Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

PENGEMBANGAN PEMBENAH TANAH "BETA" DIPERKAYA SENYAWA HUMAT DARI SAMPAH KOTA
DAN BAHAN ORGANIK LAINNYA DENGAN KANDUNGAN > 10%
UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TANAH DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN > 20%
PADA MINERAL MASAM TERDEGRADASI

RINGKASAN

Beberapa pembenah tanah seperti Beta, Biochar-SP50 telah menunjukkan efektivitasnya dalam memperbaiki kualitas tanah dan produktivitas tanaman, namun masih memerlukan dosis yang relatif tinggi. Formula pembenah tanah tersebut masih perlu ditingkatkan efektivitasnya, salah satunya adalah melakukan pengkayaan dengan senyawa humat dari berbagai sumber bahan organik.  Berbagai sumber bahan organik seperti kompos atau bahan alami lainnya seperti gambut dan batubara berpotensi untuk dijadikan sumber senyawa humat.  Selian memperbaiki kualitas tanah dan produktivitas tanaman, penggunaan pembenah tanah juga diharapkan dapat mengefisienkan penggunaan pupuk.  Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menguji efektivitas pembenah tanah diperkaya senyawa humat terhadap perbaikan kualitas tanah masam terdegradasi dan produktivitas tanaman, dan (2) menguji efektivitas pembenah tanah diperkaya senyawa humat terhadap  peningkatan efisiensi pemupukan.

Penelitian terdiri dari dua kegiatan, kegitan pertama berjudul  “Efektivitas Pembenah Tanah Diperkaya Senyawa Humat Terhadap Efisiensi Pemupukan”.  Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Balai Penelitian Tanah Bogor, dengan menggunakan contoh tanah yang diambil dari lahan kering bereaksi masam telah terdegradasi berat . Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan faktorial yang diacak secara lengkap dengan 4 ulangan, perlakuan terdiri dari: Faktor I:  Penggunaan Pembenah Tanah, terdiri dari B0  =Tanpa Pembenah Tanah, B1=Pembenah Zeo, B2=Pembenah Zeo humat, B3 =  Pembenah Beta, B4=Pembenah  Beta humat, B5=Pembenah Biochar, B6=Pembenah Biochar humat.  Faktor II:  Tingkat Pemupukan NPK, terdiri dari: P1=Dosis Rekomendasi, P2=75% Dosis Rekomendasi, P3 =50% Dosis Rekomendasi, Dosis pembenah tanah yang digunakan adalah 2,5 t/ha.  Dosis rekomendasi pupuk NPK ditentukan berdasarkan hasil analisis tanah dan kebutuhan tanaman.  Tanaman indikator yang digunakan adalah Jagung.  Parameter yang diamati adalah:  Pertumbuhan dan produksi tanaman, perubahan sifat-sifat tanah (Kimia, fisik dan biologi). Kegiatan kedua berjudul “Efektivitas Pembenah Tanah Diperkaya Senyawa Humat Terhadap Peningkatan Kualitas Tanah Masam Terdegradasi dan Produktivitas Tanaman”.  Penelitian dilakukan Kebun Percobaan Taman Bogo.  Tanah di lokasi ini sudah mengalami tingkat degradasi berat.  Salah satunya ditunjukkan C-organik tanah <1% dan sifat fisik tanah relatif buruk.  Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 3 ulangan, perlakuan terdiri dari: PT0=Tanpa pembenah tanah, PT1=Zeo 2,5 t/ha, PT2=Zeo  humat 2,5 t/ha, PT3= Zeo  humat 1,5 t/ha , PT4= Beta 2,5 t/ha, PT5= Beta  humat 2,5 t/ha, PT6      =Beta humat 1,5 t/ha, PT7= Biochar 2,5 t/ha, PT8 = Biochar humat 2,5 t/ha, PT9= Biochar humat 1,5 t/ha.  Tanaman indikator yang digunakan adalah Jagung.  Dosis Pemupukan tergantung hasil analisis tanah.  Parameter yang diamati adalah :  Pertumbuhan dan produksi tanaman serta  perubahan sifat-sifat tanah (Kimia:  KTK, C-organik, N, P, K; Fisik: Penetrasi tanah, kemapuan tanah memegang air, BD; Biologi:  respirasi tanah).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pembenah tanah (dengan atau tanpa pengkayaan senyawa humat) berpengaruh nyata terhadap produksi tanaman jagung.  Berdasarkan data berat kering tongkol dan pipilan target peningkatan produksi >20% bisa tercapai.  Pembenah tanah juga nyata meningkatkan kemampuan tanah memegang air.  Pengkayaan Biohar dan Beta dengan senyawa humat berpengaruh positif terhadap kemampuan tanah memegang air.  Pada tanah yang telah mengalami degradasi berat, Perbedaan dosis pemupukan NPK berpengaruh nyata terhadap berat kering biomas, tongkol, pipilan, dan akar tanaman.  Penurunan dosis pupuk NPK sampai dengan 50% berpengaruh nyata terhadap berat kering biomas dan tongkol jagung.  Penurunan dosis sebesar 25%, menghasilkan berat kering biomas dan  tongkol yang tidak berbeda nyata dibanding perlakuan pemupukan dosis rekomendasi.  Namun demikian penurunan dosis sampai dengan 25% tersebut secara nyata menurunkan berat kering pipilan jagung.  Perlakuan pembenah tanah berpengaruh nyata terhadap beberapa parameter sifat kimia tanah, yaitu K2O (K potensial), P tersedia, dan basa-basa dapat ditukar (K,Ca, dan, Na).  Beta, Beta humat, biochar, dan bio humat rata-rata menghasilkan sifat kimia tanah yang relatif lebih baik.  Perlakuan pembenah tanah juga berpengaruh terhadap aktivitas biologi tanah.  Namun demikian pengkayaan pembenah tanah dengan senyawa humat tidak berpengaruh nyata terhadap respirasi tanah.  Penurunan dosis pupuk sampai 50% dosis rekomendasi nyata menurunkan aktivitas bilologi tanah.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933