Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

PENELITIAN FORMULASI PEMBENAH TANAH BERBAHAN BAKU BIOCHAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TANAH, RETENSI AIR DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN > 25% PADA LAHAN KERING TERDEGRADASI

Abstrak

Salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas sifat tanah adalah dengan penggunaan pembenah tanah yang tepat untuk mempercepat proses rehabilitasi tanah pada lahan kering yang telah terdegradasi.  Khusus untuk daerah tropika diperlukan pembenah tanah dengan bahan baku dasar berupa limbah pertanian yang sulit terdekomposisi agar mampu bertahan lama di dalam tanah (C sink) seperti sabut kelapa, sekam, kulit kelapa sawit dan kulit coklat. Teknologi pemanfaatan pembenah tanah yang berbahan baku limbah pertanian yang sulit terdekomposisi belum banyak diteliti di daerah tropik khususnya Indonesia.  Karena itu diperlukan serangkaian penelitian yang bertujuan untuk (1) mendapatkan formula pembenah tanah arang (biochar) dengan komposisi, bentuk dan  dosis yang tepat untuk  meningkatkan kualitas tanah dan retensi air > 25% pada lahan kering  terdegradasi, (2) memperbaiki kualitas tanah terdegradasi dengan menggunakan pembenah tanah berbahan baku biochar limbah pertanian guna meningkatkan produktivitas tanaman pangan > 25%.  Penelitian yang dilaksanakan sampai bulan Desember 2009, memperlihatkan bahwa pengemasan pembenah tanah berbahan baku biochar limbah pertanian (SP50, SP75 dan KS50) dalam bentuk serbuk, granul dan pelet mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman dan berat biomas kering masing-masing sebesar 39,7-69,0% dan 40,0-204,6%.  Pengujian asap cair di rumah kaca sampai 3 bulan inkubasi memperlihatkan bahwa pemberian asap cair belum mempengaruhi sifat fisik tanah walaupun dengan dosis yang cukup tinggi (5000L/ha), sedangkan terhadap sifat kimia tanah mulai terlihat pengaruh terhadap pH tanah dan C-organik.  Uji efikasi di lapangan memperlihatkan bahwa pada musim tanam ketiga (MH 2009) formula pembenah tanah SP50 memberikan tinggi tanaman yang lebih tinggi pada umur 2 dan 8 MST.  Setelah tiga musim tanam (MH 2009), pemberian 7,5 t/ha/ yang diberikan sekaligus pada musim tanam pertama mulai kurang efektif pengaruhnya terhadap tinggi tanaman dibandingkan pemberian secara periodik walaupun pada musim tanam kedua mampu meningkatkan pipilan kering sebesar 122,9%.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933