1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13

Prospek dan Tantangan Pengembangan Biofertilizer untuk Perbaikan Kesuburan Tanah
Biofertilizer Development Prospects and Challenges for Improved Soil Fertility

Subowo, Jati Purwani, dan Sri Rochayati

Abstrak.

Sebagai  negara  megabiodiversitas,  Indonesia  selayaknya  memberdayakan  sumberdaya  hayati  tanah  untuk meningkatkan efisiensi pengolahan tanah dan produksi tanaman pangan yang berkelanjutan. Pemberdayaan hayati tanah dapat dilakukan  dengan  pengkayaan  jenis  dan  populasi  organisme  tanah  melalui  aplikasi  pupuk  hayati  berupa  organisme fungsional.tunggal  ataupun  konsorsia  (majemuk).  Sejalan  dengan  kondisi  tanah  pertanian  yang  memiliki  heterogenitas  tinggi,  maka pengembangan  produksi  pupuk  hayati  hendaknya  dilakukan  secara  spesifik  lokasi  dengan  mempertimbangkan  keberadaan organisme  fungsional  native  yang  telah  tersedia  di  lapangan.  Pilihan  formulasi  konsorsia  biofertilizer  adalah  jenis  organisme fungsional yang memiliki kompatibilitas tinggi dan jenis media pembawa/carrier yang mampu menjaga nilai fungsionalnya. Selain memiliki  kemampuan  meningkatkan  ketersediaan  hara N,  P,  dan  K  mikroba  fungsional  juga  memiliki  kemampuan  dalam menyediakan  hara  mikro  yang  penting  dalam  mendukung  produksi  dalam  hal  kuantitas  maupun  kualitas.  Tantangan  dalam aplikasi pupuk hayati adalah penetapan kriteria kandungan C-organik, enzim nitrogenase, dan enzim fosfatase tanah. Penetapan ini perlu segera dilakukan sebagai acuan untuk pembuatan “soil biotest kit” agar dalam implementasinya efektif dan bernilai guna.

Kata kunci: Biofertilizer / Mikroba fungsional / Spesifik lokasi / Kesuburan tanah

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933