Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Interaksi Pemberian Kapur pada Pemupukan Urea Terhadap Kadar N Tanah
dan Serapan N Tanaman Jagung (Zea mays. L)

Ibrahim A.S dan A. Kasno

ABSTRAK

Penurunan produksi, ketidak seimbangan hara didalam tanah dan tercemarnya lingkungan pertanian merupakan alasan mengapa penelitian yang berjudul “Interaksi Pemberian Kapur pada Pemupukan Urea Terhadap Perubahan Kadar N Tanah dan Serapan N Tanaman jagung”, perlu dilakukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan urea dan penambahan kapur terhadap pertumbuhan tanaman, pH tanah dan dinamika   N mineral (N-NH4+ dan N-NO3-) pada tanah Andisol. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium mini N-Balance Salatiga dan rumah kaca menggunakan contoh tanah Typic Hapludans dari Kopeng Kabupaten Semarang dan Thaptic Endoaquands dari Punthuk Rejo Kabupaten Karang Anyar. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (Randomized Complete Design) factorial dengan 2 faktor. Lima taraf pemberian urea masing-masing 0 kg/ha, 125 kg/ha, 250 kg/ha, 375 kg/ha dan 500 kg/ha dan taraf penambahan kapur (tanpa dikapur dan diberi kapur sesuai dengan hasil analisis tanah pada masing-masing contoh tanah). Parameter yang di ukur meliputi: Tinggi tanaman, bobot kering tanaman, serapan N , pH tanah, kadar N-NH4+ dan N-NO3-. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kapur yang ditambahkan untuk mencapai pH tanah optimum (6,5) adalah 17,01 ku/ha (Kopeng) dan 12,60 ku/ha (Karang Anyar). Takaran urea nyata berpengaruh terhadap tinggi tanaman,bobot kering tanaman dan serapan N tanaman. Serapan N tertinggi diperoleh pada perlakuan (500 kg/ha urea tanpa kapur) yaitu sebesar 80,50 mg tan-1 (Kopeng) dan 37,15 mg tan-1 (Karang Anyar). Takaran urea sebesar 500 kg/ha menghasilkan kadar N-NH4+ tertinggi untuk kedua jenis tanah, masing-masing 35,45 mg/kg (Kopeng) dan 60,46 mg/kg (Karang Anyar) sedangkan hasil terendah didapatkan pada perlakuan takaran urea 250 kg/ha tanpa dikapur 6,94 mg/kg (Kopeng) dan 8,09 mg/kg (kontrol) untuk Karang Anyar. Sedangkan N-NO3- tertinggi dihasilkan pada tanah yang dipupuk urea dengan takaran 375 kg/ha yaitu 9,45 mg/kg (Kopeng) dan 9,14 mg/kg (Karang Anyar), terendah pada perlakuan kontrol 3,53 mg/kg (Kopeng) dan 2,12 mg/kg (Karang Anyar). Peningkatan pH tanah berdampak pada penurunan kadar N-NO3- dalam tanah dan kadar N-NO3- itu sendiri ternyata berpengaruh terhadap jumlah serapan N tanaman.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian. Buku II: Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan. Bogor, 18-20 November 2008. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933