Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

PENGARUH PENGELOLAAN HARA TERHADAP SIFAT TANAH DAN HASIL PADI (Oryza sativa L.)
VARIETAS IR-42 PADA SAWAH BUKAAN BARU

Sukristiyonubowo, L.R. Widowati, Ea Kosman, dan Suwandi
Balai Penelitian Tanah, Bogor

ABSTRAK

Penelitian dilaksanakan di sawah bukaan baru yang sudah dibuka dua tahun, di Sei Gemuruh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Varietas padi yang ditanam adalah IR-42. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh pengelolaan hara terhadap sifat kimia, fisika, dan biologis tanah sawah bukaan baru dan produksi padi. Dua belas perlakuan diuji dalam penelitian ini yang mencakup T0: takaran petani, T1: takaran petani + dolomit + pupuk organik, T2: NPK takaran rekomendasi, T3: NPK takaran rekomendasi + pupuk organik, T4: ¾ NPK takaran rekomendasi + pupuk organik, T5: ½ NPK takaran rekomendasi + pupuk organik, T6: 1¼ NPK takaran rekomendasi + pupuk organik, T7: NPK takaran rekomendasi (N dan K diberikan 3x), T8: NPK takaran rekomendasi + pupuk organik + dolomit (N dan K diberikan 3x), T9: NPK takaran rekomendasi + pupuk organik + dolomit, T10: NPK takaran rekomendasi + 1½ pupuk organik dan T11: NPK takaran rekomendasi + ½ pupuk organik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Takaran rekomendasi untuk pupuk NPK adalah 250 kg urea, 200 kg SP-18 dan 100 kg KCl/ha, sementara untuk pupuk organik sebesar 2 ton kompos jerami padi/ha dan untuk dolomit sebesar 2 t/ha. Pupuk NPK diberikan dua kali, yaitu 50% saat tanam dan 50% umur 21 HST, kecuali untuk perlakuan T7 dan T8 yang diberikan 3 kali, yaitu 50% saat tanam, 25% umur 21 HST dan 25% sisanya umur 35 HST. Secara alami, kesuburan tanah alami sawah bukaan baru di lokasi Sei Gemuruh, Kabupaten Pesisir Selatan tergolong rendah dengan faktor pembatas rendahnya pH, N, P dan K, serta tingginya kadar Fe dan Mn. Pemupukan NPK (250 kg urea, 200 kg SP-18 dan 100 kg KCl/ha) + 2 ton kompos jerami padi/ha + 2 t dolomit/ha dimana pupuk N dan K diberikan dua atau tiga kali secara nyata meningkatkan produksi jerami dan gabah padi sawah bukaan baru. Lebih jauh, hasil gabah pada pupuk N dan K yang diberikan tiga kali (50% saat tanam, 25% umur 21 HST dan 25% sisanya umur 35 HST) lebih tinggi dibandingkan dengan yang diberikan dua kali ( 50% saat tanam dan sisanya 50% umur 21 HST. Kombinasi pupuk NPK (250 kg urea, 200 kg SP-18 dan 100 kg KCl/ha) dengan 2 t kompos/ha dan 2 t dolomit/ha, dimana pupuk N dan K diberikan tiga kali menunjukkan hasil gabah kering yang tertinggi, yaitu 3,4 t/ha, dengan peningkatan hasil sekitar 1,9 t/ha atau sekitar 127% jika dibandingkan dengan takaran petani.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Inovasi Sumberdaya Lahan, Bogor, 24-25 Nopember 2009 Buku II: Teknologi Konservasi, Pemupukan, dan Biologi Tanah. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933