Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Berita Terbaru

Balai Penelitian Tanah adalah member Proficiency Testing Program untuk laboratorium tanah se Asia yg dikoordinir oleh Food and Fertilizer Technology Center, Taiwan.

Kegiatan workshop dilaksanakan di kantor Taiwan Agricultural and Research Institute (TARI) dari tanggal 12-14 September 2018. Kepala Balai Penelitian Tanah (Dr. Husnain) sebagai invited speaker hadir bersama Deputy Manajer Laboratorium Kimia (Lenita Herawati).

Dalam pemaparannya, Dr. Husnain menyampaikan perkembangan peran analisis tanah dan tanaman di Indonesia “The Role of Soil and Plant Tissue Analysis for Agricultural Development in Indonesia”. Perkembangan laboratorium tanah sejak berdiri 1905 hingga sekarang menjadi laboratorium referensi di Indonesia. Peran Laboratorum Tanah sangat vital dalam menghasilkan data yang akurat dan precise untuk menetapkan rekomendasi pupuk,
dan perannya dalam menghasilkan database tanah untuk pemetaan.

Workshop menghadirkan 9 negara member cross checking laboratorium termasuk Japan, Indonesia, Korea, Malaysia, Philippines, Taiwan, Thailand, Vietnam and USA.

Tindak lanjut kegiatan adalah untuk memperbaiki kualitas laboratorium tanah di Indonesia dan meningkatkan networking antar Lab Tanah Nasional dan Internasional. (Tim Medsos Balittanah, 2018).

 

Bertempat di Balai Desa Lajer, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, pada tanggal 10 September 2018 telah dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program #BEKERJA yang dihadiri oleh 150 orang peserta.

Acara Bimtek dibuka oleh Kuwu/Kepala Desa Lajer (Sujono), dalam sambutannya memberi arahan kepada masyarakat yang menerima bantuan agar bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam memelihara DOC dan bisa meningkatkan pendapatan serta membantu ekonomi keluarga.

Narasumber pada acara Bimtek yaitu Priyono, Singgih, dan Sumanto, Setyawan dari Puslitbangnak.

Menindaklanjuti Bimtek tersebut, pada tanggal 11 September 2018 Jam 05:30 sampai dengan selesai dilaksanakan pembagian DOC. (Firman, 12 September 2018).

 

Pengembangan pertanian sejak beberapa tahun terakhir ini mengarah pada peningkatan produktivitas lahan-lahan potensial, termasuk lahan kering masam. Salah satu teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian yang dikembangkan dan disebarluaskan oleh Balai Penelitian Tanah (Balittanah), Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) adalah penggunaan fosfat alam reaktif untuk meningkatkan produktivitas tanaman jagung di lahan kering masam. Pengembangan dan penyebarluasan teknologi tersebut antara lain melalui bimbingan teknis (Bimtek) untuk petani, penyuluh maupun stakeholder pertanian lainnya.

Pada tanggal 4 September 2018, Balai Penelitian Tanah, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, menyelenggarakan “Bimbingan Teknis Aplikasi Fosfat Alam Reaktif pada Lahan Kering Masam untuk Jagung” yang diselenggarakan di Kebun Percobaan (KP) Taman Bogo, Kec. Purbolinggo, Lampung Timur dengan tujuan meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia pertanian dalam budidaya jagung dengan produktivitas yang tinggi di lahan kering masam. Dalam kegiatan ini, peserta bimtek dapat menguasai pengetahuan dan keterampilan teknik aplikasi fosfat alam reaktif dan ameliorant lainnya untuk meningkatkan produktivitas tanaman jagung di lahan kering masam.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBSDLP dalam kesempatan ini diwakili oleh Kabid PE BBSDLP (Ir. Mas Teddy Sutriadi, M.Si). Dalam sambutannya, Kabid PE mengemukakan antara lain “jagung merupakan salah satu komoditas yang diandalkan dalam rangka ketahanan pangan kita. Dengan segala upaya yang telah kita lakukan, sejak 2017 sudah swasembada jagung dan kita harus terus berupaya pertahankan swasembada ini, dan 2018 harus ekspor jagung sesuai dengan target dari Bapak Menteri Pertanian”.

Dalam kesempatan lain, Kepala BBSDLP, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, menjelaskan bahwa penggunaan fosfat alam reaktif sangat efektif untuk meningkatkan produktivitas jagung di lahan-lahan potensial seperti lahan kering masam di Lampung. Hal ini didukung hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Balai Penelitian Tanah. Kegiatan Bimtek ini juga mendorong petani makin bersemangat untuk meningkatkan produktivitas jagungnya.

Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh 130 orang peserta yang terdiri dari Pejabat Dinas Pertanian Provinsi Lampung; Pejabat Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Timur; Pejabat Lingkup BBSDLP; Peneliti dan teknisi lingkup BBSDLP; PT Gresik Cipta Sejahtera; OCP Singapura; Kepala BPTP Lampung; Kepala BPP dan Koordinator Penyuluh Kec. Metro Kibang dan Kec. Batanghari, Lampung Timur; Muspika Kec. Purbolinggo Lampung Timur; petani Gapoktan Desa Purwodadi-Batanghari dan Desa Margototo-Metro Kibang, Lampung Timur.

Materi-materi yang dipaparkan dalam Bimtek ini meliputi: (1) informasi varietas jagung nasional oleh peneliti dari Puslitbangtan; (2) Budidaya jagung oleh peneliti dari Balai Penelitian Serealia; (3) Pengelolaan lahan kering masam untuk tanaman jagung oleh peneliti dari Balai Penelitian Tanah (4) Direct application of reactive phosphate rock (RPR) oleh direktur OCP Singapura; (5) Teknik aplikasi RPR dan ameliorant lainnya oleh peneliti Balai Penelitian Tanah; (6) Budidaya jagung zig-jag dan peningkatan fungsi akar bertingkar oleh peneliti dari Balai Penelitian Lahan Rawa.

