Balittanah

Banner-balittanah1
Banner-balittanah2
BioNutrien
Bannerbalittanah5
Bannerbalittanah5
banner7
banner8
banner9
banner10
banner11
KarywanBalittanah
Antikorupsi1
Antikorupsi2
Antikorupsi3
Antikorupsi4

Memasyarakatkan Biochar

Ketika beberapa penelitian sudah dapat membuktikan bahwa biochar itu bermanfaat bagi tanah, bahkan lebih jauh dikatakan memiliki potensi sebagai salah satu strategi adaptasi perubahan iklim, adalah sewajarnya jika penerapan biochar secara lebih luas harus disosialisasikan. Salah satu kegiatan penelitian di Balai Penelitian Tanah (Balittanah) melalui kerja sama antara Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) dan Norwegian Geotechnical Institute (NGI) tahun 2017 adalah upaya memasyarakatkan biochar melalui training dan demonstrasi plot pada tingkat petani.

Kegiatan-kegiatan tersebut sudah dipersiapkan sejak akhir tahun 2016. Dimulai dengan kunjungan tim NGI dan Balittanah ke Desa Sukadana Ilir, Lampung Timur dan melakukan pertemuan serta diskusi dengan petani, disertai dengan kunjungan lapang guna melihat kondisi lahan petani. Pada pertemuan tersebut, tim NGI dan balittanah mensosialisasikan cara pembuatan biochar dengan metode KonTiki (http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/en/berita-terbaru-topmenu-58/1295-biochar-murah), juga berdiskusi tentang praktek usaha tani dalam keseharian mereka.

Kunjungan tim NGI dan Balittanah dilanjutkan ke Lamongan, Jawa Timur. Desa yang dikunjungi yaitu Desa Banyubang, Solokuro. Di Desa Banyubang terdapat Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang berada dalam pengawasan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur. TTP Banyubang mengadopsi sistem pertanian zero waste (nol limbah), dengan integrasi antara tanaman jagung dan sapi potong. Pada kunjungan ke Lamongan, dilakukan audiensi antara petani, jajaran pemda Kab. Lamongan (bupati, wakil bupati, kadis, dan staf lain), dan tim NGI-Balittanah. Kunjungan tersebut diakhiri dengan kunjungan lapang ke TTP Banyubang.

Kedua lokasi (Lampung Timur dan Lamongan) tersebut sudah ditetapkan sebagai lokasi demonstrasi plot praktik penggunaan biochar pada tingkat petani. Pada masing-masing lokasi terdapat 10 orang petani yang ikut berperan dalam demplot tersebut. Sebelum demplot dimulai (sekitar bulan September/Oktober) dilakukan pengumpulan data dengan metode survey di kedua lokasi tersebut pada bulan April 2017. Tujuan dari survey tersebut adalah untuk mengumpulkan informasi dasar tentang praktik usaha tani, penggunaan energi pada rumah tangga petani, pengetahuan umum petani (tentang tanah, erosi tanah, dan perambahan hutan). Data hasil survey dapat digunakan untuk menilai potensi kelestarian dan keberlanjutan biochar, jika kelak diterapkan oleh petani.

Bahan baku biochar yang akan diproduksi di kedua lokasi (Lampung Timur dan Lamongan) merupakan bahan baku yang banyak dijumpai di sekitar kedua lokasi tersebut. Di Lampung timur akan menggunakan batang singkong, sedangkan di Lamongan akan menggunakan sisa tanaman jagung (batang, janggel, kelobot). Cara tersebut sesuai dengan prinsip in situ (bahan baku didapat di lokasi, tanpa biaya tambahan), dan dipastikan tidak ada persaingan dengan hewan ternak (bahan baku yang dipakai bukan tanaman untuk pakan ternak).  (Jubaedah, 22/05/2017).