Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Perencanaan Teknik Konservasi Tanah secara Kuantitatif Untuk Peningkatan Produktivitas Kakao (Theobroma cacao L.)
di Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat

S. Marwanto, A. Dariah, D. Subardja

ABSTRAK

Perencanaan teknik konservasi tanah sangat diperlukan dalam budidaya pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan, keberlanjutan usaha dan mempertahankan kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektifitas teknik konservasi tanah berdasarkan kuantifikasi nilai erosi dan ambang batas erosi yang masih diperbolehkan. Faktor pembatas erosi pada penyusunan peta kesesuaian lahan aktual ditentukan berdasarkan kemiringan lereng. Dalam penelitian ini kuantitas erosi ditentukan per SPT dengan formula USLE (Universal Soil Loss Equotion). Dengan penambahan parameter TSL (Tolerable Soil Loss), maka perencanaan teknik konservasi tanah dapat dilakukan berdasarkan hasil IBE (Indeks Bahaya Erosi). Pada penelitian kesesuaian lahan untuk komoditas kakao (Theobroma cacao L.) di Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada bulan Juli-November 2007 diketahui bahwa SPT yang memiliki IBE>1 (erosi sudah melebihi ambang batas yang diperbolehkan) tidak selalu ditentukan oleh faktor pembatas lereng. Hal ini terjadi karena penggunaan metode IBE selain menggunakan parameter kehilangan tanah dan kemiringan lereng, juga dilengkapi dengan parameter sumberdaya lahan lainnya yakni curah hujan, karakteristik tanah, vegetasi dan pengelolaan lahan. Perencanaan teknik konservasi tanah ditentukan dengan mengubah faktor pengelolaan lahan (P) pada formula USLE sehingga diperoleh hasil IBE<1. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknik konservasi tanah P5 (strip rumput permanen, baik, rapat), mampu menekan erosi dengan baik di 303 SPT dengan tanaman monokultur kakao. Disusul kemudian oleh P7 (teras bangku) dan P8 (teras gulud).  Teknik konservasi tanah P5 mampu menekan erosi hingga di bawah batas yang diperbolehkan di wilayah seluas 56.244 ha. Disusul kemudian oleh P7 yang mampu menekan erosi di wilayah seluas 40.466 ha dan P8 dengan luas 39.398 ha. Perencanaan secara kuantitatif ini sangat membantu dalam membatasi pilihan teknik konservasi tanah. Perencanaan selanjutnya harus memperhatikan kondisi biofisik  lahan secara lebih komprehensif misalnya ketersediaan SDM, bahan baku, daya dukung lahan dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian. Buku II: Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan. Bogor, 18-20 November 2008. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933