Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

PERAKITAN DAN PENGEMBANGAN PERANGKAT UJI TANAH SAWAH SULFAT MASAM (PUTS-SM)
DAN PERANGKAT UJI CEPAT HARA TANAMAN SAWIT (PUHS)
UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PEMUPUKAN >20%

RINGKASAN

Penelitian dan Pengembangan Perangkat Uji Tanah Sawah Sulfat Masam telah dilakukan sejak tahun 2009, kemudian diperpanjang pada tahun 2010. Pada perpanjangan penelitian tahun 2010 terdiri dari dua kegiatan dengan judul: ”Penelitian dan Pengembangan Perangkat Uji Tanah Sawah Sulfat Masam dan Perangkat Uji Cepat Hara Tanaman Sawit. Perangkat Uji Tanah Sawah Sulfat Masam atau dikenal sebagai perangkat uji lahan rawa (PULR), dan perangkat uji cepat hara tanaman sawit dikenal sebagai perangkat uji hara tanaman (PUHT) Sawit.

Hasil PULR kegiatan pertama dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Hubungan status hara N yang ditetapkan dengan 1 N KCl di laboratorium dan N-test kit menunjukkan, bahwa 60 contoh dari 105 contoh atau 57% dari dari 105 contoh belum sesuai, sehingga N test kit untuk tanah sulfat masam belum dapat dikatakan baik; (2) Hubungan status hara P yang ditetapkan dengan P-HCl 25% di laboratorium dan P-test kit menunjukkan, bahwa 78 contoh dari 105 contoh atau 72% dari dari 105 contoh belum sesuai, sehingga P test kit untuk tanah sulfat masam belum dapat dikatakan baik; (3) Hubungan status hara P yang ditetapkan dengan P-Bray 2 di laboratorium dan P-test kit menunjukkan, bahwa ada 68 contoh dari 105 contoh atau 65% dari dari 105 contoh sesuai, P test kit untuk tanah sulfat masam relatif dapat dikatakan baik; (4) Hubungan status hara K yang ditetapkan dengan 1 N Ammonium Asetat pH 7,00 di laboratorium dan K-test kit menunjukkan, bahwa ada 60 contoh dari 105 contoh atau 57% dari 105 contoh belum sesuai, sehingga K test kit untuk tanah sulfat masam dapat dikatakan masih perlu disempurnakan lagi; (5) Meskipun persen kejenuhan Al-dd + H-dd yang ditetapkan dengan larutan 0,1 M KCl adalah 76% lebih tinggi dari batas kritis kejenuhan Al 60% jika ditetapkan dengan 1,0 M KCl, namun rekomendasi kapur belum dapat ditentukan, sebab belum ada percobaan kalibrasinya; (6) Rekomendasi pemupukan N, P, dan K masing-masing adalah 113 kg N/ha atau 251 kg urea/ha, 83 kg P2O5/ha atau 230 kg SP-36/ha, dan 80 kg K2O/ha atau 130 kg KCl-36/ha; (7) Hasil scoring dari percobaan kalibrasi menunjukkan ada kesesuaian 100% antara status N teskit dan kadar NH4+ di laboratorium, dan semuanya berstatus N tinggi; (8) Hasil scoring dari percobaan kalibrasi menunjukkan ada kesesuaian 100% antara status P teskit dan kadar P-HCl 25% di laboratorium, dan semuanya berstatus P tinggi; (9) Hasil scoring menunjukkan ada kesesuaian 100% antara status P teskit dan kadar P-Bray 2 di laboratorium, dan semuanya berstatus P tinggi; (10) Hasil scoring menunjukkan bahwa ada kesesuaian hampir 100% antara status K teskit dan kadar K-dd di laboratorium yang mewakili status K rendah, K sedang, dan K tinggi.

Hasil PUHT sawit kegiatan ke dua dapat disimpulan sebagai berikut: (1) Pengukuran untuk unsur hara N, P, K, dan S sudah dapat dilakukan dengan alat PUHT sawit namun masih perlu validasi; (2) Untuk unsur hara B belum dapat diukur oleh alat PUHT sawit ini sehingga masih perlu perbaikan peraksi uji ini; (3) Berdasarkan hasil analisis laboratorium kadar B dalam daun rendah atau kahat sehingga tidak terukur oleh alat PUHT sawit; (4) Untuk lebih akuratnya alat PUHT sawit ini masih diperlukan pengujian dilapang pada beberapa lokasi yang berbeda jenis tanah.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933