Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

TINGKAT SALINITAS TANAH PADA LAHAN SAWAH INTENSIF DI KABUPATEN INDRAMAYU, JAWA BARAT

S. Marwanto, A. Rachman, D. Erfandi, dan I G.M. Subiksa
Balai Penelitian Tanah, Bogor

ABSTRAK

Penurunan produktivitas lahan sawah intensif yang terjadi di kawasan pantai utara (Pantura) khususnya di Kabupaten Indramayu, salah satunya disebabkan oleh masuknya air laut ke wilayah daratan (intrusi air laut). Intrusi air laut ini menyebabkan tanah mengalami akumulasi garam-garam yang didominasi oleh natrium klorida (NaCl) yang mampu menghambat pertumbuhan dan produksi tanaman padi terutama di lahan sawah intensif. Untuk mengetahui tingkat salinitas dan distribusinya secara spasial, telah dilakukan penelitian pada bulan Januari 2009 yang berlokasi di Kecamatan Kandanghaur dan sekitarnya yang termasuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Indramayu. Penelitian dilakukan dengan cara survey lapangan untuk mengukur salinitas tanah secara langsung menggunakan alat EM38 (electromagnetic induction technique) disertai pengambilan sampel tanah di 54 titik pewakil di enam jalur transek tegak lurus dengan garis pantai. Hasil pengukuran salinitas secara langsung tersebut dikoreksi menggunakan hasil analisis laboratorium terhadap tanah pewakil. Dengan analisis statistik spasial menggunakan program Surfer 9, didapatkan hasil delineasi tingkat salinitas yang selanjutnya diolah menggunakan sistem informasi geografis ArcView 3.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi tingkat salinitas tanah dipengaruhi oleh kontur, dan jaringan hidrologi termasuk jaringan irigasi aktif. Tingkat salinitas tinggi terdistribusi di wilayah dengan kontur rendah, sebagian besar di wilayah yang berbatasan dengan pantai dan wilayah yang memiliki sungai yang berhubungan dengan laut. Di wilayah yang memiliki kontur tinggi dan jaringan irigasi aktif yang rapat, tingkat salinitasnya relatif rendah. Penanganan masalah salinitas di lokasi penelitian ini dapat dilakukan dengan pengelolaan jaringan irigasi yang baik, selain perlakuan kimiawi dan pemilihan varietas tahan kondisi salin.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Inovasi Sumberdaya Lahan, Bogor, 24-25 Nopember 2009 Buku II: Teknologi Konservasi, Pemupukan, dan Biologi Tanah. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933