Balittanah

Banner-balittanah1
Banner-balittanah2
BioNutrien
Bannerbalittanah5
Bannerbalittanah5
banner7
banner8
banner9
banner10
banner11
KarywanBalittanah
Antikorupsi1
Antikorupsi2
Antikorupsi3
Antikorupsi4

Berita Terbaru

International Conference on Organic Agriculture in the Tropics, UGM 2017 (Orgatrop 2017)

Balai Penelitian Tanah (Baalittanah), Badan Litbang Pertanian, Kementan menjadi salah satu institusi sebagai Panitia Penyelenggara kegiatan Orgatrop 2017 bersama-sama dengan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (UGM), Universitas Sebelas Maret, Solo (UNS), Universitas Pembangunan Nasional, Yogyakarta (UPN), dan Ghent University, Belgia  (UGent). Penyelenggaraan Orgatrop 2107 juga didukung oleh oleh the International Society of Organic Agriculture Research , Jerman (ISOFAR). Orgatrop 2017 diselenggarakan di Fakultas Pertanian, UGM selama 4 hari, mulai tanggal 21 Agustus 2017.

Konferensi dihadiri oleh 101 orang peserta nasional dan 71 orang peserta luar negeri dari 21 negara, baik dari Benua Asia, Eropa, Amerika, Afrika dan Australia. Peserta konferensi tersebut mencakup para peneliti dan ilmuwan, praktisi, akademisi, pejabat pemerintah dan LSM/NGO terkait dengan pertanian organik. Selama Orgatrop 2017 berlangsung dipresentasikan dan dibahas sebanyak 146 buah makaah yang dipresentasikan secara oral dan poster.

Presentasi makalah oral dibagi dalam bentuk Sesi Panel dan Sesi Paralel ( 3 ruang komisi) selama tiga hari, Senin – Rabu (21-23 Agustus 2017), sedangkan makalah poster disajikan pada hari pertama dan kedua masing-masing dalam dua sesi paralel (3 ruang komisi).

Pada konferensi tersebut Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi sebagai Kepala BBSDLP menyampaikan keynote speech dengan judul : Research and Policy on Organic Agriculture in Indonesia. Selain itu ada 4 buah makalah peneliti Balittanah yang juga dipresentasikan pada  konferensi tersebut, yakni:

  1. Financial Analysis of Rice Organic Farming : A Case Study in Sragen Regency, Central Java (Irawan and Sri Rochayati)
  2. Social Economic and Biophysical Indicators of Vegetable Organic Farming: Lesson Learnt from Bangkit Merbabu Farmer’s Group in Semarang, Central Java (Irawan, Sri Rochayati, and Selly Salma)
  3. Application of Organic Fertilizer and Biofertilizer on Soil Bioat and Organic Vegetables Production (Wiwik Hartatik and Dia Setyorini).
  4. Nutrient Balance under Rice Organic Farming System Affected by Different Sources Organic Fertilizer (D. Setyorini dan Wiwik Hartatik).

(Irawan dan Moch. Iskandar, 23 Agustus 2017).

  • Written by admin

Pelatihan PPC

Dalam rangka menunjang program pemerintah di bidang standarisasi, sertifikasi, akreditasi dan pengawasan mutu produk, Balai Penelitian Tanah, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, kementerian Pertanian mengadakan Pelatihan Petugas Pengambil Contoh (PPC) Pupuk.  

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Balittanah (Dr. Husnain) didampingi oleh Kasie Jaslit (Eviati, S.Si). Dalam sambutannya Dr. Husnain antara lain mengemukakan pelatihan PPC ini ditujukan untuk UK/UPT yang mempunyai laboratorium kimia tanah, juga mempunyai tugas untuk menganalisis menguji mutu pupuk dan analisis pupuk yang terakreditasi.

Pelatihan ini diselenggarakan tanggal 21-24 Agustus 2017 di Ruang Rapat II Balai Penelitian Tanah (Balittanah) diikuti oleh sekitar 20 peserta dari UK/UPT yang mempunyai laboratorium tanah terakreditasi lingkup Badan Litbang Pertanian bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Balai Sertifikasi, Kementerian Perdagangan.

Peserta pelatihan antara lain dari BBSDLP, Balittanah, Balittra, Balingtan, Balitsa, Balittro, BPTP Sumatera Barat, BPTP Riau dan beberapa BPTP lainnya. (Moch. Iskandar, 21 Agustus 2017).

