Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PENGOMPOSAN DENGAN “DSAPLUS” SELULOTIK
DAN LIGNOLITIK < 5 HARI UNTUK PEMBUATAN FOLIAR BIOFERTILIZER DAN BIOSTIMULANT
YANG MAMPU MENINGKATKAN EFISIENSI PEMUPUKAN > 25%

RINGKASAN

Pengembangan dekomposer DSAplus diarahkan untuk pengomposan bahan organik yang mengandung minyak atau protein dalam sampah kota. Dalam penelitian ini dilakukan isolasi bakteri lipolitik dan proteolitik yang bersifat termofilik dengan tujuan memperoleh bakteri perombak lemak dan protein yang mampu tumbuh dan aktif selama proses pengomposan terutama pada saat fase pengomposan suhu tinggi sehingga proses pengomposan berjalan lebih cepat.

Isolasi bakteri termofilik telah dilakukan dari tiga sumber air panas dengan kondisi lingkungan yang berbeda: 1) kawah Domas Gunung Tangkuban Perahu, Lembang (suhu 90oC, pH  3), 2) Ciseeng Bogor, Jawa Barat (suhu 70oC, pH 5), 3) Sipoholon Tapanuli Utara (suhu 70oC, pH 7).  Dari ketiga lokasi sumber air panas telah diperoleh 34 isolat bakteri termofilik: 15 isolat asal Tangkuban Perahu, 9  isolat asal Ciseeng, dan 10 isolat asal Sipoholon. Isolat yang mempunyai indeks proteolitik tertinggi T8 (33,5) adalah yang berasal dari Tangkuban Perahu.  Isolat T8 mempunyai aktivitas protease tertinggi 0,77 setelah 21 jam masa inkubasi, pada pH8 bufer Clark&Lubs dengan suhu 60 oC. Isolat S5 yang berasal dari Sipoholon mempunyai indeks lipolitik tertinggi yaitu 99,0 dengan aktivitas enzym 1,14 unit/ml  setelah 24 jam masa inkubasi.

Formula DSA diperkaya dengan bakteri termofilik lipoproteolitik yang kemudian disebut DSAplus.  Untuk pembuatan formula foliar biofertilizer dan biostimulant, mula-mula dilakukan percobaan komposisi kompos: K1= jerami 100% + DSA, K2= jerami 75%  + kohew 25%  + DSA, K3=jerami 100%  + DSA plus, K4= jerami 75% + kohew 25% + DSA plus, K5= jerami 75% + kohew 25%, dan K6= jerami 100%. Pengomposan dilakukan dengan teknik pengomposan cepat (DSA-based quick composting) dengan sistem aerobik suhu tinggi (aerobic high temperature composting).  Kompos dihasilkan dalam waktu 3-5 (lima) hari dengan suhu sekitar 45-50o C dengan C/N rasio 16-22.  Kompos yang telah matang diekstrak.  Ekstrak kompos dari komposisi kompos K4 yaitu jerami 75% + kohew 25% + DSA plus diperkaya dengan bakteri diazotrof endofitik, dan mampu mendukung pertumbuhannya hingga 1,99-3,37 x 108 cfu/ml dibandingkan komposisi kompos lainnya 1,46-7,45 x 108 cfu/ml. Efektifitasnya masih dalam percobaan

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933