Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

PENYUSUNAN BAKUMUTU DAN TEKNOLOGI REHABILITASI LAHAN TERDEGRADASI

Abstrak

Berkurang atau menurunnya produktivitas tanah, khususnya hasil pertanian sangat tergantung dari sifat-sifat tanahnya, baik sifat fisik, kimia, maupun biologi tanah. Namun, sifat-sifat tanah yang mana, dan berapa nilainya (kualitas) untuk mencapai produktivitas yang maksimal belum diketahui. Konsep klasifikasi kesesuaian lahan dengan parameter-parameter sifat-sifat tanah sebagai penentu/pembatas kesesuaian lahan dapat dijadikan dasar untuk mengetahui produktivitas lahan yang optimal. Penelitian Anda et al 2004 mendapat-kan tipe mineral liat, tekstur tanah, kadar C-organik, dan kandungan P tanah merupakan sifat sifat tanah yang turut menentukan hasil jagung. Tanah dengan kadar C-organik 2,5% dapat mencapai separuh hasil atau produksi maksimum jagung. Artinya, tanah dengan kandungan C-organik < 2,5% menyebabkan hasil jagung mulai menurun. Oleh sebab itu, jenis atau macam sifat-sifat tanah, dan nilai sifat-sifat tanahnya perlu diketahui agar potensi produktivitasnya dapat diketahui. Konsep ini dikenal dengan istilah baku mutu tanah (soil quality standard). Selain itu, apabila terjadi kerusakan atau degradasi lahan pertanian, maka harus dilakukan upaya pencegahan erosi dan rehabilitasi lahan atau peningkatan kualitas tanahnya. Penerapan teknik konservasi tanah merupakan salah satu cara untuk mencegah atau mengurangi erosi, sedangkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas lahan pertanian terdegradasi dapat dilakukan dengan upaya rehabilitasi lahan tersebut. Penelitian mempunyai tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek adalah (1) untuk mendapatkan baku mutu sifat-sifat fisik dan kimia tanah, diantaranya berat isi, kepadatan tanah, stabilitas agregat, dan kandungan C-organik tanah yang akan digunakan sebagai dasar penentuan tingkat degradasi tanah pada lahan pertanian tanaman pangan, dan (2) untuk mendapatkan teknologi rehabilitasi lahan pada lahan pertanian tanaman pangan yang terdegradasi.  Dalam jangka panjang, penelitian  bertujuan untuk mendapatkan baku mutu dan kriteria degradasi tanah yang dapat digunakan untuk perencanaan konservasi tanah dan rehabilitasi lahan pertanian terdegradasi. Penelitian terdiri atas (1) penetapan sifat-sifat fisik dan kimia tanah untuk menentukan baku mutu tanah terdegradasi, dan (2) penerapan teknik rehabilitasi pada lahan pertanian terdegradasi. Penelitian penetapan sifat-sifat fisik dan kimia tanah untuk menentukan baku mutu tanah terdegradasi dilaksanakan di rumah kaca Balai Penelitan Tanah di Sindangbarang, Bogor, dan di lapangan, yaitu di Lemahluhur, Desa Mekarmukti, Kabupaten Ciamis, dan di Dower, Desa Binangun, Kota Banjar, kesemuanya di DAS Citanduy.  Penelitian penerapan teknik rehabilitasi lahan pada lahan pertanian terdegradasi dilaksanakan di KP Taman Bogo, kabupaten Lampung Timur. Keluaran yang diharapkan, dalam jangka pendek adalah (a) baku mutu sifat-sifat fisik dan kimia tanah, terutama berat isi, kepadatan tanah, stabilitas agregat, dan kandungan C-organik tanah yang dapat digunakan sebagai dasar penentuan tingkat degradasi tanah pada lahan pertanian tanaman pangan,  dan (b) teknik rehabilitasi lahan pada lahan pertanian tanaman pangan. Dalam jangka panjang, keluaran yang diharapkan adalah baku mutu dan kriteria degradasi tanah yang dapat digunakan untuk perencanaan konservasi tanah dan rehabilitasi lahan pertanian terdegradasi. Hasil penelitian menunjukkan produksi ubikayu para petani di Lemahluhur, Desa Mekarmukti (Sub DAS Cimuntur) lebih baik dibandingkan dengan hasil ubikayu di Dower, Desa Binangun (DAS Ciseel), berturut-turut pada lahan terdegradasi sedang dan berat. Kondisi tersebut mengindikasikan, hasil penilaian kriteria degradasi lahan mengguna-kan Sodeg versi 2007 sejalan dengan kondisi lapangan. Pupuk kandang mampu memperbaiki sifat-sifat fisik dan kimia tanah serta hasil jagung. Semakin tinggi jumlah pupuk kandang yang diberikan, semakin baik sifat-sifat fisik dan kimia tanah, serta hasil jagung. Hasil jagung mulai meningkat secara signifikan pada pemberian pupuk kandang untuk mencapai kandungan C-organik tanah 1,5 % di desa Mekarmukti, dan C-organik tanah 1,0 % di desa Binangun, meskipun hasil jagung pipilan kering yang diperoleh belum maksimal. Hasil jagung pipilan kering maksimum di desa Mekarmukti adalah 11 t/ha pada pemberian pupuk kandang untuk mencapai 3,4% kandungan C-organik tanah, dan 10,7  t/ha di Binangun untuk mencapai 2,8% kandungan C-organik tanah. Selain itu, pembenah tanah (Beta) meningkatkan berat tongkol jagung basah 71-86% dan hasil jagung pipilan kering 85-128% pada tanah Typic Kanhapludult KP Tamanbogo. Residu pembenah tanah pada MT-2 masih berpengaruh positif dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Pengolahan tanah menurunkan tingkat ketahanan penetrasi tanah dari 2,5-3,5 MPa menjadi < 0,1 MPa pada bidang olah. Pembenah tanah berbentuk prill berpengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung, dan bila ditambah biochar berpengaruh nyata dan lebih baik terhadap sifat-sifat fisik tanah. Namun demikian, perlu diuji pengaruh penggunaan pembenah tanah dengan dosis lebih rendah, dan pengaruhnya terhadap  efisiensi pemupukan.

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933