Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Peningkatan Produktivitas Padi Sawah Lahan Berpasir Melalui Pertanaman Sisip Legowo

Productivity Improvement of Sandy Soil Intensively Lowland Rice by Row Inserted Planting System

Subowo, G., Yustisia, dan Fibrianty

ABSTRAK

Penelitian untuk meningkatkan indeks pertanaman padi dengan sistim tanam sisip telah dilakukan di tanah liat berpasir lahan sawah intensif di Berbah DI Yogyakarta. Hasil panen pertanaman awal/pertama lebih ditentukan oleh N, P, dan K pupuk, sedang tanaman sisip/kedua dipengaruhi oleh besarnya naungan pertanaman awal. Pada tanaman kedua (disisipkan pada 20 hari setelah tanam pertama) hanya menghasilkan ± 50% dibandingkan dengan penanaman pertama. Dari tiga varietas yang diteliti, IR-64 memiliki hasil terendah di tanam pertama, tetapi pada tanam kedua yang disisipkan menghasilkan hasil yang lebih tinggi daripada Ciherang dan Cimelati. Varietas tanaman yang lebih pendek, memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan pada sistim tanam sisip. Perbaikan jarak tanam untuk mengurangi persentase naungan kurang dari 50% adalah penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman kedua. Pemilihan jenis varietas untuk penanaman pertama dan kedua harus mempertimbangkan potensi persaingan antar tanaman terhadap sinar matahari dan hara tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tanam dari tanam kedua (sisipan) harus mempertimbangkan ketersediaan air dan potensi naungan untuk tanaman kedua.

Kata kunci : Indeks pertanaman, Sistim tanam sisip dalam baris, Tanah lempung berpasir, Jarak tanam, Hasil padi

ABSTRACT

The research to increase rice planting index by row inserted planting system was conducted in sandy-loam soil of intensively lowland rice in Berbah, Yogyakarta. Yield at the initial/first rice planting was determined by N, P, and K fertilizer application, whereas inserted/second plant was determined by percentage of shadding from initial plant. The second planting (inserted at 20 days after first planting) yielded only ±50% compared to that of the first planting. Of three rice varieties studied, IR-64 had the lowest yield at the first planting, but by inserting this variety at the second planting it produced higher yield than those of Ciherang and Cimelati. The shorter plant height varieties, have a high potential to be developed into the inserted planting system. Improvement of plant distance to reduce shadding less than 50% is important to support the second plant growth. The selection of rice varieties for the first planting and the second planting should consider the potential competition of plant from sunlight and soil nutrients. The results suggest that planting time of the second planting (insertion) should consider the availability of water and shadding potential for plant at the second planting.

Keywords : Planting index, Row inserted planting system, Sandy-loam soil, Planting distance, Rice yield

Makalah diterbitkan dalam Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Nomor 33, Juli 2011. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933