Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Kalibrasi Nilai Uji Tanah Kalium untuk Tanaman Jagung pada Typic Hapludox Cigudeg

I G.M. Subiksa dan S. Sabiham


ABSTRAK

Kalibrasi uji tanah adalah proses untuk memberi makna dari nilai uji tanah dalam kaitannya dengan respon tanaman. Penelitian kalibrasi nilai uji tanah kalium untuk tanaman jagung dilakukan pada Typic Hapludox Cigudeg. Penelitian bertujuan untuk : 1) menetapkan batas kritis nilai uji tanah K dan, 2) membuat rekomendasi dosis pemupukan K. Penelitian dilakukan dengan rancangan split plot. Perlakuan adalah lima tingkat pemupukan K pada tiga status hara tanah sebagai petak utama. Terdapat empat metode pengekstrak yang akan dikaji untuk ditetapkan batas kritis ketersediaanya untuk tanaman jagung. Kelas ketersediaan hara K dikategorikan menjadi tiga kelas yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa batas kritis nilai uji tanah dengan empat pengekstrak masing-masing untuk kategori rendah, sedang dan tinggi adalah HCl 25% (<14, 14-29, dan >29 mg 100 g-1), NH4OAc pH 7(<84 ppm, 84-220 ppm dan >220 ppm), Morgan (<70 ppm, 70-180 ppm dan >180 ppm), dan Mechlich I (<54 ppm, 54-135 ppm, dan >135 ppm). Pemupukan K berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman jagung pada tanah dengan status hara yang rendah sampai pada perlakuan dosis 60 kg K ha-1 atau 116 kg KCl ha-1. Pemupukan K meningkatkan berat kering tanaman, baik pada status hara rendah, sedang, maupun tinggi. Pemupukan K juga meningkatkan produksi biji jagung pipilan. Tanpa pemupukan K, tanaman jagung tidak berhasil membentuk tongkol. Hal ini membuktikan bahwa K berperan sangat penting dalam aktivitas enzim dan tranlokasi hasil fotosintesis. Dengan pemupukan K, walaupun sedikit, namun tamanan berhasil membentuk tongkol dan biji. Pada tanah dengan status hara rendah, pemupukan K meningkatkan biji kering secara tajam, tetapi pada tanah dengan status sedang kurvanya lebih landai. Sedangkan pada tanah dengan status hara tinggi, pemupukan K tidak berpengaruh terhadap produksi biji pipilan. Dosis pemupukan yang direkomen-dasikan untuk tanaman jagung pada Typic Hapludox Cigudeg berstatus hara K rendah adalah 89 kg K ha-1 dan status hara sedang 53 kg K ha-1. Sedangkan pada tanah dengan status hara tinggi tidak memerlukan pemupukan K.

Kata kunci: Kalibrasi, Uji tanah, Kalium, Status hara, Pemupukan
Makalah diterbitkan pada Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Nomor 30, Desember 2009. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933