Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Formula Pembenah Tanah Diperkaya Senyawa Humat
untuk Meningkatkan Produktivitas Tanah Ultisols Taman Bogo, Lampung

Soil Conditioner Formula Enriched by Humic Substance to Enhance
Productivity of Ultisols Taman Bogo, Lampung

Ai Dariah dan N.L Nurida

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mendapatkan bahan pengkaya pembenah tanah berupa senyawa humat dari berbagai sumber, dan (2) mempelajari pengaruh senyawa humat terhadap sifat-sifat tanah dan produktivitas tanaman. Penelitian didahului dengan kegiatan ekstraksi senyawa humat dari berbagai sumber bahan organik. Percobaan untuk mempelajari pengaruh senyawa humat dilakukan di Rumah Kaca dengan menggunakan contoh tanah Ultisol Taman Bogo, Lampung Tengah. Percobaan menggunakan rancangan faktorial dengan empat ulangan, perlakuan terdiri atas Faktor I : sumber bahan organik, yaitu: kompos sampah kota/rumah tangga, kompos pukan, batubara dan gambut. Faktor II : bentuk pengkayaan, yaitu diekstrak (HLS), dan tanpa diekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam bentuk kompos, pukan dan sampah kota nyata berpengaruh lebih baik terhadap hasil biomassa. Sedangkan gambut dan batubara lebih efektif dalam meningkatkan hasil biomassa jika diberikan dalam bentuk senyawa humat (HLS). Bahan organik dengan C/N rasio tinggi dan kandungan hara rendah lebih baik jika diberikan dalam bentuk senyawa humat (HLS).

Kata kunci : Senyawa humat, Pembenah tanah, Degradasi

ABSTRACT

The objectives of this research are : (1) to find enrichment substance from various organic material to increase the effectiveness of the soil conditioner, (2) to study the effect of humic substance contained in organic matter on soil properties and crop productivity. Research preceded by humic substance extraction from various organic matter. Reseach was conducted at green house using Ultisols from Taman Bogo, Center of Lampung. The experimental design used a factorial with four replications, treatment that tested were factor I: some organic material: municipal waste compost, manure compost, coal and peat, whereas factor II: enrichment types: extracted (HLS) and no extracted. The results of the research showed that HLS (humic like substances) from peat contained the highest humic substances (humat and fulvic acid), whereas HLS from manure contained the lowest humic substance. Manure was better applied in the form of compost than HLS. Organic materials with a high C/N ratio and low nutrient content (i.e. coal, peat, municipal wastes), that was applied in HLS form did not effect plant growth and biomass production significantly.

Keywords : Humic substance, Soil conditioner, Degradation

Makalah diterbitkan dalam Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Nomor 33, Juli 2011. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933