1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Kelimpahan Cacing Tanah

Cacing tanah

Cacing tanah merupakan makro fauna tanah yang berperan penting sebagai penyelaras berlangsungnya ekosistem yang sehat bagi biota tanah, hewan dan manusia. Cacing tanah selama ini diketahui sebagai makhluk yang berguna untuk menyuburkan tanah dan sebagaimakanan ternak. Fungsi cacing tanah terhadap kesuburan tanah yaitu sebagai bahan mineralyang dicerna oleh cacing tanah dan dikembalikan ke dalam tanah dalam bentuk nutrisi yang mudah dimanfaatkan oleh tanaman, selain itu kotoran cacing tanah juga kaya akan unsur hara.

Peran cacing tanah terhadap sifat fisik tanah yaitu dapat memperbaiki aerasi dan drainase di dalam tanah, menguraikan bahan organik,membantu pengangkutan sejumlah lapisan tanah dari bahan organik, dan  dapat memperbaiki struktur tanah, sehingga tanah menjadi subur.

Kesuksesan pertanian dapat dilihat dari hasil panen yang dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain :jenis tanaman, pengelolaan tanah, fauna tanah yang mendukung lahan pertanian. Oleh karena itu perlu ada tindakan dalam konservasi dan pengelompokan cacing tanah diberbagai areal pertanian untuk melihat keanekaragaman fauna tanah pada tiap area yang berbeda. Hal itu diperlukan untuk dapat mengamati paramater fisika dankimia tanah, seperti derajat keasaman tanah, kadar air tanah dan suhu tanah untuk mengetahui pengaruhnya terhadap keanekaragaman tersebut.

Pengelompokan cacing tanah pada areal pertanian dilakukan sebagai salah satu tahapan untuk mengetahui penggolongan jenis cacing tanah. Adapun areal pertanian yang dilakukan dalam penelitian tersebut yaitu: lahan pertanian dan rerumputan (sekitar Kantor Balittanah), perkebunan pisang (wilayah Yasmin) dan perkebunan intensif (sekitar Kantor BB. Biogen). Semua lokasi tersebut adalah di daerah Bogor. Ada beberapa metode pengambilan sample cacing tanah yaitu : (1) metode kuadrat (persegi), (2) metode Bor, (3) metode transek atau diagonal, (4) metode stratified, (5) metode acak penuh, dan (6) metode zigzag. Pengambilan sample cacing tanah pada penelitian ini megunakan metode kuadrat.

Tahapan pengambilan sample tanah sebagai berikut: (1) tetapkan titik sampling tanah, (2) batasi areal tanah seluas 1 m2 (panjang 1 m, lebar 1 m), lalu digali sedalam ± 30 cm, (3) kemudian dicangkul dan diamati kandungan faunanya. Cacing yang terkumpul dimasukkan kedalam ember dan diberi sedikit tanah asalnya agar cacing dapat bertahan hidup.

Pengelompokan cacing tanah cacing berdasarkan  bentuk, warna,dan ukuran lalu dimasukkan dalam wadah berisi formalin 4%ditutup setelah  tidak bergerak lagi baru dihitung segmen klitelium (organ pembentukan telur). Pengamatan dilakukan berdasarkan bentuk mulut ,letak lubang kelamin jantan, dan susunanbulu-bulu yang melekat pada kepalasemua diamati dengan menggunakan mikroskop.

Berdasarkan histogram spesies cacing tanah Endaogaesis dari genus Pheretima. Endogaesis hidup di dalam tanah dekat permukaan tanah, membuat lubang terowongan permanen, ditemukan pada kedalaman 20 - 45 cm dengan keadaan tanah lembab dan gembur, dalam dan meluas, kotoran di dalam lubang, tidak berwarna, tanpa penyamaran, pemakan: tanah, bahan organik dan akar-akar mati. Jenis tersebut banyak ditemukan  pada semua lokasi penelitian. Cacing ini ditemukan pada kedalaman 20 cm ke bawah dengan keadaan tanah lembab dan gembur.

