Balittanah

Fasilitas
Banner-balittanah1
Banner-balittanah2
BioNutrien
Bannerbalittanah5
Bannerbalittanah5
banner7
banner8
banner9
banner10
banner11
KarywanBalittanah
Antikorupsi1
Antikorupsi2
Antikorupsi3
Antikorupsi4
slide3
slide1
slide2

Fasilitas


Fasilitas penelitian mencakup laboratorium fisika dan biologi tanah, rumah kaca, kebun percobaan (di Taman Bogo, Lampung), basisdata tanah, dan museum tanah. Laboratorium kimia tanah terakreditasi sebagai Laboratorium Penguji oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), Badan Standardisasi Nasional.

Laboratorium Kimia Tanah

Laboratorium kimia tanah mampu menganalisis sebanyak 600-700 contoh tanah; 400-500 contoh tanaman; dan 80-120 contoh pupuk tiap bulan. Analisis meliputi unsur hara makro, mikro, dan kemasaman tanah. Laboratorium kimia ini telah terakreditasi sebagai Laboratorium Penguji berdasarkan SNI 19-17025-2000 yang dikeluarkan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN), Badan Standardisasi Nasional.

Basis Data

Unit basis data tanah mengelola data tanah secara komputerisasi untuk memudahkan penyimpanan dan pemanggilan data (storing dan retrieving data). Data digital disimpan dalam bentuk spasial maupun tabular, sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan analisis sesuai dengan kepentingan pengguna.


Rumah Kaca

Rumah kaca terletak di kompleks instalasi penelitian tanah di daerah Sindang Barang, Laladon, Bogor. Di kompleks ini juga terdapat laboratorium fisika dan laboratorium uji tanah.

Kebun Percobaan Taman Bogo, Lampung

Kebun percobaan (KP) Taman Bogo terletak di Lampung berlokasi di wilayah yang didominasi tanah Ultisols yang bersifat masam. Penelitian pengelolaan produktivitas tanah yang dilakukan di Kebun Percobaan ini diharapkan dapat menyediakan teknologi peningkatan produktivitas tanah Ultisols yang merupakan tanah terluas di Indonesia.

 


Museum Tanah

Museum tanah menyajikan berbagai koleksi hasil penelitian tanah seperti makromonolit tanah-tanah di Indonesia. Makromonolit merupakan irisan tegak penampang tanah utuh yang diawetkan, berukuran panjang (tinggi), lebar, dan tebal, 150 x 25 x 2-4 cm. Koleksi lainnya adalah peralatan survei tanah, buku panduan pengamatan tanah di lapang, contoh batuan, maket konservasi tanah, contoh pupuk organik dan anorganik, perangkat uji tanah sawah, peta, dll. Museum tanah membantu para pelajar, peneliti, dan masyarakat umum mengenali jenis-jenis tanah dan praktek-praktek pengelolaannya di Indonesia.