Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

KETERSEDIAAN SILIKA (Si) PADA TANAH SAWAH DAN METODE PENETAPAN Si TERSEDIA
DI DALAM TANAH SERTA PERBANDINGAN BEBERAPA METODE EKSTRAKSINYA

Husnain
Balai Penelitian Tanah, Bogor

ABSTRAK

Rendahnya ketersediaan Silika (Si) pada tanah-tanah sawah di daerah tropis merupakan salah satu penyebab penurunan produktivitas tanaman padi. Meskipun kebutuhan Si tanaman padi jauh melebihi kebutuhannya terhadap unsur hara N, tetapi Si belum mendapat perhatian dalam perananannya sebagai unsur hara bagi tanaman. Namun demikian, telah dilaporkan gejala kekurangan Si bagi tanaman padi dengan kandungan Si tersedia berstatus rendah hingga defisien pada tanah-tanah sawah di Jawa. Terbatasnya informasi dan penelitian tentang Si pada tanah-tanah di Indonesia juga menyebabkan terbatasnya pengetahuan tentang metode analisis ketersediaan Si di dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaan Si tersedia di dalam tanah sawah. Kegiatan penelitian dilakukan dengan mengambil sampel tanah pada 29 titik pengamatan dengan perbedaan posisi topografi yang dimulai dari puncak, lereng dan bawah. Sampel tanah dianalisis kandungan Si total dengan XRF dan kandungan Si tersedia diekstrak menggunakan empat metode ekstraksi yaitu: 1) Inkubasi dengan acetic acid (Incu AA), 2) Inkubasi dengan distilled water (Incu DW), 3) Inkubasi dengan acetate buffer (Ac Buffer), 4) Ekstraksi dengan citric acid (Citric Acid), dan 5) Ekstraksi dengan distilled water (DW). Dalam makalah ini dibahas ketersediaan Si pada beberapa tanah sawah di DAS Citarum, Jawa Barat dan perbandingan metode ekstraksi penetapan Si tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kandungan Si tanah di lokasi penelitian bervariasi dari 43,72 sampai 79,84% wt. Sedangkan kandungan Si tersedia dari 203 hingga 982 mg/kg. Meskipun total kandungan Si di dalam tanah tinggi tetapi ketersediaannya sangat rendah, terutama pada penggunaan lahan untuk sawah. Hasil pengukuran kandungan Si tersedia menunjukkan bahwa nilai Si tertinggi diperoleh dengan metode inkubasi dengan acetic acid diikuti oleh acetate buffer. Metode yang lain tidak menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan untuk melihat perbandingan metode penetapan Si tersedia sehingga belum memperhitungkan kebutuhan Si tanaman.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Inovasi Sumberdaya Lahan, Bogor, 24-25 Nopember 2009 Buku II: Teknologi Konservasi, Pemupukan, dan Biologi Tanah. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933