Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Berita Terbaru

Favorit Lomba film pendek dalam rangka perayaan Hari Tanah Sedunia 2018 Balai Penelitian Tanah:
1. Cahyo Adileksana _Mulai dari diri sendiri

2. Danang Dwi Nugroho _Pencemaran Lingkungan Kec.Rancaekek Bandung
3. Andri Julians Saud Berutu _Dimulai Dari Kita
4. Jeanette Eileen Widjaja_“Kompos”
5. Rivaldi Aditya Negara_ Tanah
6. Bagas Prama_“Si Imut Perusak Lingkungan”
7. Ferhan Ahmad Yusuf_ Asap Perubahan
8. Ferian Syachrul Rizaldi¬_ Soil Anniversary
9. Rahmad Rizki

20 Favorit Lomba Fotografi dalam rangka perayaan Hari Tanah Sedunia 2018 Balai Penelitian Tanah:
1. Noviawati Maulani Wulangsari_ Sampah Anorganik Pencemar Tanah
2. Muhammad Riski Zuldani_ Pahlawan Pencemaran Tanah 1
3. Diwa Alimar Djauhar_ Memisahkan Sampah Dimulai dari Tempat Sampah Rumah
4. Dedy Saputra_ Tangisan Makhluk Hidup untuk Tanah
5. Muhammad Riski Zuldani_ Pahlawan Pencemaran Tanah 2
6. Azis Abdul Rahman Gunawan_Pemanfaatan Gulma untuk Ppupuk Hijau
7. Eko Noviandi Ginting_ Tanah aja aku pelihara, apalagi kehidupan kita
8. Julfansyah Dabutar_ Adik Kecil Masa Depanku
9. Dimas Aji Harnawan_ Revegetation capture tomorroe
10. Prasetya Adi Sayoga_ Dampak Tanah Tercemar“DSCF7334”
11. Iis Islahudin_ Fertile soil vs Polluted soil
12. Diwa Alimar Djauhar_ Menanam Pohon Memperbaiki Kondisi Tanah
13. Eko Noviandi Ginting_ Kepedulian dimulai dari hal yang kecil
14. Muhammad Rizki Demasanto_ Terbuang dan terbengkalai
15. Muhammad Riski Zuldani_ Pahlawan Pencemaran Tanah 3
16. Prasetya Adi Sayoga_ Langkah Kreatif Daur Ulang Botol Plastik
17. Azis Abdul Rahman Gunawan_ Pemanfaatan jerami untuk bahan pembuatan kompos
18. Iis Islahudin_ Miniature Organic Garden
19. Dedy Saputra _ Keringatku untuk keberhasilanmu
20. Novaldy Agung Rizky_ Memilah Sampah

20 Favorit Lomba Popster dalam rangka perayaan Hari Tanah Sedunia 2018 Balai Penelitian Tanah:
1. Prasetya Adi Sayoga_Stop Soil Pollution
2. Ryan Cantona Pambudi_ No Soil, No Food, No Life
3. Kurnianingtyas Dwi Widyanti_1 Solusi Simpel Selamatkan Bumi
4. Roby Ibnu Syarifain_ Bioplastics As The Solution To Save The Remaining Soil From Pollution
5. Satrio Pamungkas_Masih Adakah Kesadaran Dalam Diri Kita...?
6. Oase Qomara_ Sehatkan Tanah, Sehatkan Bumi
7. Nanda Dwi Putra_ Epolusi
8. Resa Rismayanti_ Leave Polybag, Move To Biopolybag
9. Khoerul Mizani_ Untuk Apa Kau Menjagaku Sedangkan Tanah Bumiku Masih Kau Kotori
10. Deas Gita Darmawan_ Apa pilihanmu?
11. Ujang Dadang Juanda_ Yuk bawa botol sendiri
12. Ahmad Nur Fauzi_ No Food Nothing Soil
13. Damai Setio Fitrianto_“Mencemari Tanah” Dapat Membunuhmu
14. Resi Rizki Nanda_ Soil gave you love
15. Ardita Cahyaningtyas_ Tanah yang Subur dan Tanah yang Gersang
16. Noviawati Maulani Wulangsari_ Penyebab dan Solusi Pencemaran Tanah
17. Roby Ibnu Syarifain_IPAT BO Sebagai Solusi Mengatasi Pencemaran Tanah Akibat Residu Pb dalam Pupuk Anorganik Melalui
18. Syarif Hidayatullah_ Pikirkan Kembali
19. Junia Ningsih_Cintailah Tanah danTanah Akan Memberikan Manfaat Yang Belimpah Ketika Dirimu Mencintainya
20. Dian Krisnawati_ Capermat Technology

