1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR) versi 1.0 adalah alat bantu penetapan tingkat kemasaman tanah, kebutuhan kapur dan kadar hara tanah Sulfat Masam Potensial (SMP) dengan tipe luapan A dan B secara cepat di lapangan. Alat ini merupakan penyederhanaan secara kualitatif dari analisis tanah di laboratorium. Oleh karena itu hasil yang diperoleh tidak tepat seperti di laboratorium, namun merupakan estimasi pengukuran kuantitatif dalam selang nilai tertentu.  Perangkat ini diharapkan bermanfaat bagi penyuluh pertanian, petani, peneliti dan praktisi pertanian lainnya untuk mengukur status kemasaman tanah dan status hara N, P, K dalam waktu singkat yang dilengkapi dengan rekomendasi  kebutuhan kapur, pupuk Urea, SP-36, dan KCl untuk tanaman padi.

Prinsip kerja PUTR adalah mengekstrak dan dilanjutkan dengan pengembangan warna secara semi kuantitatif dengan metode kolorimetri (pewarnaan). Peningkatan kualitas pengukuran dan ketepatan dalam penentuan rekomendasinya akan terus diperbaiki agar perangkat uji ini dapat dipergunakan secara tepat dalam upaya menyokong program pemerintah dalam meningkatkan produksi padi serta mengefisienkan pemupukan.

Satu paket PUTR terdiri dari : (a) satu set larutan pengekstrak/pereaksi untuk kemasaman tanah dan  penetapan N, P dan K, (b) peralatan pendukung (seperti spatula, tabung reaksi, pipet), (c) bagan warna pH, kebutuhan kapur, N, P dan K, (d) buku petunjuk penggunaan, serta (e) kemasan tas.

Sebelum pengambilan contoh tanah maka perlu diperhatikan keseragaman areal/hamparan lahannya, misalnya diamati dahulu keadaan topografi, kedalaman lapisan senyawa pirit (FeS2) dengan larutan peroksida (H2O2), tingkat oksidasi senyawa pirit (FeS2), tekstur tanah, warna tanah, produktivitas tanah, dan sejarah pengelolaan lahan (aplikasi dosis kapur, pupuk anorganik, dan bahan organik). Berdasarkan pengamatan di lapang dan informasi yang diperoleh, kemudian ditentukan satu hamparan lahan yang kurang lebih seragam (homogen). Satu contoh tanah komposit dapat mewakili luas lahan sekitar 5 ha.

Satu kemasan PUTR dapat digunakan untuk analisis contoh tanah sebanyak ± 50 sampel.  Jika dirawat dan ditutup dengan rapat segera setelah dipergunakan maka masa kadaluarsa bahan kimia yang ada dalam PUTR ini adalah sekitar 1 tahun.

  1. Berita Terbaru
  2. Info Teknologi
  3. Info Aktual
  4. Peta
Workshop Pengelolaan iTANI Lingkup Kementan

Workshop Pengelolaan iTANI Lingkup Kementan

01 October 2018
Dalam rangka menikatkan kompetensi pustakawan dan pengelola perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian (Kementan) dan memberikan layanan…
Workshop Revitalisasi Akreditasi Pranata Litbang

Workshop Revitalisasi Akreditasi Pranata Litbang

28 September 2018
Workshop dilaksanakan di Hotel Mercure Serpong, Banten pada 27-28 September yang dilaksanakan oleh Kemenristekdikti. Salah…
Organic Farming Hadir di Spekta Horti 2018

Organic Farming Hadir di Spekta Horti 2018

24 September 2018
Dalam ajang Spekta Horti yang berlangsung di Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Lembang, Bandung dari…
FGD dan Sosialisasi Pelaksanaan Demfarm Jagung Berbasis Aplikasi Pupuk Fosfat Alam Reaktif

FGD dan Sosialisasi Pelaksanaan Demfarm Jagung Berbasis Aplikasi Pupuk Fosfat Alam Reaktif

21 September 2018
FGD dan Sosialisasi Pelaksanaan Demfarm Jagung berbasis Aplikasi Pupuk Fosfat Alam Reaktif dilaksanakan di Metro…
Progress Meeting Direct Application of Rock Posphate pada Kelapa Sawit

Progress Meeting Direct Application of Rock Posphate pada Kelapa Sawit

19 September 2018
Dalam rangka meningkatkan produktivitas dan efisiensi pada usaha tani kelapa sawit maka sejak 2015 Balai…
Mengembangnya Pundi Emas dengan Aplikasi Fosfat Alam pada Tanaman Kelapa Sawit

Mengembangnya Pundi Emas dengan Aplikasi Fosfat Alam pada Tanaman Kelapa Sawit

20 September 2018
Balai Penelitian Tanah (Balittanah) bekerja sama dengan OCP. SA Maroko juga bermitra dengan PT. Sari…
Peran Lignoselulolitik Merombak Limbah Serat Tinggi menjadi Pupuk Organik Granul (POG)

Peran Lignoselulolitik Merombak Limbah Serat Tinggi menjadi Pupuk Organik Granul (POG)

