Simple Responsive Menu

Posisi lahan gambut di sektor pertanian semakin penting dan strategis, mengingat lahan-lahan subur bertanah mineral yang selama ini diandalkan untuk usahatani semakin terbatas. Kondisi ini memaksa pembangunan pertanian menggunakan lahan suboptimal, termasuk lahan gambut terdegradasi.

Di Indonesia sekitar 2,2-3,0 juta ha lahan gambut telah digunakan untuk pertanian. Di satu sisi, penggunaan lahan gambut berkontribusi terhadap pembangunan nasional, terutama di sektor pertanian. Di sisi lain, pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian berhadapan dengan isu pelestarian lingkungan, terutama dalam kaitannya dengan emisi gas rumah kaca. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian bekerjasama dengan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) menjawab berbagai tantangan yang berkaitan dengan pengelolaan lahan gambut terdegradasi secara berkelanjutan.

Buku Panduan Pengelolaan Berkelanjutan Lahan Gambut Terdegradasi disusun berdasarkan hasil-hasil penelitian tersebut. Panduan ini diharapkan dapat menjadi acuan para praktisi dalam pengelolaan, peningkatan nilai tambah, dan menjaga kelestarian lahan gambut.

Pendahuluan

Pembentukan, Sebaran dan Kesesuaian Lahan Gambut Indonesia (Sukarman)

Karakteristik Lahan Gambut (Ai Dariah, Eni Maftu'ah, dan Maswar)

Pengelolaan Tata Air Lahan Gambut (Ai Dariah dan Siti Nurzakiah)

Model Usahatani pada Lahan Gambut (Irawan dan Eni Maftu'ah)

Penutup (Maswar)

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933