Kegiatan penelitian reklamasi dan rehabilitasi lahan bekas tambang timah (LBTT) yang telah dilakukan sejak 2016 oleh Badan Litbang Pertanian di Desa Bukit Kijang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah menunjukkan LBTT yang asalnya rusak berat/kritis dapat digunakan untuk pengembangan pertanian, baik tanaman pangan, hortikultura sayuran, maupun rumput pakan ternak.

Dalam rangka pengelolaan lahan bekas tambang pasca akhir kegiatan penelitian, maka Tim Reklamasi Lahan Tambang Timah Badan Litbang Pertanian melakukan Rapat Koordinasi Pengelolaan LBTT di Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada 5 Desember 2018 lalu.

Rapat Koordinasi yang dibuka oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan tersebut dihadiri sekitar 70 orang dari SKPD terkait lingkup Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Universitas Bangka Belitung, PT. Timah, BBSDLP, Balittanah, BPTP Kepulauan Bangka Belitung, Aparat Desa Bukit Kijang, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Assisten II menyampaikan bahwa kegiatan penelitian Balitbangtan membuktikan LBTT bisa direklamasi dan direhabilitasi menjadi lahan pertanian dan itu bisa dijadikan bahan pembelajaran bagi Dinas terkait (Provinsi dan Kabupaten), dan Perguruan Tinggi. Sementara itu, Dr. Husnain (Kepala Balittanah) yang mewakili Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian menyampaikan bahwa keberlanjutan LBTT pasca akhir penelitian harus menjadi perhatian bersama dan dapat dijadikan sebagai percontohan pengelolaan LBTT.

Para pimpinan stakeholder terkait lingkup Pemkab/Kota dan Pemprov Bangka Belitung sangat mengapresiasi hasil kegiatan penelitian Badan Litbang Pertanian tersebut dan sepakat untuk menjadikan lokasi kegiatan sebagai contoh pengelolaan lahan bekas tambang serta mereplikasinya ke lokasi lain. Salah satu manfaat keberhasilan kegiatan reklamasi dan rehabilitasi lahan bekas tambang adalah sebagai alternatif sumber mata pencaharian penduduk sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada kegiatan penambangan timah yang sifatnya merusak lingkungan.

Beberapa masalah dan kendala untuk pengembangan lebih lanjut hasil penelitian tersebut, seperti status lahan dan tingginya biaya investasi reklamasi dan rehabilitasi lahan bekas tambang perlu kesepakatan dan tanggungjawab bersama antar stakeholder terkait seperti Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Perusahaan Tambang, Perguruan Tinggi, Badan Litbang Petanian, serta aparat desa dan komunitas setempat.

Prof. Dr. Fahmuddin Agus dalam paparannya mengharapkan agar dibuat dan disepakati pembagian tugas antar stakeholder untuk pengelolaan lahan bekas tambang pasca akhir kegiatan penelitian, mencakup aspek regulasi dan pengawasan, pembiayaan (reklamasi, rehabilitasi, dan usahatani), implementasi, dan bimbingan teknis. (Asmar dan Tim Medsos Balittanah).

Tema Hari Tanah Sedunia pada tahun 2018 ini adalah “menjadi solusi bagi pencemaran tanah” (be the solution to soil pollution). Pemilihan tema ini didasari pada kenyataan bahwa pencemaran tanah oleh berbagai macam baik organik, non organik dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) telah sampai pada taraf memprihatinkan. Sampah plastik butuh ratusan, bahkan ribuan tahun untuk terdekomposisi.

Namun faktanya sungguh mengejutkan dimana 1/3 produksi plastik global telah berakhir di tanah, mencemarinya, dan mendegradasinya. Pencemaran tanah merupakan masalah global yang meracuni tanaman yang kita makan, meracuni air yang kita minum, dan meracuni udara yang kita hirup.

