Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Analisis Finansial dan Keuntungan yang Hilang dari Pengurangan Emisi Karbon Dioksida
pada Perkebunan Kelapa Sawit

Herman, Fahmuddin Agus dan Irsal Las

ABSTRAK

Areal perkebunan kelapa sawit meningkat tajam dengan laju rata-rata 12,30%/tahun sejak 1980. Perluasan perkebunan kelapa sawit, terutama bila mengonversi hutan primer, berpotensi menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK). Emisi GRK akibat penggundulan hutan dapat dikurangi melalui kebijakan nasional dipadukan dengan mekanisme perdagangan karbon internasional, seperti Reducing Emissions from Deforestation and Degradation (REDD). Biaya investasi satu unit perkebunan sawit dengan luas efektif 6.000 ha dengan model PIR adalah sekitar Rp256,86 miliar pada tanah mineral dan Rp276,82 miliar pada lahan gambut. Untuk perkebunan besar, biaya investasinya Rp265,72 miliar pada tanah mineral dan Rp286,30 miliar pada lahan gambut. Bila harga minyak sawit mentah (CPO) Rp8.000/kg dan harga inti sawit Rp5.500/kg, pada suku bunga 15% perkebunan meraup keuntungan bersih Rp1.957.000/ha/tahun dengan model PIR dan Rp1.615.000/ha/tahun dengan model perkebunan besar pada lahan bertanah mineral. Apabila emisi dari perubahan penggunaan lahan hutan primer sampai satu siklus produksi perkebunan sawit pada lahan bertanah mineral adalah 41 t CO2/ha/tahun maka keuntungan yang hilang karena konservasi hutan untuk pengurangan emisi CO2 adalah US$5,19/t CO2 pada sistem PIR dan US$4,28/t CO2 pada perkebunan besar. Pada lahan gambut, keuntungan bersih menjadi Rp1.797.000/ha/ tahun dengan sistem PIR dan Rp1.468.000/ha/tahun pada perkebunan besar. Dengan perkiraan emisi pada lahan gambut rata-rata sebanyak 64 t CO2/ha/tahun maka keuntungan yang hilang berturut-turut adalah US$3,05 dan 2,49/t CO2 pada sistem PIR dan perkebunan besar. Hasil perkiraan keuntungan yang hilang dapat dijadikan acuan dasar perkiraan besaran kompensasi yang berhak diterima pemilik/penguasa hutan yang mengkonservasi hutannya.

Kata kunci: Kelapa sawit, lahan mineral, lahan gambut, keuntungan yang hilang, gas rumah kaca
Makalah diterbitkan dalam Jurnal Litbang Pertanian, 28(4) 2009.Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933