Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

PERCEPATAN PENGEMBANGAN INOVASI TEKNOLOGI PUPUK DAN BAHAN ORGANIK

Abstrak

Kegiatan percepatan pengembangan inovasi teknologi pupuk dan bahan organik telah dilakukan di empat agroekosistem yaitu lahan sawah irigasi, sawah bukaan baru, lahan kering masam dan lahan kering non masam. Kegiatan ini merupakan kegiatan diseminasi yang dilakukan langsung di lahan petani. Kegiatan bertujuan: (1) untuk meningkatkan keterampilan petani/penyuluh tentang teknik pembuatan pupuk organik dengan cara pengomposan dan  pengkayaannya dengan mikroba dan bahan alami serta meningkatkan pemahaman tentang prinsip pemupukan berimbang; (2) untuk verifikasi dan demonstrasi teknologi pemupukan berimbang menggunakan perpaduan pupuk an-organik, pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian; and (3) mengadakan pereaksi isi ulang PUTS/PUTK untuk mendukung kegiatan pemupukan berimbang. Kegiatan ini dilaksanakan di 5 lokasi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Sumatera Barat, dan Bali. Ruang lingkup kegiatan terdiri dari: (1) Pelatihan dan pendampingan pembuatan pupuk organik berkualitas dan penggunaan PUTS, (2) Perbanyakan pereaksi isi ulang (refill) PUTS/PUTK dan (3) Percepatan diseminasi inovasi teknologi pemupukan berimbang melalui demonstrasi plot (Demplot).

Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mengadakan: (1) pelatihan tentang: pembuatan pupuk organik yang berkualitas, pembuatan MOL, pemupukan berimbang, konservasi tanah dan penggunaan PUTS/PUTK; (2) pengadaan refill pereaksi PUTS/PUTK di laboratorium; dan (3) verifikasi dan demonstrasi plot tentang teknologi pemupukan berimbang. Perlakuan yang didemontrasikan di masing-masing lokasi demplot meliputi: cara petani dan 2 perlakuan introduksi yaitu kombinasi penerapan teknologi pemupukan berimbang unggulan dengan pupuk organik yang dirakit berdasarkan hasil penelitian skala plot. Dosis pupuk NPK berimbang ditetapkan dengan PUTS dan  BWD, dan pupuk organik dan pembenah tanah yang dipakai diperoleh dari hasil rekayasa Balittanah. Kompos yang dipakai dihasilkan dari bahan organik jerami padi dan pupuk kandang yang dikomposkan dengan dekomposer M-dec dan diperkaya dengan pupuk hayati Bionutrient. Dari kegiatan ini telah berhasil dilatih sebanyak 295 orang petani, penyuluh dan petugas dinas pertanian di lokasi demplot. Peserta latih secara umum menunjukkan pemahaman yang baik dan memberikan respon melalui diskusi interaktif. Dari sekian banyak peserta menunjukkan bahwa telah terjadi alih teknologi yang ditunjukkan oleh adanya kreativitas peserta latih untuk mempratekkan pembuatan kompos bermutu dan pembuatan MOL secara swadaya untuk keperluan kelompok sendiri maupun untuk dijual. Dalam mendukung pelaksanaan SL-PTT dan PUAP di berbagai daerah, melalui kegiatan ini dibagikan PUTS dan PUTK kepada kelompok tani dan BPTP.

Pelaksanaan demplot pemupukan berimbang telah berhasil memverifikasi inovasi teknologi pupuk dan bahan organik yang dihasilkan dari skala plot dengan hasil yang memuaskan. Hasil demplot di Ngawi dan Subang pada lahan sawah intensifikasi menunjukkan bahwa pemupukan berimbang yang takarannya ditetapkan menggunakan PUTS  yang dikombinasikan dengan aplikasi pupuk organik bermutu yang diolah insitu dari sisa panen dan diperkaya dengan bionutrient telah berhasil meningkatkan produksi gabah dengan penggunaan pupuk anorganik yang lebih rendah. Hasil demplot inovasi pupuk dan bahan organik pada lahan kering non masam di Gianyar menunjukkan bahwa kompos pukan yang diperkaya dengan bionutrient dan pupuk organik tithoganik menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan cara petani. Penggunaan pukan dan pupuk anorganik dikurangi hingga 50% tanpa mengurangi hasil, hanya dengan memperbaiiki mutu dan teknik aplikasinya agar efektif diserap tanaman. Hasil demplot pada lahan kering masam menunjukkan bahwa penambahan bahan organik bisa memperbaiki pertumbuhan tanaman jagung dan meningkatkan produksi. Pupuk organik Tithoganik dan pembenah tanah Beta menunjukkan performan yang baik dan mampu meningkatkan produksi hingga 24 – 43% jika dibandingkan dengan cara petani. Hasil demplot lahan sawah bukaan baru menunjukkan bahwa pemanfaatan jerami yang dikomposkan dengan M-dec dan pupuk kandang (pukan) mampu meningkatkan hasil masing-masing 44% dan 45%. Sementara itu pemanfaatan pupuk organik komersial Petroganik meningkatkan hasil 20 persen dibandingkan dengan cara petani.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933