Balai Penelitian Tanah sebagai bagian dari institusi penelitian tanah dunia, turut berperan dalam mempromosikan gerakan peduli dan mencintai tanah sebagai bagian penting dan tak terpisahkan dari kehidupan manusia dan seluruh makhluk hidup di bumi ini. Pada perayaan Hari Tanah Sedunia tahun ini, Balai Penelitian Tanah menggelar berbagai kegiatan yang bertujuan untuk menanamkan kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga tanah dari pencemaran.

Dengan tumbuhnya generasi yang peduli dan mencintai tanah, dengan tekad memerangi pencemaran tanah di manapun mereka berada, kita harapkan pembangunan di Indonesia di masa depan dapat berjalan harmonis dimana kelestarian tanah dan lingkungan tetap terjaga.

Kampanye gerakan peduli dan mencintai tanah dengan cara "menjadi solusi bagi pencemaran tanah" yang dilakukan Balai Penelitian Tanah tahun ini adalah dengan cara menggelar Open house yang diperuntukkan bagi kalangan pelajar dan umum.

Open house dimaksudkan agar generasi muda mengenal lebih dekat tanah-tanah yang ada di Indonesia dengan segala aspeknya baik aspek fisik, kimia, biologi, bahkan metode untuk analisanya. Melalui stand pameran teknologi per kelompok peneliti, mereka dikenalkan dengan sistem informasi analisa erosi dan aliran permukaan berbasis web, berbagai macam teknologi konservasi tanah di lahan kering berlereng, berbagai macam bahan pembenah tanah, berbagai macam alat ukur fisika tanah baik di lapangan maupun di laboratorium, dan berbagai macam aspek fisika dan konservasi tanah lainnya.

Dari stand kimia dan kesuburan tanah mereka mendapatkan informasi berharga tentang berbagai macam teknologi pupuk dan pemupukan, peta status hara di Indonesia, teknologi analisa unsur melalui "soil test kit", dan berbagai aspek kimia dan kesuburan lainnya.

Dari stand biologi dan kesehatan tanah, para pengunjung mendapatkan wawasan baru mengenai berbagai macam mikrob di dalam tanah baik mikrob yang menguntungkan bagi peningkatan kualitas tanah maupun mikrob yang bersifat pathogen. Berbagai tampilan menarik preparat inokulan berhasil menyedot minat pengunjung untuk berinteraksi dengan peneliti penjaga stand.

Stand mineralogi tanah yang menampilkan sebagian kecil aspek mineralogi di kantor Balittanah ini mencuri atensi pengunjung dengan tampilan mikroskop mineral yang langsung terhubung dengan layar komputer. Berbagai macam jenis mineral tanah yang menyusun tanah di Indonesia ini dapat ditampilkan dengan kemasan yang menarik dan mudah dipahami pengunjung.

Laboratorium kimia tanah menyajikan tampilan yang tidak kalah menarik dengan stand lainnya. Di sini pengunjung bisa mempelajari beberapa reaksi yang menarik dari bahan-bahan kimia yang menggambarkan interaksi berbagai macam unsur di dalam tanah.

Balai Penelitian Tanah juga menggelar berbagai macam lomba bagi generasi muda seluruh Indonesia yang dibuka sejak beberapa bulan yang lalu. Jenis lomba tersebut adalah lomba pembuatan film pendek, lomba desain poster, lomba fotografi.

Dengan mengikuti lomba-lomba tersebut, peserta dari kalangan generasi muda akan berusaha berpikir, mencari berbagai sumber informasi, dan mensintesa hasil proses berpikir tersebut menjadi sebuah karya. Sepanjang proses berkarya tersebut, para peserta akan mendapatkan informasi berharga mengenai tanah dan akan tergerak untuk menyayangi tanah sebagai tubuh hidup alam yang berjasa besar dalam penyediaan kebutuhan hidup manusia.

Seluruh rangkaian acara perayaan Hari Tanah Sedunia yang diselenggarakan oleh Balai Penelitian Tanah mungkin sudah berakhir pada tanggal 6 Desember 2018. Namun spirit yang dikobarkan akan tetap membesar, menyasar generasi muda lainnya yang belum sempat berpartisipasi pada kesempatan ini. Balai Penelitian Tanah senantiasa berkomitmen untuk terus menumbuhkan rasa peduli dan mencintai tanah bagi generasi muda Indonesia, demi hidup yang lebih baik di masa depan, dan sebagai warisan kebaikan bagi generasi selanjutnya. (Setiari dan Moch. Iskandar, 6 Desember 2018).