30 April 2015
Limbah Pertanian dan Limbah Industri berupa, sekam padi, kelapa sawit, jerami padi dan serbuk gergaji,…
Pengukuran Cadangan Karbon Tanah Gambut

Pengukuran Cadangan Karbon Tanah Gambut

09 May 2014
Lahan gambut merupakan penyimpan karbon dalam jumlah sangat besar. Karbon yang terkandung di dalam tanah…
Simpanan Karbon dan Emisi CO2 Lahan Gambut

Simpanan Karbon dan Emisi CO2 Lahan Gambut

16 April 2012
SIMPANAN KARBON DAN EMISI CO2 LAHAN GAMBUT Tanah gambut menyimpan C yang jauh lebih tinggi…
Penelitian Pengomposan dengan “DSAplus” Selulotik dan Lignolitik 25%

Penelitian Pengomposan dengan “DSAplus” Selulotik dan Lignolitik 25%

15 September 2011
Penelitian Pengomposan dengan “DSAplus” Selulotik dan Lignolitik <5 Hari untuk Pembuatan Foliar Biofertilizer dan Biostimulant…
Teknologi Pengelolaan Lahan Berbasis Sistem Usaha Tani Integrasi Tanaman Ternak (SITT) untuk Meningkatkan Kualitas Tanah >15% Mendukung Program Swasembada Daging Sapi (PSDS)

Teknologi Pengelolaan Lahan Berbasis Sistem Usaha Tani Integrasi Tanaman Ternak (SITT) untuk Meningkatkan Kualitas Tanah >15% Mendukung Program Swasembada Daging Sapi (PSDS)

15 September 2011
Teknologi Pengelolaan Lahan Berbasis Sistem Usaha Tani Integrasi Tanaman Ternak (SITT) untuk Meningkatkan Kualitas Tanah…
Sistem Budidaya Sayuran Organik

Sistem Budidaya Sayuran Organik

30 May 2018
Suatu ilmu bila tidak dituangkan dalam tulisan dan disebarluaskan maka ilmu itu akan terhenti. Demikian…
Berkah Abu Vulkanis

Berkah Abu Vulkanis

30 May 2018
Gunung diciptakan Allah SWT (QS, 15:19)1 sebagai pasak agar bumi dan penghuninya tidak bergoyang-goyang (QS…
Teknologi Pengelolaan Lahan Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan

Teknologi Pengelolaan Lahan Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan

30 May 2018
Pertambahan penduduk, alih fungsi lahan pertanian subur ke non pertanian, degradasi lahan, dan perubahan iklim…
Inovasi Teknologi Pengelolaan Lahan Sawahdan Lahan Kering Berkelanjutan

Inovasi Teknologi Pengelolaan Lahan Sawahdan Lahan Kering Berkelanjutan

30 May 2018
Balai Penelitian Tanah (Balittanah) pada tahun anggaran 2015, telah melaksanakan penelitian, diseminasi hasil penelitian, dan…
Laboratorium Mineralogi

Laboratorium Mineralogi

15 March 2018
Laboratorium Minerogi Tanah melakukan analisa berbagai jenis mineral pada fraksi pasir dan fraksi liat tanah.…
Pimpinan Kami

Pimpinan Kami

02 March 2018
Dr. Husnain, M.Sc Kepala Balai Penelitian Tanah (Balittanah)Periode: 2017 - Sekarang Telp: 0251 - 8336757Fax:…
Peta-peta Lahan Kering dan Lahan Sawah Kab. Bangka Tengah

Peta-peta Lahan Kering dan Lahan Sawah Kab. Bangka Tengah

03 February 2016
Lahan Kering:- Peta Observasi- Peta Kadar C-Organik- Peta Status Hara Fosfat- Peta Status Hara Kalium-…
Peta-peta Fosfat Sawah Jawa Tengah

Peta-peta Fosfat Sawah Jawa Tengah

09 August 2012
1. Fosfat Sawah Cirebon 2. Fosfat Sawah Jawa Tengah dan Yogyakarta
Peta-peta C-Organik Sawah Jawa Tengah

Peta-peta C-Organik Sawah Jawa Tengah

09 August 2012
1. C-Organik Sawah Cirebon 2. C-Organik Sawah Jawa Tengah dan Yogyakarta 3. C-Organik Sawah Madiun…
Peta-peta Kalium Sawah Jawa Timur

Peta-peta Kalium Sawah Jawa Timur

06 August 2012
1. Kalium Sawah Denpasar 2. Kalium Sawah Jawa Timur 3. Kalium Sawah Madiun 4. Kalium…
Fosfat Sawah Jawa Timur

Fosfat Sawah Jawa Timur

06 August 2012
1. Fosfat Sawah Denpasar 2. Fosfat Sawah Jawa Timur 3. Fosfat Sawah Madiun 4. Fosfat…
Peta-peta C-Organik Sawah Jawa Timur

Peta-peta C-Organik Sawah Jawa Timur

06 August 2012
1. C-Organik Sawah Denpasar 2. C-Organik Sawah Jawa Timur 3. C-Organik Sawah Madiun 4. C-Organik…

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933