Setelah penyampaian materi oleh para narasumber, kegiatan bimtek ini diakhiri dengan praktek lapangan yang meliputi: (1) pengamatan (observasi) ke lokasi riset jagung di lahan KP Taman Bogo, Lampung Timur dan (2) praktik aplikasi fosfat alam reaktif dan tanam jagung metode zig-jag. Praktek ini dipandu oleh teknisi dan peneliti pendamping dari Balai Penelitian Tanah.

Kegiatan Bimtek berjalan dengan lancar dan para peserta bimtek meningkat pengetahuan tentang teknik aplikasi fosfat alam reaktif dan ameliorant lainnya untuk meningkatkan produktivitas tanaman jagung di lahan kering masam dan mampu mengaplikasi di lapangan dengan baik sesuai dengan prosedur yang telah disampaikan dalam Bimtek. (Irw, Srn, dan M.Is, 4 September 2018).

Pada hari Rabu tanggal 5 September 2018, telah dilaksanakan acara kunjungan lapang dan FGD terkait persepsi dan pemahaman petani terhadap paket teknologi pengelolaan lahan kering masam untuk tanaman jagung. Kegiatan dilaksanakan di Kebun Percobaan (KP) Taman Bogo, Kec. Purbolinggo, Lampung Timur.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang petani yang berasal dari 4 kelompok tani dari Lampung Timur yaitu: Kelompok tani Tamancari, Kelompok tani Taman Asri, Kelompok tani Tamanbogo, dan Kelompok tani Sukadana Ilir.
Sebelum FGD dilaksanakan petani terlebih dahulu diperkenalkan di lapang (melihat) paket-paket teknologi budi daya jagung pada lahan kering masam diantaranya adalah:
a. Perlakuan manajemen perbaikan kondisi tanah dengan Aplikasi posfat alam reaktif yang dikombinasikan dengan pupuk urea dan KCl + kapur (dolomit), disamping itu juga pupuk hayati, biochar dan pupuk kandang. 
b. Manajemen perbaikan sistem tanam konvensional dengan/menjadi sistem tanam Jejar Legowo dan sistem tanam Zig Jag Super.

Dari hasil FGD tersebut, petani sangat tertarik untuk mengadopsi teknologi yang diperkenalkan tersebut. Khususnya sistem jejar legowo dominan disukai petani (80%), dan sistem Zig Jag (12%), dan hanya sekitar 8% petani yang tetap pada pola/sistem tanam konvensional (sistem yang mereka terapkan selama ini).

Dari hasil FGD ini juga, petani jagung di lahan kering masam (khususnya di Lampung Timur) menerima/tertarik terhadap paket teknologi baru pengelolaan lahan kering masam untuk tanaman jagung, yang diperkenalkan tersebut. (Mswr dan M.Is, 6 September 2018).

 

Bahan organik merupakan saah satu parameter kesuburan tanah. Lebih 70 % lahan sawah di indonesia memiliki kandungan bahan organik kurang dari 2%, yang mengindikasikan terjadinya penurunan kualitas tanah kita. Penurunan kualitas tanah ini akan menjadi perhatian pemerintah maupun dunia internasional terkait dengan ketersediaan pangan maupun kualitas hidup manusia. Perbaikan kualitas tanah, peningkatan kesehatan tanah adalah hal yang wajib dilakukan.

Pengelolaan tanah dengan input bahan organik menjadi suatu keniscayaan. Salah satu perhatian pemerintah adalah dengan memberikan subsidi pupuk organik,  dengana harapan terjadinya peningkatan kualitas tanah kemudian produktivitas pangan meningkat. Namun sampai sekarang belum begitu terlihat hasilnya, salah satu alasannya adalah karena kualitas pupuk organik yg masih kurang bagus.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Balai Penelitian Tanah menyelenggarakan bimbingan teknis peningkatan kualitas pupuk organik untuk kalangan umum. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29 dan 30 Agustus 2018 di Balai Penelitian Tanah, Bogor. Animo masyarakat umum untuk mengikuti bimbingan teknis ini sangat tinggi. Peserta bimtek meliputi ukm pupuk organik, petani, dosen, guru, penyuluh pertanian, dinas pertanian, instansi pemerintah, mahasiswa, pelajar, pelaku pertanian, serta LSM.

Bimbingan teknis untuk kalangan umum ini dibuka oleh Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr. Prama Yufdi, M.Sc. Dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa produksi pangan merupakan tanggung jawab bersama masyarakat dan pemerintah. Sejak masa bimas,  penggunaan pupuk merupakan suatu keharusan sehingga potensi genetik tanaman bisa muncul. Penggunaan pupuk anorganik yang secara terus menerus dan sangat tinggi kurang bagus,  menurunkan kualitas tanah dan lama kelamaan akan menurunkan kandungan C organik. Oleh karena itu harus ada langkah lain dalam pemupukan, yaitu dengan aplikasi pupuk organik. Pupuk organik yang beredar dimasyarakat memiliki kualitas yang bervariasi. Pemerintah melakukan evaluasi terkait standar mutu pupuk organik untuk melindungi pengusaha maupun petani. Dan pemerintah melakukan bimbingan kepada masyarakat untuk bisa membuat pupuk organik yang sesuai denhan standar mutu tersebut dengan melakukan bimbingan teknis peningkatan kualitas pupuk organik. Semua kegiatan Balitbangtan adalah kegiatan yang didanai negara oleh karenanya harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk kemanfaatan. (Heri Wibowo, 31 Agustus 2018).

 

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933