Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Teknologi Pemupukan dan Konservasi Lahan Untuk Pengembangan Pertanian
di Sebagian Wlayah Perbatasan Kalimantan Barat

M.T. Sutriadi, Haryono, dan Suparto

ABSTRAK

Untuk melaksanakan pembangunan sektor pertanian yang terarah agar dapat dicapai hasil optimal, diperlukan data dan informasi potensi sumberdaya lahan yang rinci diperoleh dari kegiatan pemetaan dan evaluasi lahan. Evaluasi Potensi Sumberdaya Lahan Untuk Pengembangan Pertanian di sebagian Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat, dengan luas sekitar 173.033 ha, termasuk dalam 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Entikong, Sekayam, sebagian Kecamatan Beduai, dan Noyan Kabupaten Sanggau; dan sebagian Kecamatan Ketungau Hulu, Kab. Sintang. Penelitian bertujuan menyusun rekomendasi pemupukan komoditas tersebut dan teknologi konservasi lahan pada satuan lahan. Pengamatan tanah dilakukan dari lapisan 0-20 cm dan 20-40 cm pada setiap satuan lahan. Rekomendasi pemupukan ditetapkan berdasarkan uji tanah dan rekomendasi teknologi konservasi tanah berdasarkan kemiringan lereng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian mempunyai curah hujan cukup tinggi dengan bulan basah 10-11 bulan, hampir merata sepanjang tahun, sehingga hampir tidak mempunyai masalah kebutuhan air untuk pengembangan pertanian tanaman pangan, perkebunan dan perikanan. Tanah-tanah di daerah penelitian diklasifikasikan kedalam tiga ordo yaitu: Inceptisols, Ultisols dan sedikit Spodosols. Status hara tanah daerah penelitian menunjukkan tingkat kesuburan tanah rendah-sedang. Hal ini dapat dilihat dari status hara N, P, K, dan KTK tanah, sangat rendah sampai sedang, serta kation (Ca dan Mg) tergolong sangat rendah. Pemupukan didasarkan pada status hara tanah. Pemberian bahan organik ditujukan untuk perbaikan fisika-kimia tanah, dan pengapuran diberikan berdasarkan status kejenuhan Al. Selain itu, untuk tanaman perkebunan/tahuanan juga dipertimbangkan umur tanaman. Untuk meningkatkan kesuburan fisik, kimia, dan biologi tanah, maka pengelolaan kesuburan tanah harus dilakukan secara terpadu, dikombinasikan dengan pemupukan organik, dan pengapuran pada lahan kering. Komoditas tanaman yang rekomendasikan untuk dikembangkan di wilayah perbatasan adalah tanaman semusim, yaitu padi sawah, padi gogo, jagung, dan tanaman tahunan/perkebunan, adalah kakao, karet, kelapa sawit, dan lada. Telah disusun takaran pemupukan komoditas tersebut, di daerah penelitian, didasarkan pada status hara tanah, yaitu untuk untuk padi sawah 250 kg urea, 100 kg SP-36, dan 100 kg KCl per ha pada status hara tanah (N, P, dan K) rendah dan 200 kg urea, 75 kg SP-36 dan 50 kg KCl per ha pada status hara (N, P, dan K) sedang. Untuk tanaman padi gogo dan jagung, 300 kg urea, 250 kg SP-36, dan 150 kg KCl per ha pada status hara rendah dan 200 kg urea, 175 kg SP-36, dan 100 kg KCl per ha pada status hara sedang. Untuk tanaman kakao, 310-610 g urea, 260-520 g SP-36, dan 350-700 g KCl per pohon per tahun. Untuk tanaman karet, 65-90 g urea, 40-65 g SP-36, dan 25-75 g KCl, serta 15-25 g Kieserit per pohon per aplikasi. Untuk kelapa sawit, 0,9-2,2 kg urea, 1,4-2,0 kg SP-36, dan 1,0-2,5 kg KCl, serta 0,6-1,5 kg kieserit per pohon per aplikasi. Untuk lada, 50-600 g urea, 25-600 g SP-36, dan 25-600 g KCl, serta 50-200 g kieserit per pohon per aplikasi. Pada tanaman padi gogo dan jagung dilakukan pengapuran 1 dan 2 t/ha masing-masing pada status kejenuhan Al sedang dan tinggi. Sedangkan takaran kapur untuk tanaman kacang-cangan 1, 2, dan 4 t/ha masing-masing pada status kejenuhan Al rendah, sedang, dan tinggi. Takaran bahan organik tanah yaitu 2 dan 3 t/ha untuk tanaman padi gogo, jagung, dan kacang-kacangan pada status hara rendah dan sedang. Teknik konservasi tanah yang direkomendasikan adalah teras bangku pada kemiringan lereng > 8%, dan teras gulud permanen pada kemiringan lereng 5-8%. Pada teras bangku dan gulud dilengkapi tanaman penguat teras.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian. Buku II: Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan. Bogor, 18-20 November 2008. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933