Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pengaruh Pemberian Bahan Organik dan Pemupukan Fosfat pada Teknik Budidaya Ubikayu
terhadap Sifat Kimia dan Aktivitas Dehydrogenase Lahan Kering Masam Ultisols Lampung

J. Purwani, J. Purnomo, dan R. Saraswati

ABSTRAK

Lahan kering masam merupakan salah satu ekosistem sumberdaya lahan yang mempunyai potensi besar dan memiliki nilai strategis dalam kerangka mendukung pembangunan pertanian, baik tanaman pangan, hortikultura, maupun perkebunan. Program pembangunan untuk menanggulangi kekahatan P pada tanah mineral masam untuk jangka panjang sering digunakan fosfat alam (FA), FA mempunyai efektivitas yang hampir sama dengan SP-36 maupun TSP, bahkan mempunyai efek residu yang lebih baik dari TSP atau SP-36. Harga setiap kilogram P2O5 lebih murah, menghemat tenaga kerja karena FA dapat diberikan sekaligus dalam takaran tinggi, sehingga tidak harus diberikan setiap musim tanam. Pemberian bahan organik dalam mengelola lahan kering masam merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pengelolaan lahan kering masam dan meningkatkan kadar bahan organik tanah. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan pengembangan teknologi untuk mengatasi kendala kesuburan tanah melalui pemupukan, pemberian bahan organik dan pengelolaan tanaman yaitu dengan mengembangkan pola tanam tumpangsari (multiple cropping) ubi kayu dengan tanaman pangan lain. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanah di Tamanbogo-Lampung dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 Ulangan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan organik dan pemupukan fosfat terhadap produksi tanaman dalam pola tumpangsari, sifat kimia dan tanah aktivitas mikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi ubikayu pola tanaman tunggal pada perlakuan pukan 5t/ha+ Stylo+MTM+BkT menunjukkan hasil ubikayu yang paling tinggi yaitu sebesar 46,5 t/ha. Pertanaman secara tumpangsari meningkatkan aktivitas mikroba tanah, pemberian Biokompos Tithonia sp menurunkan hasil kacang tunggak dari 62 kg/ha menjadi 22 kg/ha. Sebaliknya hasil ubi kayu pola tumpangsari meningkat dengan adanya biokompos Tithonia sp, tertinggi dicapai pada perlakuan pukan 5t/ha+Stylosanthes sp+MTM+Biokompos Tithonia sp yaitu sebesar 20,3 t/ha.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian. Buku II: Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan. Bogor, 18-20 November 2008. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933