Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Kelarutan Fosfat Alam dan SP-36 dalam Gambut
Yang Diberi Bahan Amelioran Tanah Mineral

W. Hartatik dan K. Idris

ABSTRAK

Pemupukan fosfat alam pada gambut mempunyai prospek yang baik karena mudah larut dalam kondisi masam. Namun penelitian penggunaan fosfat alam pada tanah gambut, masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari kelarutan fosfat alam dan SP-36 dalam gambut yang diberi bahan amelioran tanah mineral. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Balai Penelitian Tanah Bogor. Penelitian terdiri atas dua kegiatan: 1) Kelarutan fosfat alam pada gambut. Bahan tanah gambut oligotropik dari Air Sugihan, Sumatera Selatan setara 100 g bobot kering oven 105oC diinkubasi selama 12 minggu dengan fosfat alam dari Maroko, Christmas, dan Ciamis. Perlakuan berupa 11 tingkat takaran fosfat alam, yaitu 0, 10, 20, 30, 40, 50, 60, 75, 100, 125, dan 150 ppm P. Analisis P larut dengan metode biru molibdat dilaksanakan pada 2, 4, 8 dan 12 minggu setelah inkubasi. Kegiatan 2) Pemberian beberapa jenis fosfat alam atau SP-36 pada tanah gambut yang diberi bahan ameliorant tanah mineral. Takaran P yang dicoba sebanyak 4 taraf (25, 50, 75, dan 100% erapan P) ditambah perlakuan kontrol parsial dan kontrol lengkap, diulang dua kali. Bahan tanah gambut yang digunakan setara 200 g bobot kering oven 105oC kemudian diberi bahan amelioran tanah mineral dengan takaran 7,5% erapan maksimum Fe, diinkubasi 12 minggu. P larut diukur dengan metode biru molibdat pada 1, 2, 4, 6, 8, 10, dan 12 minggu. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dalam gambut, kelarutan fosfat alam Maroko lebih tinggi dari fosfat alam Ciamis, sementara kelarutan yang terendah ditunjukkan oleh fosfat alam Christmas. Kelarutan sumber P dalam tanah gambut yang telah diberi perlakuan bahan amelioran tanah mineral memberikan hasil yang sejalan dengan kelarutan fosfat alam dalam gambut, yaitu: SP-36 > fosfat alam Maroko > fosfat alam Ciamis > fosfat alam Christmas. Kelarutan P meningkat sampai minggu ke-8 dan selanjutnya menurun. Konsentrasi P larut akibat perlakuan pemberian fosfat alam atau SP-36 pada pengamatan 12 minggu setelah inkubasi berkisar 15,7-34,2 ppm P. Fosfat alam yang mempunyai reaktivitas tinggi memberikan kelarutan yang cukuptinggi dalam gambut, sehingga dapat digunakan sebagai sumber P pada tanah gambut.

Kata kunci : Gambut, Ameliorasi, Pemupukan P, Kelarutan P.
Makalah diterbitkan dalam Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Nomor 27, Desember 2008. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933