Balittanah

Banner-balittanah1
Banner-balittanah2
BioNutrien
Bannerbalittanah5
Bannerbalittanah5
banner7
banner8
banner9
banner10
banner11
KarywanBalittanah
Antikorupsi1
Antikorupsi2
Antikorupsi3
Antikorupsi4
slide3
slide1
slide2

Kementerian Pertanian melaksanakan Gerakan Tanam Padi Serempak pada tanggal 23 November 2017 di Desa Kroya dan Desa Sumbon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu di lahan seluas 822 hektare.  Hadir pada acara tersebut Menteri Pertanian (Dr. Andi Amran Sulaiman),  Gubernur Jawa Barat (Ahmad Heryawan), Anggota Komisi IV DPR RI (Ono Surono), Bupati Indramayu (Ana Sophanah), Kepala Badan Karantina Pertanian (Ir. Banun Harpini, M.Sc.), wakil dari Ditjen Tanaman Pangan, Komandan Kodim 0616 Indramayu (Letkol Kav. Agung Nur Cahyono SIP M.Tr (HAN), Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat dan Kab. Indramayu, dan Kepala Balai Penelitian Tanah (Dr. Husnain).

Bupati Indramayu dalam sambutannya mengutarakan dua  persoalan utama yang diinginkan oleh petani.  Pertama adalah ketika musim tanam masyarakat petani Kabupaten Indramayu, khususnya Kecamatan Kroya masih kesulitan dengan pengairan ke sawah-sawah petani.  Sedangkan persoalan kedua terkait dengan harga gabah yang terkadang mengalami penurunan harga.  Selain itu disampaikan guna mempertahankan Indramayu sebagai lumbung padi nasional, pemerintah Indramayu telah menerbitkan peraturan daerah tentang Lahan Abadi.  Sehingga nantinya lahan pertanian tidak dialih-fungsikan dan Kabupaten Indramayu tetap menjadi lumbung pangan nasional mengingat lahan persawahan yang dimiliki oleh Kabupaten Indramayu merupakan yang terluas di Jawa Barat.

Menteri Pertanian mengucurkan banyak bantuan kepada para petani Indramayu. Dalam kesempatan itu, Menteri Pertanian memberikan bantuan berupa benih padi (varietas Inpari 30, Inpari 32, Inpari 33 dan M400) untuk pertanaman padi di Kecamatan Sukra seluas 1530 ha dan Kecamatan Kroya seluas 1570 ha.  Selain itu juga diserahkan secara simbolik bantuan berupa 224 unit traktor roda dua, 22 unit traktor roda empat, 210 unit pompa air 4 inchi, 2 unit combine harvester, 11 unit transplanter, 337 unit hand sprayer, 6 unit corn planter, dan 1 unit eksavator.  Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan petani yang selanjutnya akan dibagi sesuai dengan kebutuhan para petani di Indramayu. 

Terkait kebutuhan pupuk, Menteri Pertanian sudah minta kepada direktur perusahaan pupuk di Indonesia agar memperbaiki distribusi dan menjamin ketersediaan stok pupuk 150 persen dari kebutuhan. Dengan demikian, para petani tidak mengalami kekurangan pupuk.

Sebagai upaya nyata membangkitkan pemuda untuk terjun ke pertanian, Menteri Pertanian memberikan bantuan kepada Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Indramayu berupa alat mesin pertanian dan beasiswa kepada 10 siswa SMK dan SMA.  "Bantuan ini agar anak muda yang berada di sekolah menengah mulai memiliki keinginan untuk terlibat dalam modernisasi pertanian dan menjadi petani kaya" (Etty Pratiwi, Husnain, dan Moch. Iskandar, 24 November 2017).