Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

DEMPLOT PENGELOLAAN LAHAN KERING MASAM

Abstrak

Hasil penelitian teknologi pengelolaan lahan kering masam perlu disosialisasikan kepada pengguna melalui kunjungan lapang/tatap muka dan diskusi antara petani, penyuluh, peneliti dan pengambil kebijakan daerah dilokasi demplot. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperepat proses adopsi teknologi pengelolaan lahan kering masam yang dapat meningkatkan produktivitas lahan seara berkelanjutan. Hasil pangkasan Flemingia pada sistem alley cropping dapat memperbaiki sifat kimia dan fisika tanah. Pemberian pupuk kandang dapat meningkatkan kandungan C-organik tanah antara 0,28-0,30 % dan KTK antara 0,15-3,98  cmol/kg tanah tetapi kandungan P tersedia (Bray 1) dari fosfat alam mengalami penurunan setelah 6 musim. Penggunaan pupuk kandang/kompos memberikan hasil padi antara 1,722-2,166 t GKG/ha, pipilan kering jagung Pioner 21 antara 3,365-4,121 t/ha, kacang hijau 1,08-1,30 t/ha dan berat ubi segar  antara 10,500-12,417 t/ha. Penggunaan pupuk kandang dengan dosis 10 t/ha/tahun selama 2 tahun pada tanaman jagung Pioner 21 menurunkan kan BD tanah dari 1,29 menjadi 1,26, RPT meningkat dari 43,37 menjadi 44,8 % volume, air tersedia meningkat dari 12,3 menjadi 13,3 % volume dan permeabilitas dari 2,12 menjadi 2,49 cm/jam. Sifat-sifat kimia tanah pada plot tanpa pupuk kandang mengalami penuruan setiap musim. Hasil pipilan kering mencapai 3,58 t/ha dan hasil ubi kayu segar Kasesart sebesar 38 t/ha. Pada umur 7 bulan, tanaman pisang memberikan jumlah anakan antara 1-3 anak/rumpun, pada umur 12 bulan dihasilkan 8-12 tandan/400 m2 atau setara dengan 200-300 tandan/ha. Tanaman nenas Batu yang disisipkan di antara tanaman pisang menghasilkan 10 buah/400 m2 atau setara dengan 250 buah/ha. Rumput Gajah (Penissetum purpuruem), Setaria (Setaria splendida) mempunyai kemampuan produksi biomass lebih tinggi dibandingkan dengan rumput Panikum (Panicum maximum). Bakteri Mdec efektif merombak jerami padi menjadi kompos dalam waktu 21-23 hari. Dari bahan segar jerami padi sebanyak 200 kg dapat dihasilkan kompos sebanyak 40 kg sehingga dengan rata-rata produksi jerami padi di KP Tamanbogo antara 12-19 t/ha/musim dapat dihasilkan 2,4-3,8 t/ha/musim kompos. Legum Flemingia congesta menghasilkan biomass lebih tinggi dibandingkan dengan Glirisidia sepium tetapi hasil  biomass berfluktuasi sesuai dengan interval pemangkasan dan curah hujan. Pemangkasan Glirisidia pada musim hujan menghasilkan biomass sebesar 49,11 kg/tahun/3 sampel tanaman dan Flemingia sebesar 59,25 kg/tahun/3 sampel tanaman. Produksi biomass tanaman legum tersebut masih di bawah potensinya dimana akan meningkat dengan semakin bertambahnya umur tanaman. Teknologi pengelolaan lahan kering masam yang didemontrasikan kepada stake holders/pengguna diakui petani lebih baik tetapi untuk mengaplikasikan memerlukan proses sosialisasi secara terus menerus. Melalui kegiatan demplot diharapkan proses adopsi teknologi  pengelolaan produktivitas lahan kering masam dapat  lebih cepat serta produktivitas tanah dan pendapatan petani dapat ditingkatkan secara stabil dan berkelanjutan.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933