahan yang diuji kecuali kadar ion NH4+. Kadar C-organik dan N-total tanah tertinggi dihasilkan pada paket sistem pengelolaan P3 yaitu masing-masing 3,75% dan 0,38%. pH tanah pada lahan yang dipupuk dengan pupuk kandang ayam lebih tinggi (5,7-6,2) dibandingkan dengan lahan yang dipupuk dengan pupuk kandang sapi (5,5-5,6). Lahan yang ditanami dua kali setahun dan dipupuk dengan pupuk kandang ayam mampu meningkatkan kadar P-tersedia, Ca dan Mg tanah serta kadar N mineral tanah.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor, 30 November - 1 Desember 2010. Buku II: Konservasi Lahan, Pemupukan, dan Biologii Tanah. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933