Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Status Sumberdaya Hayati Tanah pada Lahan Sawah Intensif
di Provinsi Jawa Barat dan Banten

The Status of Soil Biological Resources in Intensive Paddy Fields
in West Java and Banten Provinces

Subowo, Sarmah, Khamdanah, Elsanti, dan Endang Windiyati

Abstrak

Sumberdaya hayati tanah di lahan sawah intensif mengalami perubahan akibat pengolahan tanah, pemupukan anorganik dan pemberian pestisida. Perkembangan populasi fauna tanah menurun dan populasi mikroorganisme didominasi oleh mikroorganisme yang memiliki kemampuan merombak bahan organik. Dalam upaya mendukung pengembangan pertanian intensif diperlukan inventarisasi sumberdaya hayati tanah guna mempertahankan kesuburan dan kesehatan tanah sawah intensif, termasuk populasi mikroorganisme fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari status sumberdaya hayati tanah di lahan sawah intensif dan peluang pemberdayaan hayati tanah. Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari sampai dengan Juni 2014. Pengambilan contoh tanah dilakukan pada kedalaman 0-20 cm di sembilan lokasi sawah intensif yang berproduksi tinggi (>7,0 ton gabah kering panen (GKP) per ha), sedang (>4,0-7,0 t GKP.ha-1), dan rendah (<4,0 t GKP.ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanah sawah intensif hanya ditemukan fauna tanah dari kelompok Nematoda dan cacing tanah epigaesis Perionyx sp. Populasi organisme dan sifat fisik tanah tidak berpengaruh secara langsung terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah, namun aktivitas biologi dan populasi Nematoda berpengaruh nyata terhadap kandungan C-org, N, P tanah, dan Azotobacter berpengaruh terhadap kandungan C-org dan P tanah. Peran organisme tanah dalam meningkatkan ketersediaan hara sawah intensif perlu dioptimalkan dengan menjaga keseimbangan pemupukan.

Abstract

Biological resources in paddy field soil changes due to intensive tillage, organic fertilization and pesticide application. Soil fauna population can be suppressed, and microorganisms population dominated by organic matter decomposer. To maintain soil fertility and healthy intensive paddy fields, we need to inventory the soil biological resources including functional microorganism populations. This research aimed to study the status of biological resources and seeked the opportunities of their enhancement in intensive paddy fields. The study was carried out from March till June 2014. Soil samples were taken at a depth of 0-20 cm from nine locations of intensive paddy field with high production (> 7.0 tons of grain at harvest moisture condition (GKP).ha-1), moderate (> 4.0 to 7.0 tons GKP.ha-1), and low (<4.0 tons GKP.ha-1). The results showed that under intensive paddy field, only fauna Nemathode and epigaic earthworms of Perionyx, sp. were found. Populations of organisms and soil physical properties had no direct influence on the growth and production of paddy, but the biological activity and the population of Nemathodes significantly affected the content of C-org, N, P soil, while Azotobacter affected the content of soil C-org and soil P. The role of soil organisms in enhancing nutrient availability of intensive rice needs to be optimized by balanced fertilization.

(Diterbitkan pada Jurnal Tanah dan Iklim. Indonesian Soil and Climate Journal. Vol. 39 Nomor 1, Juli 2015. Hal. 33-40. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian. 2015).

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933