Simple Responsive Menu

Petunjuk Teknis

Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2015 diperkirakan sebanyak 252 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,17%, maka pada tahun 2020 akan mencapai 265 juta jiwa. Peningkatan jumlah penduduk memerlukan peningkatan jumlah kebutuhan rumah, lahan, bahan pangan, dan produk pertanian lainnya. Di lain pihak luas lahan produktif untuk pertanian semakin terbatas, perubahan iklim yang di, hasilnya tinggi, dinamis, dan tekanan lingkungan semakin besar. Untuk menjawab tantangan tersebut perlu dikembangkan teknik budidaya tanaman yang efisien hara, hasilnya tinggi, dan ramah lingkungan. Faktor yang sangat berpengaruh dalam budidaya tanaman adalah tanah sebagai media tumbuh tanaman.

Hasil produksi usaha pertanian per satuan luas sangat ditentukan oleh tingkat kesuburan tanah, semakin subur suatu tanah maka  pertumbuhan tanaman akan semakin baik. Karena, kesuburan tanah merupakan nilai kualitas kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan suatu jenis tanaman  dalam jumlah yang memadai  dan seimbang, apabila faktor-faktor pertumbuhan lainnya seperti cahaya, suhu udara, kelembaban dan fisik tanah menguntungkan.

Dalam pertumbuhannya tanaman sangat membutuhkan unsur hara  dan fungsinya dalam tanaman tidak dapat digantikan dengan unsur-unsur lain, sehingga apabila didalam tanah unsur tidak terdapat dalam jumlah yang cukup tanaman tidak dapat tumbuh dengan normal. Unsur hara bagi tanaman dapat berasal tanah, air, dan udara. Berdasarkan jumlah kebutuhannya bagi pertumbuhan tanaman, unsur hara dibagi menjadi unsur hara makro dan unsur hara mikro. Unsur hara merupakan unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah yang besar seperti C, H, N, P, K, Ca, Mg, dan S. Sedangkan unsur hara mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang sedikit antara lain, Fe, Mn, B, Mo, Cu, Zn, Cl, dan Co. Kandungan hara dalam tanah dan kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan  tanaman berbeda-beda. Sehingga jenis pupuk dan takaran pupuk yang diberikan untuk  setiap jenis tanah akan berbeda pula dan sangat tergantung pada jenis tanaman yang diusahakan.

Untuk mengetahui kebutuhan takaran pupuk dan jenis pupuk yang dibutuhkan bagi setiap jenis tanah perlu dilakukan penelitian evaluasi kesuburan tanah.  Penelitian ini dapat diperoleh dengan cara, analisis tanah dan analisis tanaman, percobaan dilapangan, dan percobaan pot di rumah kaca. Analisis tanah dan tanaman bertujuan untuk mengetahui ketersediaan hara dalam tanah dan kekurangan hara bagi pertumbuhan tanaman. Percobaan di lapangan dengan berbagai macam pupuk, jumlah takaran pupuk dan cara pemberian pupuk dengan pengamatan pertumbuhan dan hasil tanaman. Sedangkan percobaan pot dilakukan di kamar kaca dengan contoh tanah berasal dari berbagai daerah yang akan diteliti kesuburannya. Tanaman diamati pertumbuhan dan hasilnya.

Buku ini memberikan informasi bagaimana tata cara pelaksanaan penelitian kesuburan tanah,  cara pengambilan contoh tanah dan tanaman untuk analisis,  percobaan  di lapangan, dan percobaan  di rumah kaca agar diperoleh data yang teliti, tepat, akurat dilaksanakan dengan metode yang benar sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian.

