Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pengaruh Asam Oksalatâ Na+, Nh4+, Dan Fe3+ terhadap Ketersediaan K Tanah, Serapan N, P,
dan K Tanaman, Serta Produksi Jagung pada Tanah-Tanah yang Didominasi Smektit


D. Nursyamsi, K. Idris, S. Sabiham, D.A. Rachim, dan A. Sofyan

ABSTRAK

Tanah-tanah yang didominasi mineral liat smektit mempunyai prospek yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian, asal disertai dengan pengelolaan tanah dan tanaman yang tepat. Walaupun kadar K total tanah tinggi, tapi ketersediaan kalium bagi tanaman sering menjadi masalah, karena K difiksasi oleh mineral liat smektit. Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian asam oksalat, Na+, NH4+, dan Fe3+ terhadap ketersediaan K tanah, serapan N, P, dan K, serta produksi tanaman jagung (Zea mays, L.) pada tanah-tanah yang didominasi mineral liat smektit telah dilaksanakan di Laboratorium Penelitian dan Uji Tanah dan Rumah Kaca Balai Penelitian Tanah, Bogor. Percobaan menggunakan empat contoh tanah bulk yang diambil dari Bogor (Hapludalf Tipik), Cilacap (Endoaquert Kromik), Ngawi (Endoaquert Tipik), dan Blora (Haplustalf Tipik). Percobaan inkubasi di laboratorium dan pot di rumah kaca menggunakan Rancangan Faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok, ulangan tiga kali, dan percobaan pot menggunakan jagung varietas Pioneer 21 sebagai tanaman indikator. Faktor pertama adalah takaran asam oksalat, yaitu: 0, 1.000, 2.000, dan 4.000 ppm, sedangkan faktor kedua adalah penambahan kation, yaitu: tanpa kation, Na+, NH4+, dan Fe3+ masing-masing dari NaCl, NH4Cl, dan FeCl3 dengan takaran 50% jerapan maksimum. Takaran Fe3+ 50% jerapan maksimum menyebabkan tanaman mati sehingga percobaan diulang di musim berikutnya dengan takaran Fe3+: 0, 125, 250, 375, dan 500 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam oksalat, Na+, NH4+, dan Fe3+ nyata meningkatkan K tersedia baik di Alfisols maupun Vertisols, dimana pengaruhnya di Vertisols lebih tinggi dibandingkan Alfisols. Tingkat kekuatan perlakuan dalam melepaskan K dari bentuk tidak tersedia menjadi tersedia adalah Fe3+ > NH4+ > Na+ > asam oksalat. Asam oksalat nyata meningkatkan serapan N, P dan K tanaman di Vertisols, sedangkan Fe3+ takaran 125 ppm nyata meningkatkan serapan K tanaman di Alfisols serta N, P, dan K tanaman di Vertisols. Asam oksalat nyata meningkatkan bobot brangkasan kering jagung umur 4 minggu setelah tanam (MST) pada Hapludalf Tipik dan Endoaquert Tipik, sedangkan Fe3+ takaran 125 ppm nyata meningkatkan hasil brangkasan kering pada Endoaquert Kromik dan Endoaquert Tipik.


Kata kunci : Asam oksalat, Na+, NH4+, Fe3+, K tersedia, Jagung, Tanah yang didominasi smektit.
Makalah diterbitkan dalam Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Nomor 28, Desember 2008. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian.

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933