Balittanah

Banner-balittanah1
Banner-balittanah2
BioNutrien
Bannerbalittanah5
Bannerbalittanah5
banner7
banner8
banner9
banner10
banner11
KarywanBalittanah
Antikorupsi1
Antikorupsi2
Antikorupsi3
Antikorupsi4
slide3
slide1
slide2

 

Dem Area penggunaan pupuk hayati untuk meningkatkan produksi padi seluas 500 ha akan dilaksanakan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu, masing-masing 250 ha. Rapat koordinasi dan sosialisasi program telah dilaksanakan di Kantor Dinas Pertanian, Kabupaten Cirebon pada tgl 8 Desember 2017. Rapat Koordinasi dan Sosialisasi (Rakorsos) dibuka Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Dr. Ir. H Ali Efendi, MM yang didampingi Kepala Bidang Pertanian Kabupaten Indramayu, Tahmid, Ike Widyaninrum M.Sc (Direktorat Serealia), dan Dr. Neneng L. Nurida (Balittanah).

Dalam sambutannya Ali Efendi, menyampaikan bahwa teknologi harus diciptakan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup manusia dan memberikan kemudahan penggunaan. Pupuk hayati yang telah dihasilkan Badan Litbang Pertanian yang diterapkan diharapkan dapat memberikan solusi untuk meningkatkan produksi dan memperbaiki lingkungan di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu.

Pupuk hayati yang diberikan volume aplikasinya sedikit hanya sekitar 0,5 kg/ha, mudah aplikasinya, dan mampu memperbaiki lingkungan dan tanah. Agar efektivitas pupuk pupuk hayati berdaya guna perlu dibarengi dengan pemberian pupuk organik. Tanah yang semakin mengeras, iklim yang tidak menentu, dan semakin banyaknya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), pupuk hayati, pupuk organik, penggunaan varietas tahan serengan wereng, Inpari 33, pemupukan berimbang, dan penanaman jajar legowo  dapat menjadi solusinya. 

Provitas padi di Kabupaten Cirebon dan Indramayu sekitar 6,6 t GKP/ha, sedikit menurun dengan adanya serangan wereng. Dr. Neneng L. Nurida menambahkan produksi padi di kabupaten Indramayu dan Cirebon sudah leveling off, walaupun telah ditambahkan pupuk organik yang di atas dosis anjuran. Aplikasi pupuk organik dan hayati diharapkan dapat memberikan solusi stagnannya provitas padi di dua kabuten ini. Semua pihak terkait diharapkan kerjasamanya untuk kesuksesan dem area ini (Joko Purnomo dan Irawan, 8 Desember 2017).