Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Pengaruh Pupuk Organik Terhadap Sifat Kimia Tanah dan Produksi Tanaman Padi Sawah Organik

W. Hartatik dan D. Setyorini

ABSTRAK

Untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman padi dalam sistem pertanian organik diperlukan pengelolaan hara yang tepat melalui pemberian pupuk organik dan pengelolaan bahan organik in situ. Tujuan penelitian untuk mempelajari penggunaan beberapa jenis pupuk organik yang dikombinasikan dengan jerami dan arang sekam terhadap perubahan sifat kimia tanah dan produksi tanaman padi dalam sistem pertanian organik. Percobaan dilaksanakan di lahan sawah yang dikelola secara organik sejak 5 tahun terakhir dengan sumber air sawah berasal dari Gunung Lawu. Tanaman Indikator adalah Mentik wangi. Lokasi penelitian di Desa Sukorejo, Kec. Sambirejo, Kab. Sragen. Percobaan dilaksanakan selama 3 musim tanam yaitu MK I. 2007, MK II. 2007 dan MH 2007/2008. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Sebagai perlakuan beberapa jenis pupuk organik yaitu pukan ayam, kambing, dan sapi yang dikombinasikan dengan jerami dan arang sekam. Perlakuan tersebut adalah sebagai berikut: 1). Pukan kambing 20 t/ha, 2). Pukan sapi 20 t/ha, 3). Pukan ayam 20 t/ha, 4). Pukan kambing 15 t/ha + jerami 5 t/ha, 5). Pukan sapi 15 t/ha + jerami 5 t/ha, 6). Pukan ayam 15 t/ha + jerami 5 t/ha, 7). Pukan kambing 10 t/ha + abu sekam 300 kg/ha, 8). Pukan sapi 10 t/ha + abu sekam 300 kg/ha, dan 9). Pukan ayam 10 t/ha + abu sekam 300 kg/ha. Ukuran petak percobaan 2 m x 6 m. Pupuk organik yang dikombinasikan dengan jerami dan arang sekam diberikan selama 2 musim tanam (MK I dan MK II 2007), sedangkan MH 2007/2008 tidak dilakukan pemupukan. Pengamatan sifat kimia tanah dilakukan pada saat awal, umur primordia MK I 2007, setelah panen pada MK II 2007 dan MH 2007/2008. Parameter yang diamati sifat kimia tanah yaitu C-organik, N-total, kation dapat ditukar dan P tersedia ekstrak Bray I. Pengamatan agronomis yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, bobot jerami dan gabah kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sifat kimia tanah selama 3 musim tanam MK I 2007, MK II 2007 dan MH 2007/2008 yaitu C-organik, P tersedia, Ca dan Mg dapat ditukar meningkat. Bobot gabah kering meningkat sampai musim tanam kedua (MK II 2007). Namun terjadi penurunan bobot gabah kering pada musim tanam ketiga (MH 2007/2008), hal ini karena pada MH 2007/2008 tidak dilakukan pemupukan kembali. Perlakuan pukan ayam 15 t/ha yang dikombinasikan dengan jerami 5 t/ha selama 3 musim tanam memberikan produksi gabah kering yang cukup tinggi berturut-turut sebesar 6,69, 6,56 dan 4,96 t/ha. Penggunaan pupuk organik takaran 10 – 15 t/ha yang dikombinasikan dengan jerami dan arang sekam mampu mencukupi kebutuhan hara tanaman padi dalam sistem pertanian organik.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian. Buku II: Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan. Bogor, 18-20 November 2008. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933