Balittanah

Banner-balittanah1
Banner-balittanah2
BioNutrien
Bannerbalittanah5
Bannerbalittanah5
banner7
banner8
banner9
banner10
banner11
KarywanBalittanah
Antikorupsi1
Antikorupsi2
Antikorupsi3
Antikorupsi4
slide3
slide1
slide2

Kelompok tani (Poktan) yang maju dan kompak kunci keberhasilan adopsi teknologi baru demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi, Ir. Marsudi, MM, dalam acara Kunjungan Lapang Percepatan Peningkatan Produksi Padi melalui Pengembagan Varietas Baru (VUB) yang dilaksanakan di Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi. Kelompok Tani (Poktan) Sri Agung dipilih sebagai sebagai tempat kunjungan lapang penerapan Teknologi Budidaya M-tani. Poktan ini mengadopsi 40 ha teknologi baru, air terjamin sepanjang tahun dari waduk Patok dan sumur-sumur, pengering tersedia, kelompok kompak. Di Kabupaten Ngawi Penerapan budidaya M-tani seluas 1.250 ha.

Budidaya M-tani sendiri merupakan paket teknologi dengan menggunakan benih M-400, penggunaan pupuk hayati, pupuk organik, dan pestisida hayati, dengan menggunakan cara tanam jajar legowo. Varietas M400 digadang-gadang mampu mengungguli varietas Ciherang yang saat ini banyak digunakan di Kabupaten Ngawi. Jika hasil tinggi, potensi malai sampai 400 bulir/malai, sambung Marsudi perlu manajemen pemupukan yang lebih baik agar pengisian malai penuh dari pangkal malai dan ujung malai, sehingga hasilnya tinggi.

Aplikasi pupuk organik adalah 1,2 t/ha dan pemberian pupuk an-organik yang disarankan  adalah 100 kg urea dan 150 kg NPK Ponska. Dengan demikian penggunaan pupuk an-organik jauh di bawah yang diterapkan petani selama ini di Ngawi yang bisa mencapai 800 – 900 kg/ha/MT, terkait provitasnya masih kita sama-sama lihat saat panen nanti dan analisis usaha taninya. Sementara rekomendasi pupuk an-organik untuk kabupaten Ngawi adalah 200 kg Urea dan 300 kg NPK Ponska/ha.

Serangan organisme pengganggu pertanian (OPT) perlu diantisipasi sejak dini agar tidak ada ledakan serangan, dan untuk mendapatkan hasil yang tinggi. Serangan OPT yang perlu diantisipasi yaitu hama tikus, keong mas, wereng, wbc, patah leher. Kepada Petugas OPT (POPT) dan petani, Marsudi menugaskan agar pengendalian OPT dilakukan secara dini. Pengendalian keong emas dengan membuat saluran sepanjang pematang, untuk mengumpulkan keong emas di saluran itu dan mudah untuk pengendalian, cara kedua adalah membuat saringan penghalang di pintu-pintu masuk lahan agar telor keong mas tidak masuk ke petakan sawah.

Hama tikus dikendalikan dengan cara gropyokan, emposan, dan mercon tikus, dan penggunaan pestisida sistemik. Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi mulai menerapkan dan memanfaatkan musuh alami tikus, misalnya ular sawah dan burung hantu. Penggunaan musuh alami ini saat ini terkendala dengan perburuan ular sawah dan burung hantu, sehingga Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi menyarankan adanya Peraturan Desa yang melarang perburuan musuh alami tersebut.

Teknologi Budidaya Percepatan Peningkatan Produksi Padi ini sudah diviralkan dan mendapatkan respon dari daerah lain. Kepala Dinas mengharapkan agar hasil panen bisa dijadikan benih dan bisa menjadi sumber benih varietas baru ini. Kerjasama dengan pihak terkait seperti BPSB dan pemilik varietas, serta kelompok tani diharapkan dapat merealisasikan. Penjualan/pembelian benih akan meningkatkan pendapatan petani.

Cara tanam sistem jajar legowo baik 2:1 dan 4:1 sudah diterapkan petani dan hasilnya juga meningkatkan hasil gabah. Penyiangan yang menjadi kendala dalam sistem ini juga perlu diatasi. Dinas Pertanian membuka pintu lebar-lebar untuk diskusi dan bantuan bisa diajukan asal melalui media yang benar, karena tahun 2018 sudah menggunakan e-planning dan e-budgeting. Pengajuan bantuan harus melalui musrembang desa, naik ke tingkat kecamatan, dan kabupaten.

Kabupaten Ngawi ditargetkan luas panen 153.000 ha/tahun dengan luas lahan sawah 51.579 ha, atau dengan IP > 2,6. Komoditas pertanian lainnya tetpa harus diberikan ruang untuk bergerak dan maju baik untuk jagung, kedelai, hortikultura (melon bawang merah, buah-buahan).

Pada masa ini dengan perkembangan teknologi informasi, maka semua pihak Kerjasama Polri dengan TNI di bidang pertanian dapat berhasil dengan baik. Ajakan Kepala Dinas Pertanian ke Peneliti mulailah (ngawiti) teknologi dari Ngawi, dan jadikan Kabupaten Ngawi menjadi yang Ngangeni (ingin datang selanjutnya), dukungan pemerintah pusat masih terus diharapkan untuk kemajuan pertanian Kabupaten Ngawi Hadir dalam kunjungan tersebut adalah dari Kodim Ngawi, Polres Ngawi, Kecamatan, Dinas Pertanian, Kelompok Tani, Peneliti Balittanah dan BPTP Jawa Timur, PT SBE (Joko Purnomo, Sri Rochayati dan Moch. Iskandar, 20 Desember 2017).