 

 

 

 

 

 

  • Written by admin

Balittanah Turut Menyukseskan Raimuna Nasional XI

Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka menggelar Raimuna Nasional XI, bertempat di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Raimuna berlangsung selama 9 hari, sejak tanggal 13 Agustus dan akan berakhir pada 21 Agustus 2017. Sekitar 15000 peserta pramuka penegak dan pandega berasal dari 34 provinsi dan 514 kota mengikuti kegiatan tersebut. Menurut panitia kegiatan Raimuna dibagi menjadi dua, terpusat di dalam bumi perkemahan dan education tour ke beberapa wilayah Jakarta.

Salah satu kegiatan di dalam bumi perkemahan adalah belajar pada satuan karya (SAKA), untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para anggotapramuka. Kementerian Pertanian mengambil bagian untuk berdiskusi di SAKA TARUNA BUMI. SAKA TARUNA BUMI di Raimuna XI terletak di pendopo kempi (camp putri) Cempaka. Balai Penelitian Tanah (Balittanah) bersama-sama Balai Besar Pengkajian  dan Pengembangan Pertanian berkesempatan memberikan materi di SAKA TARUNA BUMI pada tanggal 15 Agustus 2017. Balittanah membawakan materi pembuatan kompos, MOL (mikroorganisme lokal), pembuatan biochar dengan metode Kon Tiki, dan sedikit pengenalan tentang produk penelitian. Pemateri tentang kompos dan MOL adalah Elsanti dan Jumena, sedangkan materi tentang biochar dibawakan oleh Jubaedah.

Respon peserta sangat baik. Peserta Raimuna XI antusias untuk mendengarkan dan berdiskusi dengan pemateri. Beberapa pertanyaan dilontarkan peserta Raimuna. Kebanyakan dari pertanyaan tersebut berhubungan dengan kondisi daerah mereka, misalnya tentang pupuk dan dosis pupuk, penyakit pada padi dan biopestisida, pencemaran lingkungan, dan fungsi biochar bagi lingkungan. Proses belajar juga dilakukan dengan kuis-kuis bagi peserta oleh pemateri, pembagian benih, leaflet. (Jubaedah, Elsanti, dan Moch. Iskandar, 16 Agustus 2017).

  • Written by admin

Orasi Profesor Research Kepala BBSDLP

Bertempat di Auditorium Sadikin Sumintawikarta, untuk kesekian kalinya Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementan  melakukan pengukuhan 3 orang  Professor Research. Salah satu diantaranya adalah Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr (Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Balitbangtan) telah dikukuhkan sebagai professor research di hadapan majelis Prof Rersearch Balitbangtan dan LIPI. Acara tersebut dihadiri oleh para peneliti dan staf lingkup Balitbangtan serta keluarga.

Orasi pengukuhan professor research Bidang Ilmu Tanah, Agroklimatologi, dan Hidrologi, Dr. Ir. Dedi Nursyamsi  dengan judul “Inovasi Pemupukan Berbasis Keseimbangan Hara Terintegrasi untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional”.

Dalam kesimpulan orasinya, Dr. Dedi mengemukakan antara lain: bahwa Dalam rangka mempercepat implementasi Inovasi Pemupukan berbasis Keseimbangan Hara Terintegrasi (IPbKHT), disarankan agar pemerintah: (1) Menetapkan 3 klaster utama rekomendasi pemupukan berdasarkan agroekosistem dan tingkat pengelolaan lahan, yaitu: lahan optimal intensif, lahan optimal dan lahan suboptimal (LSO) belum intensif, serta LSO lahan bukaan baru; (2) Mengevalusi kebijakan dan mereformulasi pupuk untuk padi, jagung, dan kedelai agar sesuai dengan status pengelolaan lahan dan agroekosistem, dengan menghitung kebutuhan hara secara seksama; (3) Mensinergikan IPbKHT dengan teknologi budidaya lain, seperti: VUB berpotensi hasil tinggi, system Jajar Legowo, Biopestisida, dan Alsintan; dan (4) Mengembangan system informasi pertanian secara terpadu untuk mewujudkan system informasi “InaAgro” yang dilengkapi rekomendasi pemupukan berdasarkan IPbKHT. (Moch. Iskandar, 14 Agutustus 2017).