Daftar Isi

TEKNIS PELAKSANAAN PENELITIAN KESUBURAN TANAH
(Imam Purwanto dan Edi Soemanti)

PELAKSANAAN PENELITIAN KESUBURAN TANAH PADA LAHAN SAWAH
(Imam Purwanto, Edi Soemantri, dan Mulyadi)

TATA CARA PELAKSANAAN PENELITIAN KESUBURAN TANAH UNTUK TANAMAN PANGAN PADA LAHAN KERING
(Rahmat Hidayat, Endang Hidayat, dan Suwandi)

PELAKSANAAN PENELITIAN KESUBURAN TANAH DI RUMAH KACA
(Jaenudin, Mindawati, dan Suwandi)

PENGAMBILAN CONTOH TANAH UNTUK PENELITIAN KESUBURAN TANAH            
(Jojon Suryono, Koko Kusuma S, dan Mulyadi)

MENGHITUNG TAKARAN PUPUK UNTUK PERCOBAAN KESUBURAN TANAH   
(Imam Purwanto, Eti Suhaeti, dan Edi Sumantri) 

ISTILAH

BAHAN BACAAN

 

Desa Guntarano, merupakan salah satu sentra produksi bawang di Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, mempunyai beberapa kendala, diantaranya adalah ketersediaan dan distribusi air serta kesuburan tanah karena tanah sangat berpasir dan sumber air terbatas. Pada tahun anggaran 2006 dan 2007 telah dilaksanakan penelitian pengembangan tentang Pengelolaan Air dan Hara Terpadu untuk Bawang Merah. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi (P4MI) Badan Litbang Pertanian dan Balai Penelitian Tanah.

Kegiatan dimulai dengan pemahaman pedesaan untuk menggali keinginan dan senjang teknologi yang dihadapi petani agar diperoleh solusi penanggulangannya. Dari permasalahan yang dihadapi disusun perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi teknologi hasil penelitian untuk dikembangkan. Kegiatan lapang dilaksanakan oleh petani kooperator di bawah pengawasan peneliti.

Penulisan buku ini bertujuan untuk mendokumentasikan perencanaan, penerapan, dan evaluasi teknologi dalam kegiatan penelitian pengembangan sehingga dapat dijadikan acuan dan referensi dalam pengembangan teknologi pengelolaan air dan hara terpadu di daerah yang mempunyai kemiripan sumberdaya lahan dengan lokasi penelitian.

Posisi lahan gambut di sektor pertanian semakin penting dan strategis, mengingat lahan-lahan subur bertanah mineral yang selama ini diandalkan untuk usahatani semakin terbatas. Kondisi ini memaksa pembangunan pertanian menggunakan lahan suboptimal, termasuk lahan gambut terdegradasi.

Di Indonesia sekitar 2,2-3,0 juta ha lahan gambut telah digunakan untuk pertanian. Di satu sisi, penggunaan lahan gambut berkontribusi terhadap pembangunan nasional, terutama di sektor pertanian. Di sisi lain, pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian berhadapan dengan isu pelestarian lingkungan, terutama dalam kaitannya dengan emisi gas rumah kaca. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian bekerjasama dengan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) menjawab berbagai tantangan yang berkaitan dengan pengelolaan lahan gambut terdegradasi secara berkelanjutan.

Buku Panduan Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi disusun berdasarkan hasil-hasil penelitian tersebut. Panduan ini diharapkan dapat menjadi acuan para praktisi dalam pengelolaan, peningkatan nilai tambah, dan menjaga kelestarian lahan gambut.

Pendahuluan

Pembentukan, Sebaran dan Kesesuaian Lahan Gambut Indonesia (Sukarman)

Karakteristik Lahan Gambut (Ai Dariah, Eni Maftu'ah, dan Maswar)

Pengelolaan Tata Air Lahan Gambut (Ai Dariah dan Siti Nurzakiah)

Model Usahatani pada Lahan Gambut (Irawan dan Eni Maftu'ah)

Penutup (Maswar)

Salah satu program revitalisasi pertanian adalah program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan Inovasi Teknologi Pertanian (PRIMA TANI). Model diseminasi teknologi ini dapat mempercepatadopsi teknologi yang dihasilkan Badan Litbang Pertanian oleh petani. Untuk itu, Balai Penelitian Tanah telah menyusun buku yang berisikan hasil-hasil penelitian tentang Peningkatan Kesuburan Tanah dan Pemupukan Berimbang.Teknologi Peningkatan Kesuburan Tanah dan Pemupukan Berimbang disajikan dalam bentuk gambar dengan harapan lebih menarik untukdibaca serta mudah dimengerti terutama oleh petani dan siapa saja yang akan menerapkan teknologi tersebut.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933