Balai Penelitian Tanah di hari terakhir peringatan Hari Tanah Sedunia, tanggal 6 Desember 2018 menyelenggarakan lomba mewarnai gambar dengan topik mengenai tanah dan lingkungannya yang diikuti oleh murid-Murid TK.

Begitu semangat dan gembiranya anak-anak TK mengikuti acara ini. Semua kemampuan “teknik” menggambar mereka keluarkan. Tiga sekolah TK di Bogor mengikuti acara ini, yaitu: TK Causa Prima; (2) TK Anakku; (3) TK. Miftahul Jannah.

Adapun kriteria lomba adalah: (1) Kerapihan; (2) Kebersihan; (3) Kreatifitas memadukan warna; (4) Komposisi warna.

Setelah mengikuti acara lomba mewarnai gambar, anak-anak diajak ke Agrosinema Balitbangtan untuk menonton video-video mengenai pertanian sambil menunggu pengumuman lomba.

Rangkaian akhir dari acara ini adalah pengumuman serta pembagian hadiah. (Moch. Iskandar dan Setiari, 6 Desember 2018).

Pada acara Rakor Evaluasi Capaian LTT Pajale Jawa Barat yang diselenggarakan di Hotel Aston, Bandung dilakukan pemberian penghargaan kepada Dinas Pertanian dan Kodim yang dinilai berprestasi dalam meningkatkan LTT Pajale 2018.  Indeks Pertanaman (IP) tinggi dijadikan sebagai kriteria utama dalam penilaian. Di akhir tahun 2018 ini pernghargaan diberikan kepada tiga wilayah yang memiliki IP tertinggi.  Untuk kategori kabupaten, penghargaan diberikan kepada Kab. Garut, Kab. Bandung dan Kab. Sumedang masing-masing memiliki IP 240, 239 dan 231.  Sedangkan untuk tingkat kotamadya diberikan kepada Kota Sukabumi, Kota Bandung dan Kota Bogor, dengan IP berturut-turut 206, 182 dan 182.

Selain itu juga diberikan penghargaan khusus berkaitan dengan penanganan intensif dalam pengendalian kekeringan saat musim kemarau panjang yang menerpa wilayah Jawa Barat pada tahun 2018, terutama di Kab. Indramayu yang mengalami kekeringan paling parah.  Penghargaan diberikan kepada Kodim 0616/Indramayu dan jajarannya serta kelompok tani yang paling intensif mengawal pintu air agar terdistribusi sesuai kesepakatan Berita Acara Kesepakatan Bersama tentang Upaya Penyelamatan Kekeringan di Kabupaten Indramayu yang ditandatangani oleh Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Kodim 0616/IMY, BBWS Cimanuk Cisanggarung, Indonesian Asian Games Organizing Committee (INASGOC), Bupati Indramayu, dan PJ. Program UPSUS Jawa Barat pada tanggal 31 Juli 2018.

Selamat kepada Kodim 0616/Indramayu dan Dinas Pertanian Indramayu yang meraih penghargaan Special Reward dalam upaya pendampingan UPSUS padi jagung kedelai di akhir tahun 2018, khususnya Dandim 0616/Indramayu, Danramil Losarang dan Danramil Gabuswetan dan Poktan Tani Makmur 2 Desa Karangmulya, Kec. Kandanghaur yang sudah mengawal giring gilir secara intensif selama terjadinya krisis air di Kecamatan Losarang dan Kecamatan Gabuswetan, sehingga menyelamatkan tanaman padi yang terancam puso.  Pemberian penghargaan ini di sampaikan di Hotel Aston pada tgl. 4 Desember 2018 oleh Kepala Badan Karantina Jabar selaku Penanggungjawab UPSUS Jawa Barat yang didampingi oleh Balai Penelitian Tanah selaku Penanggungjawab UPSUS Kab. Indramayu. (Etty Pratiwi dan Tim Medsos Balittanah).

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933