Cacing tanah epigaesis banyak ditemukan di area tanah yang disekitarnya terdapat banyak sampah organik. Cacing tersebut aktif dipermukaan pada kedalaman kurang dari 8 cm, warna gelap, penyamaran efektif, tidak membuat lubang, kotoran tidak nampak jelas, pemakan serasah di permukaan tanah dan tidak mencerna tanah.

Penelitian menunujukkan pada area pertanian (rumput, pisang, kacang-kacangan dan jagung) ditemukan cacing tanah jenis Endogaesis yang paling banyak dibandingkan dengan Epigaesis. Sedangkan pada kadar air  yang paling tinggi yaitu pada   area kacang-kacangan, diikuti dengan area rumput dan jagung selanjutnya paling rendah kadar airnya yaitu pada area pisang.. Derajat keasaman (pH) tanah pada tiap lokasi tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok berkisar sekitar 4 sampai 6 yang berarti tanah tersebut masam-agak masam. Suhu tanah pada tiap lokasi berkisar antara 25,5˚C - 28˚C.

Kelimpahan cacing tanah di atas dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor biologis lingkungan maupun faktor fisikokimiawi tanah tempat hidup cacing tersebut. (Elsanti, 02/05/2017).

 

  1. Berita Terbaru
  2. Info Teknologi
  3. Info Aktual
  4. Peta
Indramayu Intensifkan Gerakan Tanam Padi Gogo

Indramayu Intensifkan Gerakan Tanam Padi Gogo

19 April 2018
Indramayu dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang beras tertinggi di Indonesia, memiliki luas baku sawah…
Pustakawan Balittanah mengikuti Temu Teknis Pengelola Perpustakaan lingkup Kementan

Pustakawan Balittanah mengikuti Temu Teknis Pengelola Perpustakaan lingkup Kementan

17 April 2018
Sebagai salah satu langkah meningkatkan kompetensi pustakawan dan kinerja pengelolaan perpustakaan di lingkup Kementerian Pertanian.…
Bakteri Pengendali Cekaman Salinitas untuk Padi Sawah di Wilayah Pesisir Siap Diproduksi

Bakteri Pengendali Cekaman Salinitas untuk Padi Sawah di Wilayah Pesisir Siap Diproduksi

16 April 2018
Kabar gembira bagi petani padi di wilayah pesisir pantai karena dalam waktu dekat Badan Litbang…
Workshop Proximal Soil Sensors

Workshop Proximal Soil Sensors

11 April 2018
Bertempat di BBSDLP tanggal 10 April 2018 telah dilaksanakan Workshop Proximal Soil Sensors yang dibuka…
Peningkatan Kompetensi Jaminan Mutu Analisis Tanah dan Pupuk

Peningkatan Kompetensi Jaminan Mutu Analisis Tanah dan Pupuk

10 April 2018
Dalam rangka meningkatkan kompetensi personil laboratorium kimia tanah, BBSDLP, Balitbangtan mengadakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Jaminan…
Pupuk NPK Tablet Jeranti: Pupuknya Tanaman Buah dan Tanaman Industi

Pupuk NPK Tablet Jeranti: Pupuknya Tanaman Buah dan Tanaman Industi

05 April 2018
Salah satu faktor rendahnya produksi dan mutu buah-buahan di Indonesia adalah rekomendasi pemupukan yang belum…
Peran Lignoselulolitik Merombak Limbah Serat Tinggi menjadi Pupuk Organik Granul (POG)

Peran Lignoselulolitik Merombak Limbah Serat Tinggi menjadi Pupuk Organik Granul (POG)

30 April 2015
Limbah Pertanian dan Limbah Industri berupa, sekam padi, kelapa sawit, jerami padi dan serbuk gergaji,…
Pengukuran Cadangan Karbon Tanah Gambut

Pengukuran Cadangan Karbon Tanah Gambut

09 May 2014
Lahan gambut merupakan penyimpan karbon dalam jumlah sangat besar. Karbon yang terkandung di dalam tanah…
Simpanan Karbon dan Emisi CO2 Lahan Gambut

