Balittanah

Banner-balittanah1
Banner-balittanah2
BioNutrien
Bannerbalittanah5
Bannerbalittanah5
banner7
banner8
banner9
banner10
banner11
KarywanBalittanah
Antikorupsi1
Antikorupsi2
Antikorupsi3
Antikorupsi4
slide3
slide1
slide2

Teknologi Pengelolaan Lahan dan Pemupukan untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan >15%, Pemupukan >35%, Mendukung P2BN

Technology of Land Management and Fertilization to Increase Land Productivity >15%, Fertilization >35%, Supporting the National Rice Production Increasement Programe (P2BN)

Upaya pemenuhan kebutuhan pangan nasional harus berjalan selaras dengan peningkatan laju penduduk 1,36%/tahun. Untuk itu telah dicanangkan program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dengan target peningkatan produksi beras nasional rata-rata 5%/tahun. Program ini dilaksanakan melalui bantuan benih unggul bersertifikat, pupuk organik serta bimbingan dan pelatihan metode Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT). Pada tahun 2009 Badan Litbang Pertanian menginisiasi program peningkatan indeks pertanaman (IP) padi 400. IP padi 400 diartikan sebagai: (a) menanam padi sebanyak empat kali dalam setahun atau (b) meningkatkan IP padi menjadi lebih tinggi yang diharapkan dapat memecah kejenuhan peningkatan produksi (levelling off)dalam peningkatan produksi beras nasional (P2BN).

Mengacu tujuan diatas, maka telah dirancang suatu penelitian jangka panjang pengelolaan tanah, air dan hara untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi yang dimulai pada TA 2010 hingga TA 2015. Penelitian TA 2010 terdiri atasempat kegiatan yang dilakukan secara desk work, laboratorium, percobaan rumah kaca dan lapangan serta survei kesuburan tanah. Kegiatan bertujuan untuk: (a) melakukan pemutakhiran peta status hara P dan K dan menyusun peta C-organik lahan sawah skala 1: 250.000; (b) merakit teknologi pengolahan tanah, pengelolaan air dan pupuk untuk mendukung peningkatan produktivitas IP padi 400; (c) mendapatkan teknologi pengomposan cepat;dan (d) menguji efektivitas beberapa pupuk N lepas lambat untuk padi sawah.