Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

IDENTIFIKASI DAN KARAKTERISASI LAHAN BEKAS TAMBANG TIMAH
UNTUK PENCETAKAN SAWAH BARU DI PERLANG, BANGKA TENGAH

D. Subardja, A. Kasno, Sutono, dan H. Sosiawan

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi lahan bekas tambang timah untuk perencanaan pencetakan dan pengelolaan sawah baru di daerah Perlang, Kabupaten Bangka Tengah. Penggunaan lahan berupa semak dan sebagian lahan telah direklamasi dengan tanaman Acasia mangium.  Lahan agak melandai, lereng 3-12%, permukaan tanah tidak teratur, umumnya tanah berpasir bercampur dengan bahan induk dan bahan galian,  bertekstur pasir berlempung sampai lempung liat berpasir. Pada kedalaman tanah lebih dari 40 cm lapisan memadat dengan permeabilitas sangat lambat. Kondisi ini sangat baik untuk pembuatan lapisan kedap air (tapak bajak). Pencetakan sawah dirancang berteras-teras dengan ukuran petak sawah bervariasi mengikuti kelerengan lahan. Tingkat kesuburan tanah sangat rendah, ditunjukkan oleh pH tanah sangat masam sampai masam, kadar C-organik, hara N, P, K, KTK dan kejenuhan basa sangat rendah. Kadar besi bebas dan kejenuhan Al tinggi berpotensi meracuni tanaman. Daerah Perlang memiliki zona agroklimat C-1 dan tipe hujan  A yang tergolong cukup basah. Potensi masa tanam selama 11 bulan, yaitu mulai bulan Oktober sampai dengan Agustus. Dukungan sumber air irigasi sangat berlimpah dari kolong yang terletak dekat dengan lokasi sawah. Berdasarkan iklim dan ketersediaan sumber airnya, pada  lokasi  ini dapat dikembangkan sistem usaha tani dengan pola tanam padi-padi-palawija. Awal musim tanam padi pertama dapat dimulai pada bulan Oktober, musim tanam padi kedua pada bulan Februari dan musim tanam ketiga untuk palawija pada bulan Juni. Air kolong sebagai sumber air sawah mempunyai kualitas sangat baik, dengan kadar logam berat (Pb, Cd) sangat rendah. Pada sawah yang tercetak perlu penambahan bahan tanah berliat sebanyak 1.000 ton/ha dan bahan organik (pupuk kandang) 10 ton/ha untuk media tumbuh tanaman padi. Dosis pupuk yang direkomendasikan untuk padi sawah adalah 200 kg Superphos, 100 kg KCl, dan 1000 kg dolomit. Pupuk Urea diberikan dengan bantuan BWD, pemberian Urea awal sebanyak 100 kg/ha.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor, 30 November - 1 Desember 2010. Buku I: Potensi Lahan dan Pengelolaan Lingkungan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933