Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

INTEGRASI PUPUK HAYATI, ORGANIK, DAN ANORGANIK UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PUPUK
DAN PRODUKTIVITAS PADI > 20% PADA TIGA SISTEM BUDIDAYA PADI SAWAH

Abstrak

Pada T.A. 2009 Penelitian Integrasi Pupuk Hayati, Organik, dan Anorganik untuk Meningkatkan Efisiensi Pupuk dan Produktivitas Padi > 20% pada Tiga Sistem Budidaya Padi Sawah dilaksanakan 2 kegiatan yaitu: 1). Integrasi pupuk hayati, organik, dan anorganik untuk meningkatkan efisiensi pupuk dan produktivitas padi pada tiga sistem budidaya padi sawah. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari cara-cara penggunaan pupuk hayati, organik, dan anorganik secara terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi pupuk dan produktivitas padi > 20% pada tiga sistem budidaya padi sawah. Percobaan memakai rancangan acak kelompok, 6 perlakuan dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari : System of rice intensification (SRI) I dan SRI II, sistem pengelolaan tanaman terpadu (PTT) I dan PTT II, serta sistem konvensional (K) I dan K II. Pada perlakuan SRI menggunakan miroorganisme lokal (MOL), sedangkan perlakuan sistem PTT menggunakan pupuk hayati dari hasil seleksi Balai Penelitian Tanah, sedangkan pupuk organik yang digunakan adalah kompos dari sisa-sisa bahan organik in situ. 2). Integrasi pupuk hayati dan pupuk organik di lahan sawah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh integrasi pupuk hayati dan pupuk organik terhadap perbaikan kualitas lahan sawah dengan metode SRI. Percobaan dilakukan di lahan petani di Kelurahan Bojongherang, Cianjur. Enam perlakuan diberikan dan disusun dalam rancangan acak kelompok. Tiap perlakuan diulang 4 kali. Keenam perlakuan tersebut adalah: Kompos jerami padi 4 t/ha dan 8 t/ha, masing-masing ditambah MOL; Kompos jerami padi 4 t/ha dan 8 t/ha, masing-masing memakai 200 g/ha Bio-Nutrient; Kompos jerami padi  4 t/ha +  2 g Biomikorisa/bibit; dan kompos jerami padi  8 t/ha + 2 g Biomikorisa/bibit. Hasil percobaan dari ke dua kegiatan adalah: A. Integrasi pupuk hayati, organik dan anorganik untuk meningkatkan efisiensi pupuk dan produktivitas padi pada tiga sistem budidaya padi sawah sebagai berikut : 1). Sistem konvensional dengan penggunaan pupuk hayati disertai dengan pemberian kompos 2,5 t/ha dan pupuk ½ (NPK)-rekomendasi  lebih baik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman padi dibanding system of rice intensification dengan selisih hasil + 2 t/ha (37,7%)., 2). Penggunaan pupuk hayati disertai dengan pemberian kompos 2,5 t/ha dan pupuk ½ (NPK)-rekomendasi lebih baik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman padi dibanding dengan pemberian kompos 5 t/ha pada sistem PTT maupun pemupukan NPK-rekomendasi pada sistem konvensional, dan 3). Penggunaan pupuk hayati disertai dengan pemberian kompos 2,5 t/ha dan pupuk ½ (NPK)-rekomendasi pada sistem konvensional lebih baik pengaruhnya terhadap sifat biologis tanah dibanding dengan penggunaan kompos 5 t/ha atau pupuk NPK rekomendasi. B. Penelitian integrasi pupuk hayati dan pupuk organik pada lahan sawah di Cianjur sebagai berikut: 1). Pemberian kompos sebanyak 8 t/ha yang dikombinasikan dengan pupuk hayati tidak berpengaruh terhadap hasil dan komponen hasil padi, 2). Pemberian kompos sebanyak 4 t/ha yang dikombinasikan dengan pupuk hayati merupakan dosis maksimum, dan 3). Kombinasi pemberian kompos dan pupuk hayati meningkatkan jumlah populasi mikroba yang bersangkutan dalam tanah yang diinokulasi.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933