Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

UJI EFEKTIVITAS PUPUK AMAGRO-S TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI (Oryza sativa L.)
PADA TANAH SAWAH MINERAL MASAM LAMPUNG TIMUR

Y. Soelaeman, D. Setyorini, dan A. Rachman
Balai Penelitian Tanah, Bogor

ABSTRAK

Kelangkaan pupuk menjelang waktu pemupukan telah mendorong munculnya pupuk alternatif berupa pupuk organik padatan/curah yang lebih murah. Sebelum pupuk organik dilepas ke pasar, harus dinyatakan lulus dalam uji mutu di laboratorium dan uji efektivitas melalui percobaan lapang agar pupuk yang dilepas ke pasaran memiliki standar mutu yang sesuai. Penelitian efektivitas pupuk organik padat/urah Amagro-S telah dilakukan di Kebun Perobaan/KP Tamanbogo, Lampung Timur pada MH 2008. Perlakuan yang diuji adalah : 1) Kontrol, 2) Tanpa pupuk NPK + 1 takaran Amagro-S, 3) Pupuk NPK Standar (250 kg/ha Urea + 100 kg/ha SP-36 + 100 kg/ha KCl) + tanpa Amagro-S, 4) Pupuk PK standar (100 kg/ha SP-36 + 100 kg/ha KCl) + ½ takaran Amagro-S, 5) Pupuk PK Standar + ¾ takaran Amagro-S, 6) Pupuk PK Standar + 1 takaran Amagro-S, 7) Pupuk PK standar + 1¼ takaran Amagro-S, dan 8) Pupuk PK standar + 1 ½ takaran Amagro-S. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk Amagro-S memenuhi syarat-syarat mutu yang telah ditetapkan sebagai pupuk organik padat. Pemupukan Amagro-S dengan takaran 2.000-6.000 kg/ha disertai dengan P dan K pada takaran standar memberikan tinggi tanaman, jumlah anakan, berat 1.000 butir dan berat gabah kering panen (GKP) yang tidak berbeda nyata bahkan secara nominal lebih baik dibandingkan dengan takaran pemupukan N,P dan K standar. Hasil Gabah Kering Panen/GKP tertinggi (5,850 t/ha) dicapai oleh perlakuan 4.000 kg/ha Amagro-S disertai dengan pemupukan P dan K pada takaran standar. Pemupukan Amagro-S dari 2.000 sampai 6.000 kg/ha disertai dengan pupuk P dan K pada takaran standar dapat meningkatkan Relative Agronomic Effectiveness (RAE) antara 18,40-69,33% lebih tinggi. Sedangkan penggunaan pupuk Amagro-S dengan takaran .4.000 kg/ha tanpa disertai pupuk dengan P hanya memberikan kenaikan RAE sebesar 3,99%. Pupuk organik padat/curah Amagro-S dapat digunakan untuk padi sawah, tetapi perlu dilakukan monitoring sifat-sifat tanah pada penggunaan pupuk Amagro-S jangka panjang.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Inovasi Sumberdaya Lahan, Bogor, 24-25 Nopember 2009 Buku II: Teknologi Konservasi, Pemupukan, dan Biologi Tanah. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933