Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

DINAMIKA pH, Fe, DAN Mn SERTA P TANAH SAWAH BUKAAN BARU BERKADAR BAHAN ORGANIK TINGGI
TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PADI

L.R. Widowati dan Sukristiyonubowo
Balai Penelitian Tanah

ABSTRAK

Penelitian pengelolaan hara tanah sawah bukaan baru telah dilakukan dengan menggunakan contoh tanah dari Pesisir Selatan, Sumatera Barat (umur satu tahun). Tanah yang baru disawahkan akan menunjukkan dinamika pH, Fe, Mn, dan PO4 yang sangat dinamis dan akan berbeda antara tanah yang berkadar bahan organik tinggi dan rendah. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka dilakukan penelitian untuk mempelajari dinamika pH, Fe, dan Mn, serta P tanah sawah bukaan baru berkadar bahan organik tinggi terhadap pertumbuhan padi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penelitian dan Uji Tanah dan rumah kaca Balai Penelitian Tanah, Bogor. Perlakuan yang diujikan sebanyak 12 perlakuan yang terdiri atas kombinasi dari takaran petani, NPK rekomendasi (½ x; x; 1½ x), kompos jerami(½x; x; 1½x), dan dolomit. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga ulangan. Bersamaan dengan penelitian dengan tanaman disiapkan pula satu set tanah yang diberi perlakuan yang sama dan diinkubasi dengan periode pengamatan yang sama. Varietas padi yang dipergunakan adalah IR-42 sesuai dengan varietas yang disukai petani setempat. Metode untuk mengukur kelarutan Fe dan Mn, serta ketersediaan PO4 adalah mensentrifusi 100 g contoh lumpur dari pot inkubasi kemudian memisahkan ekstrak jernih. Larutan jernih selanjutnya diukur kadar Fe dan Mn dengan AAS, dan PO4 dengan spektrofotometer. Hasil pengamatan dinamika pH, Fe2+, Mn2+, dan PO44 lebih tersedia dan pH tanah telah mencapai kondisi tertinggi. Takaran terbaik pupuk NPK diperoleh 0.875NPK atau sama dengan 175 kg Urea, 87,5 kg SP-36, dan 87,5 kg KCl/ha. Peningkatan jumlah anakan tertinggi dicapai pada kompos jerami sebanyak 1 ½PO atau 3 t dengan peningkatan hasil 20%. Pemberian amelioran dolomit meningkatkan jumlah anakan sebanyak 2-3% tetapi tidak nyata. tanah sawah baru berkadar bahan organik tinggi dari Pesisir Selatan Provinsi Sumetera Barat terutama terjadi pada 1-14 hari penggenangan (inkubasi). Setelah 14 hari telah dicapai sekuen termodinamika dari proses reduksi-oksidasi sehingga hara PO4 lebih tersedia dan pH tanah telah mencapai kondisi tertinggi. Takaran terbaik pupuk NPK diperoleh 0.875NPK atau sama dengan 175 kg Urea, 87,5 kg SP-36, dan 87,5 kg KCl/ha. Peningkatan jumlah anakan tertinggi dicapai pada kompos jerami sebanyak 1 ½PO atau 3 t dengan peningkatan hasil 20%. Pemberian amelioran dolomit meningkatkan jumlah anakan sebanyak 2-3% tetapi tidak nyata.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Inovasi Sumberdaya Lahan, Bogor, 24-25 Nopember 2009 Buku II: Teknologi Konservasi, Pemupukan, dan Biologi Tanah. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933