Simpanan Karbon dan Emisi CO2 Lahan Gambut

16 April 2012
SIMPANAN KARBON DAN EMISI CO2 LAHAN GAMBUT Tanah gambut menyimpan C yang jauh lebih tinggi…
Penelitian Pengomposan dengan “DSAplus” Selulotik dan Lignolitik 25%

Penelitian Pengomposan dengan “DSAplus” Selulotik dan Lignolitik 25%

15 September 2011
Penelitian Pengomposan dengan “DSAplus” Selulotik dan Lignolitik <5 Hari untuk Pembuatan Foliar Biofertilizer dan Biostimulant…
Teknologi Pengelolaan Lahan Berbasis Sistem Usaha Tani Integrasi Tanaman Ternak (SITT) untuk Meningkatkan Kualitas Tanah >15% Mendukung Program Swasembada Daging Sapi (PSDS)

Teknologi Pengelolaan Lahan Berbasis Sistem Usaha Tani Integrasi Tanaman Ternak (SITT) untuk Meningkatkan Kualitas Tanah >15% Mendukung Program Swasembada Daging Sapi (PSDS)

15 September 2011
Teknologi Pengelolaan Lahan Berbasis Sistem Usaha Tani Integrasi Tanaman Ternak (SITT) untuk Meningkatkan Kualitas Tanah…
Laboratorium Mineralogi

Laboratorium Mineralogi

15 March 2018
Laboratorium Minerogi Tanah melakukan analisa berbagai jenis mineral pada fraksi pasir dan fraksi liat tanah.…
Pimpinan Kami

Pimpinan Kami

02 March 2018
Dr. Husnain, M.Sc Kepala Balai Penelitian Tanah (Balittanah)Periode: 2017 - Sekarang Telp: 0251 - 8336757Fax:…
Video Lainnya...

Video Lainnya...

01 March 2018
Dokumentasi Tanah Laut

Dokumentasi Tanah Laut

20 August 2017
Galeri dokumentasi uji coba tanah laut × Dokumentasi Sosialisasi Tanah Laut Close × Dokumentasi Sosialisasi…
Hari Kartini 2017

Hari Kartini 2017

20 August 2017
Kumpulan kata-kata mutiara × Foto Memperingati Hari Kartini 2017 Close × Foto Memperingati Hari Kartini…
Laboratorium Fisika Tanah

Laboratorium Fisika Tanah

14 August 2017
Laboratorium Fisika Tanah memberikan pelayanan: Bobot isi (bulk density, BD), perhitungan ruang pori total, bobot…
Peta-peta Lahan Kering dan Lahan Sawah Kab. Bangka Tengah

Peta-peta Lahan Kering dan Lahan Sawah Kab. Bangka Tengah

03 February 2016
Lahan Kering:- Peta Observasi- Peta Kadar C-Organik- Peta Status Hara Fosfat- Peta Status Hara Kalium-…
Peta-peta Fosfat Sawah Jawa Tengah

Peta-peta Fosfat Sawah Jawa Tengah

09 August 2012
1. Fosfat Sawah Cirebon 2. Fosfat Sawah Jawa Tengah dan Yogyakarta
Peta-peta C-Organik Sawah Jawa Tengah

Peta-peta C-Organik Sawah Jawa Tengah

09 August 2012
1. C-Organik Sawah Cirebon 2. C-Organik Sawah Jawa Tengah dan Yogyakarta 3. C-Organik Sawah Madiun…
Peta-peta Kalium Sawah Jawa Timur

Peta-peta Kalium Sawah Jawa Timur

06 August 2012
1. Kalium Sawah Denpasar 2. Kalium Sawah Jawa Timur 3. Kalium Sawah Madiun 4. Kalium…
Fosfat Sawah Jawa Timur

Fosfat Sawah Jawa Timur

06 August 2012
1. Fosfat Sawah Denpasar 2. Fosfat Sawah Jawa Timur 3. Fosfat Sawah Madiun 4. Fosfat…
Peta-peta C-Organik Sawah Jawa Timur

Peta-peta C-Organik Sawah Jawa Timur

06 August 2012
1. C-Organik Sawah Denpasar 2. C-Organik Sawah Jawa Timur 3. C-Organik Sawah Madiun 4. C-Organik…

Hubungi Kami

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933