Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Keragaan Kesesuaian Lahan dan Estimasi Respon Produksi Kelapa Sawit Plasma

I G Putu Wigena, H. Siregar, dan Sudradjat

ABSTRAK

Potensi dan produksi kelapa sawit sangat ditentukan oleh tingkat kesesuaian lahan dan perilaku petani dalam mengelola perkebunan. Untuk itu, telah dilakukan penelitian keragaan kesesuaian lahan dan estimasi respon produksi kelapa sawit plasma dari bulan Januari-Desember 2007 di Kebun Kelapa sawit plasma Sei Pagar, Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Tingkat kesesuaian lahan diestimasi dengan metode Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian yang dikembangkan oleh Hardjowigeno et al dan Djaenudin et al., respon produksi diestimasi dengan metode Fungsi Produksi Nerlove. Hasil penelitian menujukkan sebanyak 75% kebun kelapa sawit Sei Pagar memiliki tingkat kesesuaian lahan S2-f (cukup sesuai, retensi hara sebagai pembatas) dengan produksi rata-rata 23,04 ton tandan buah segar/hektar/tahun. 25% memiliki tingkat kesesuaian lahan S2-f,n (cukup sesuai retensi dan ketersediaan hara sebagai pembatas) dengan produksi rata-rata 22,0 ton tandan buah segar/hektar/tahun . Luas tanam kelapa sawit respon terhadap harga tandan buah segar, kebijakan pemerintah dan teknologi pengelolaan. Peningkatan harga tandan buah segar 1 satuan meningkatkan luas tanam 0,063 satuan. Produktivitas kelapa sawit respon terhadap harga pupuk SP-36, pupuk KCl dan produktivitas tahun sebelumnya. Peningkatan harga pupuk SP-36 dan KCl sebesar 1satuan menurunkan produktivitas masing-masing sebesar 0,12 dan 0,17 satuan. Produksi kelapa sawit responsif terhadap harga tandan buah segar, harga pupuk SP-36 dan harga pupuk KCl. Peningkatan harga tandan buah segar sebesar 1% meningkatkan produksi TBS sebesar 0,62% dalam jangka pendek dan 3,49 dalam jangka panjang. Peningkatan harga pupuk SP-36 dan KCl sebesar 1% menurunkan produksi TBS masing-masing sebesar 0,13% dan 0,20% dalam jangka pendek dan sebesar 0,75% dan 1,11% dalam jangka panjang. Kondisi ini mengindikasikan peningkatan produksi lebih diutamakan melalui intensifikasi diikuti dengan ekstensifikasi mengingat perilaku respon petani dalam menambah luas lahan berlangsung lambat.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian. Buku I: Kebijakan dan Informasi Sumberdaya Lahan. Bogor, 18-20 November 2008. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933