Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

PENYUSUNAN BAKUMUTU TANAH DAN UJI EFEKTIVITAS  PEMBENAH TANAH (BETA)
UNTUK PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS LAHAN TERDEGRADASI (>30%)

Abstrak

Menurunnya produktivitas tanah, khususnya hasil pertanian sangat tergantung dari sifat-sifat tanahnya, baik sifat fisik, kimia, maupun biologi tanah. Namun, sifat-sifat tanah dan berapa nilai mutunya untuk mencapai produktivitas maksimal belum diketahui secara konkrit. Konsep penggunaan parameter-parameter lahan/tanah dan sifat-sifatnya dapat dijadikan dasar penentuan kemampuan lahan untuk mengetahui produktivitasnya secara optimal. Penelitian Markus Anda et al 2004 mendapatkan tekstur tanah, kadar C-organik, dan kandungan P tanah merupakan sifat-sifat tanah yang turut menentukan hasil jagung. Tanah dengan kadar C-organik 2,5% dapat mencapai separuh produksi maksimum jagung. Oleh sebab itu, sifat-sifat tanah mana dan nilai/kisaran nilai mutunya perlu diketahui agar potensi produktivitasnya dapat diketahui. Konsep ini dikenal dengan baku mutu tanah (soil quality standard). Selain itu, bila terjadi kerusakan atau degradasi lahan pertanian perlu dilakukan upaya pencegahan dan rehabilitasi lahan, serta peningkatan kualitas tanahnya. Peningkatan kualitas lahan/tanah dapat dilakukan dengan penggunaan pembenah tanah dan pemupukan. Penelitian mempunyai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Tujuan jangka pendek adalah (1) untuk mendapatkan baku mutu sifat-sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, seperti berat isi, kepadatan tanah, pori aerasi, stabilitas agregat tanah, C-organik tanah, dan respirasi (CO2) tanah Alfisols  berbahan kapur/mergel, dan (2) untuk mendapatkan pembenah tanah (Beta) yang efektif memperbaiki dan meningkatkan kualitas tanah dan hasil jagung (>30%), serta meningkatkan efisiensi pemupukan (> 20%) pada lahan pertanian terdegradasi. Dalam jangka panjang, penelitian bertujuan untuk mendapatkan baku mutu sifat-sifat tanah (Oxisols dan Alfisols) berbahan volkan dan kapur/mergel, dan pembenah tanah (Beta) yang efektif memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan produktivitas lahan pertanian terdegradasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian akan terdiri dari 2 kegiatan, yaitu (1) penetapan sifat-sifat fisik, dan kimia tanah untuk menentukan baku mutu tanah terdegradasi pada Alfisols berbahan kapur/mergel, dan (2) uji efektivitas pembenah tanah (Beta) untuk meningkatkan kualitas tanah, efisiensi pemupukan, dan produktivitas lahan terdegradasi. Ke dua kegiatan penelitian tersebut akan  dilaksanakan di lapangan. Kegiatan penelitian penyusunan bakumutu tanah akan dilakukan di Sub DAS Ciseel, kota Banjar, dan kegiatan penelitian uji efektivitas pembenah tanah di DAS Citanduy, Jawa Barat, dan di KP Taman Bogo, Lampung Timur. Keluaran yang diharapkan, dalam jangka pendek: (1)  baku mutu sifat-sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, seperti berat isi, kepadatan tanah, pori aerasi, stabilitas agregat tanah, kadar C-organik tanah, dan respirasi (CO2) tanah Alfisos berbahan kapur/mergel, dan (2) pembenah tanah (Beta) yang efektif memperbaiki dan meningkatkan kualitas tanah dan hasil jagung (>30%), serta meningkatkan efisiensi pemupukan (> 20%) pada lahan pertanian terdegradasi. Keluaran jangka panjang adalah baku mutu sifat-sifat tanah (Oxisols dan Alfisols) berbahan volkan dan kapur/mergel, dan pembenah tanah (Beta) yang efektif memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan produk-tivitas lahan pertanian terdegradasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang pada Alfisol Binangun umumnya berpengaruh nyata pada sifat-sifat kimia tanah, tinggi tanaman dan hasil jagung pada kandungan C-organik tanah mencapai 2%. Seperti pada Alfisols Binangun, pada Oxisols Cimuntur, pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap sifat-sifat tanah pada perlakuan mencapai kandungan C-organik tanah >1,5 % C, ditunjukkan oleh tinggi tanaman dan hasil jagung yang terus meningkat. Dalam kondisi kandungan C-organik tanah 2 % pada Alfisols Binangun dan 1,5% pada Oxisols Cimuntur, kenaikkan hasil jagung telah melebihi 30% dibandingkan dengan existing C-organik tanah. Baku mutu C-organik tanah pada Alfisols Binangun adalah 2,8 % C dengan hasil jagung pipilan kering maksimum 10,7 ton/ha, dan berat isi 0,85 g/cm3, pori drainase cepat 12,12 % volume, fosfor (P) 51,3 mg P2O5/100 g tanah, kalium (K) 24,6 mg K2O/100 g tanah, dan P tersedia 26,0 ppm P2O5. Sedangkan baku mutu C-organik tanah Oxisols Mekarmukti (Sub DAS Cimuntur) adalah 3,4% C dengan hasil jagung pipilan kering maksimum 11 ton/ha, berat isi tanah 0,99 g/cm3, pori drainase cepat 8,43 % volume, fosfor (P) 77,4 mg P2O5/100 g tanah dan kalium (K) 19,6 mg K20/100g tanah. Pemberian pembenah tanah Beta 1-2,5 t/ha pada tanah terdegradasi berat seperti di KP Taman Bogo Lampung, berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan jagung. Namun bila dosis pembenah tanah hanya 1 ton/ha, cenderung menurunkan pertumbuhan tanaman. Pembenah tanah Beta berpengaruh nyata terhadap pengurangan jumlah aliran permukaan, perkolasi dan eros. Pada kondisi tanah yang relatif lebih baik, pembenah tanah Beta nyata meningkatkan tinggi tanaman pada umur 2 dan 4 MST, terlebih pembenah tanah Beta yang ditambah pupuk NPK dosis rekomendasi, menunjukkan pertumbuhan jagung terbaik.  Setelah tanaman jagung berumur 6 MST, pembenah tanah Beta tidak lagi nyata berpengaruh terhadap tinggi tanaman. Namun, pertumbuhan jagung masih lebih baik dibandingkan dengan kontrol.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933