Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Teknologi Konservasi Tanah dan Air Untuk Usahatani Berbasis Tanaman Hias di Lahan Kering

U. Haryati, W Hartatik, dan A. Rachman

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan salah satu kegiatan dari identifikasi dan evaluasi potensi sumberdaya lahan dalam rangka mendukung program rintisan dan akselerasi pemasyarakatan inovasi teknologi pertanian (Prima Tani). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknik konservasi tanah dan air yang spesifik yang dapat direkomendasikan dan berpeluang untuk dikembangkan dalam mendukung kegiatan usahatani berbasis tanaman hias yang telah berjalan di lokasi setempat dan lokasi yang mempunyai tipe agroekosistem serupa. Penelitian dilaksanakan di Desa Meruya Selatan dan Desa Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat pada bulan Mei 2007. Penelitian dilaksanakan melalui metode survei. Survei dilakukan melalui 2 tahap, yaitu : 1) Survei lapangan untuk mengetahui kondisi agroekosistem setempat khususnya yang berkaitan dengan teknik konservasi tanah dan air, 2) Wawancara semistruktural, untuk menggali peluang dan kendala penerapan teknik konservasi tanah dan air dengan menggunakan pertanyaan kunci (key question). Hasil penelitian menunjukan bahwa tipe penggunaan lahan yang dominan adalah pengusahaan tanaman hias yang bernilai ekonomi tinggi, yang umumnya terletak di sekitar pekarangan, dengan luas lahan garapan bervariasi dan berkisar dari 0,05 ha sampai 0,50 ha. Status pemilikan lahan umumnya milik sendiri, namun ada juga yang sewa/HGU. Pada umumnya areal lahan kering di daerah ini mempunyai kemiringan yang tidak begitu curam berkisar dari 3 – 8 % (rata-rata 5 %), terutama pada tipe penggunaan lahan yang diusahakan untuk tanaman hias yang bernilai ekonomi tinggi yang letaknya di pekarangan. Namun untuk yang letaknya agak jauh dari rumah, kemiringannya cukup tinggi + 8 - 12 % dengan jenis tanaman hias yang lebih bervariasi dan umumnya tanamannya lebih tinggi misalnya kenanga, palm, kemboja lokal, dan lain-lain. Pada lahan yang relatif datar dengan kemiringan < 5 % umumnya erosi aktual yang terjadi adalah erosi lembar. Keadaan ini umum ditemui pada lahan yang masih terbuka. Teknik konservasi tanah dan air yang direkomendasikan berupa: a) penanaman rumput/legume cover crops pada daerah yang terbuka, b) pembuatan para-para dan perbaikan embung atau kolam-kolam penampungan air, c). perbaikan letak dan arah bedengan tanaman serta d) perbaikan dan penyempurnaan kelengkapan teras bangku. Teknologi yang direkomendasikan mempunyai peluang untuk dikembangkan dengan beberapa kendala penerapan diantaranya adalah : keterbatasan pengetahuan petani, keterbatasan luas lahan, modal, dan kelangkaan tenaga kerj. Alternatif pemecahan masalah masing – masing adalah : training/penyuluhan, usahatani dengan komoditas bernilai ekonomi tinggi dan atau pertanian vertikal, revolving fund/subsidi dan gotong royong serta mendatangkan tenaga kerja dari daerah lain.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian. Buku II: Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan. Bogor, 18-20 November 2008. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933