Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

TELAAH EFEKTIVITAS PUPUK HAYATI KOMERSIAL DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN

E. Husen
Balai Penelitian Tanah, Bogor

ABSTRAK

Efektivitas suatu pupuk hayati dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sangat tergantung pada keunggulan karakter fungsional, kepadatan populasi, kecocokannya dengan tanaman inang dan daya saing inokulan dalam lingkungan tanah alami. Penelitian ini bertujuan menelaah efektivitas dua jenis pupuk hayati majemuk komersial dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung dan tomat pada tanah pot non-steril di rumah kaca. Penelitian dilakukan dengan menguji kombinasi perlakuan masing-masing pupuk hayati dengan pupuk tunggal NPK. Pupuk hayati pertama HEG berbentuk padat granul berwarna abu-abu, mengandung empat jenis bakteri dengan kepadatan sel antara 105 - 107 per g bahan pembawa, dan diujikan pada tanaman jagung. Pupuk hayati kedua BTC berbentuk cair berwarna coklat, mengandung tiga jenis bakteri dan satu jenis Actinomycetes dengan kepadatan sel antara 104 - 105 per ml bahan pembawa, dan diujikan pada tanaman tomat. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor perlakuan yang masing-masing terdiri atas tiga taraf dosis perlakuan, dan masing-masing kombinasi perlakuan diulang lima kali. Taraf dosis pupuk hayati adalah 0, 1 x dan 2 x dosis anjuran, sedangkan taraf dosis pupuk tunggal NPK adalah 0, ½ x, dan 1 x dosis anjuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pupuk hayati bersifat lambat dan baru terlihat pada fase akhir masa vegetatif. Tidak terdapat intraksi faktor perlakuan pupuk hayati dan pupuk tunggal NPK. Pupuk hayati HEG efektif meningkatkan tinggi jagung, tetapi tidak nyata meningkatkan bobot tanaman. Sebaliknya, pupuk hayati BTC tidak nyata meningkatkan tinggi tomat, tetapi efektif meningkatkan bobot tanaman. Secara umum, pupuk hayati HEG maupun BTC cukup efektif meningkatkan beberapa aspek pertumbuhan vegetatif, namun belum merepresentasikan efektivitas pupuk hayati yang sebenarnya karena lambatnya respon tanaman yang diduga terkait dengan rendahnya kepadatan populasi inokulan.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Inovasi Sumberdaya Lahan, Bogor, 24-25 Nopember 2009 Buku II: Teknologi Konservasi, Pemupukan, dan Biologi Tanah. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933