 

 

 

  

 

  • Written by admin

Presisi Hasil Analisis Tinggi Menentukan Ketepatan Pengambilan Keputusan

Badan Penelitian dan Pengembanagan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian tengah mengupayakan meningkatkan kinerja laboratoriumnya secara komprehensif. Pada bulan Agustus Balitbangtan melaksanakan setidaknya 3 (tiga) kegiatan besar terkait laboratorium, yaitu (1) Pelatihan Jaminan Mutu Analisis Tanah, (2) Pelatihan Petugas Pengambil Contoh, (3). Workshop Percepatan Akreditasi Laboratorium. Demikian yang dilaporkan, Kepala Balai Penelitian Tanah (Balittanah), Dr. Husnain pada acara pembukaan pelatihan dan workshop tersebut. Dr. Husnian menyampaikan bahwa untuk Pelatihan Jaminan Mutu Analisis dan Workshop Percepatan Akreditasi Laboratorium dilaksanakan saat ini, sedangkan untuk Pelatihan Petugas Pengambil Contoh akan dilaksanakan akhir Bulan Agustus ini.  Peserta workshop sebanyak sekitar 50 orang adalah Manajer Teknis dan Manajer Mutu dari setiap laboraorium Balit/BPTP, sedangkan peserta pelatihan adalah 25 orang analis dari laboratorium tanah Balit/BPTP dan 2 orang dari laboratorium Perguruan Tinggi, yaitu Unand dan IPB..

Dalam arahannya Kepala Balitbangtan (Dr. Muhammad Syakir) menyampaikan bahwa tugas utama Balitbangtan adalah melaksanakan penelitian, pengembangan, dan pengkajian pertanian. Hasil penelitian dan pengembangan pertanian diharapkan mempunyai presisi tinggi berdasarkan hasil inovasi yang bertengger pada landasan scientific yang kuat. Scientific yang kuat harus sistimatik secara kualitas dan kuantitas melalui metodologi penelitian. Balitbangtan harus memperkuat kinerjanya, termasuk pilar penentu presisi tinggi hasil penelitian adalah kinerja laboratorium.  Hasil analisis sangat memepengaruhi pengembilan keputusan, kesejahteraan, peningkatan daya saing Indonesia. Hasil analisis sangat mempengaruh terhadap peningkatan produksi komoditas, tetapi harus juga melekat didalamnya adalah peningkatan efisiensi, keuntungan dan keunggulan ekonomi dan ekologis. Input yang diberikan juga harus presisi tinggi. Input tersebut adalah analisis laboratorium untuk pertanian bernilai ekonomis dan berdaya saing tinggi.

Kepala Balitbangtan menyampaikan bahwa Indonesia sangat beragam ekosistem, keberagaman ekosistem tidak hanya dijaga, tetapi harus ada langkah-langkah konkrit dengan terapi khusus berdasarkan keragaman masing-masing  ekosistem. Kesuaian lahan harus dibumikan secara scientific yang kuat. Peta kesesuaian lahan 1: 50.000 saat ini baru 70% selesai, untuk tahun depan semua harus selesai 100%. Untuk menghasilkan data analisis yang berpresisi tinggi, maka harus adada pembenahan manajemen laboratorium, antara lain melalui (1) pembangunan infrastruktur laboratorium,  (2) Manajemen laboratorium baik yang berdasarkan ISO dan peraturan adninistrasi keuangan yang berlaku, (3) peningkatan kapasitas dan kapabilitas sumberdaya analisis.Sebagai lembaga publik, Laboratorium Balitbangtan menjalankan sebagai fungsi mendukung penelitian dan pengembangan serta pelayanan umum. Ka Balitbangtan mengingatkan bahwa Laboratorium yang kita miliki sekarang ini bukan warisan dari nenek moyang, tetapi laboratorium harus terus dipelihara sesuai standar ISO dan aturan pemerintah lainnya, karena keberadaan laboratorium merupakan amanah dari rakyat.Sebagai fungsi pelayanan, penggunaan PNBP tidak boleh digunakan langsung, harus mengikuti protap/SOP yang berlaku. Aturan dan syarat pelayanan laboratorium harus dipampang secara jelas, sehingga tidak ada kesalahan informasi antara pelanggan dan manajemen laboratorium. Selanjutnya Kepala Balitbangtan mengharapkan bahwa jaminan mutu hasil analisis harus berpresisi tinggi, semakin kecil dalam ketidak-tepatan waktu dan ketidak tepatan hasil pengujian. Demikian juga semua laboratorium lingkup Balitbangtan bisa terakreditasi semua. Pelatihan dan workshop ini jangan hanya sebagai ritual/rutinitas tanpa magna, tetapi harus memenuhi target dari output yang telah ditetapkan bekerja dengan presisi, iklas, dan amanah, sebagai ladang amal kita semua.

Hadir dalam acara pembukaan Kepala BB Pasca Panen, Ka BB Padi, Ka Puslitbangtan, Para Profesor riset, pejabat eselon III dan IV para peneliti, dan peserta pelatihan dan workshop.  (Joko Purnomo dan Moch. Iskandar, 09 Agustus 2017).

  • Written by admin