Balittanah

Banner-balittanah1
Banner-balittanah2
BioNutrien
Bannerbalittanah5
Bannerbalittanah5
banner7
banner8
banner9
banner10
banner11
KarywanBalittanah
Antikorupsi1
Antikorupsi2
Antikorupsi3
Antikorupsi4
slide3
slide1
slide2

Kegiatan Percepatan Peningkatan Produksi Padi Melalui Pengembangan Varietas Unggul Baru (VUB) di Kabupaten Sragen berlokasi di dua kecamatan, yakni Sidoharjo dan Masaran. Sesuai dengan rencana tahapan kegiatan telah dilakukan “Kunjungan Lapangan” yang berlokasi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo. Kelompok tani (Poktan) Sri Luwih VIII dipilih sebagai lokasi kegiatan karena berbagai pertimbangan, antara lain hamparan lahan sawah yang ditanami padi M400 dengan penerapan teknologi M-Tani-nya cukup luas, petugas penyuluhnya sangat kooperatif dan energik, juga para petaninya progresif dan adaptif terhadap inovasi dan teknologi baru.

Acara kunjungan lapangan dihadiri oleh sekitar 150 orang peserta, terdiri atas para petani pengurus dan anggota Poktan Sri Luwih VIII dan Poktan peserta kegiatan M-Tani lainnya di Desa Sidoharjo, para PPL, Koordinator PPL, Ka UPT, PPOPT, kemudian Lurah Desa Sidoharjo, Camat, Muspika, dan Babinsa Kecamatan Sidoharjo, Ibu Kepala Dinas dan pejabat lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Sragen, Bapak Kepala Dinas dan pejabat lingkup Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen, Ibu Kepala Balai Penelitian Tanah beserta para peneliti dan teknisinya, peneliti BPTP Jawa Tengah, dan praktisi pertanian PT. SBE.

Setelah pembukaan dan pembacaan doa, acara utama kunjungan lapangan adalah observasi lapangan para peserta ke lokasi persawahan padi M400 diiringi dengan penjelasan pelaksanaan kegiatan lapangan oleh tenaga LO dan PPL setempat, dilanjutkan dengan sessi sambutan dan arahan para pejabat struktural terkait, dan diskusi umum. Acara dipandu oleh Bapak H. Salimin, SP (Koordinator Lapangan Kegiatan). Di sela-sela acara kegiatan tersebut para peserta diberi kesempatan untuk menyalurkan hoby menyanyi dengan melantunkan lagu-lagu kesayangannya sehingga tercipta suasana gembira dan keakraban diantara para peserta. Sungguh sangat menghibur para peserta karena para penyumbang lagu itu termasuk Ibu Kepala Dinas Pertanian, Koordinator PPOPT, Ibu Lurah, Wakil Danramil dan Babinsa, PPL, petani, staf Balittanah dan staf PT. SBE.

Sambutan dan arahan disampaikan oleh Bapak Camat Sidoharjo, Ibu Kepala Dinas Pertanian dan Bapak Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen, serta Ibu Kepala Balai Penelitian Tanah.  Selain mengucapkan selamat datang, Bapak Camat Sidoharjo atas nama petani menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah yang telah memberikan bantuan melalui Direktorat Serealia dan Balai Penelitian Tanah berupa sarana produksi padi dan pendampingan penerapan teknologi M-Tani. Selanjutnya Ibu Kepala Dinas Pertanian menyampaikan arahan agar pendampingan kepada para petani secara konsisten perlu terus dilanjutkan karena masih cukup banyak waktu hingga padi M400 tersebut dapat dipanen. Sebagaimana diketahui bahwa pada saat kunjungan lapangan umut padi baru sekitar 20-21 HST, sedangkan umur panen padi M400 sekitar 100-105 HST. Kemudian Bapak Kepala Dinas Ketahanan Pangan menyampaikan pengalamannya dalam berusahatani padi M70D dan M400 pada lahan sawahnya. Diperlukan semangat dan kerja keras untuk memperoleh hasil yang tinggi dalam bertani padi M400. Bapak Kepala Dinas mempersilakan petani dan PPL atau siapa saja yang mau melihat keragaan padi M400 berumur 60 HST untuk berkunjung ke rumahnya. Terakhir Ibu Kepala Balai Penelitian Tanah dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting terkait dengan manfaat penerapan teknologi M-Tani. Salah satu manfaat tersebut adalah berupa potensi pengurangan penggunaan pupuk an-organik, seperti urea dan NPK sehingga akan mengurangi beban pengeluaran Pemerintah untuk subsidi pupuk. Penerapan teknologi M-Tani dengan aplikasi pupuk organik remah (POR) dan pupuk hayati berpotensi dapat menurunkan dosis penggunaan pupuk an-organik hingga 50%, dengan produktivitas padi stabil, bahkan meningkat. Hal itu secara makro akan meningkatkan produksi padi nasional dan mengurangi beban pengeluaran Pemerintah untuk pupuk, dan secara mikro akan meningkatkan pendapatan usahatani padi bagi petani.

Pada saat diskusi umum petani menyampaikan beberapa permasalahan yang dialaminya terkait dengan implemenasi teknologi M-Tani. Terkait dengan permasalahan yang disampaikan oleh petani tersebut staf ahli PT. SBE (Bapak Ir. Ghaib) telah memberikan respon dan penjelasan yang dapat difahami dengan baik oleh petani dan peserta kegiatan kunjungan lapangan. (Irawan. 21 Desember 2017).