Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Berita Terbaru

Pada acara Rakor Evaluasi Capaian LTT Pajale Jawa Barat yang diselenggarakan di Hotel Aston, Bandung dilakukan pemberian penghargaan kepada Dinas Pertanian dan Kodim yang dinilai berprestasi dalam meningkatkan LTT Pajale 2018.  Indeks Pertanaman (IP) tinggi dijadikan sebagai kriteria utama dalam penilaian. Di akhir tahun 2018 ini pernghargaan diberikan kepada tiga wilayah yang memiliki IP tertinggi.  Untuk kategori kabupaten, penghargaan diberikan kepada Kab. Garut, Kab. Bandung dan Kab. Sumedang masing-masing memiliki IP 240, 239 dan 231.  Sedangkan untuk tingkat kotamadya diberikan kepada Kota Sukabumi, Kota Bandung dan Kota Bogor, dengan IP berturut-turut 206, 182 dan 182.

Selain itu juga diberikan penghargaan khusus berkaitan dengan penanganan intensif dalam pengendalian kekeringan saat musim kemarau panjang yang menerpa wilayah Jawa Barat pada tahun 2018, terutama di Kab. Indramayu yang mengalami kekeringan paling parah.  Penghargaan diberikan kepada Kodim 0616/Indramayu dan jajarannya serta kelompok tani yang paling intensif mengawal pintu air agar terdistribusi sesuai kesepakatan Berita Acara Kesepakatan Bersama tentang Upaya Penyelamatan Kekeringan di Kabupaten Indramayu yang ditandatangani oleh Dinas PUPR, Dinas Pertanian, Kodim 0616/IMY, BBWS Cimanuk Cisanggarung, Indonesian Asian Games Organizing Committee (INASGOC), Bupati Indramayu, dan PJ. Program UPSUS Jawa Barat pada tanggal 31 Juli 2018.

Selamat kepada Kodim 0616/Indramayu dan Dinas Pertanian Indramayu yang meraih penghargaan Special Reward dalam upaya pendampingan UPSUS padi jagung kedelai di akhir tahun 2018, khususnya Dandim 0616/Indramayu, Danramil Losarang dan Danramil Gabuswetan dan Poktan Tani Makmur 2 Desa Karangmulya, Kec. Kandanghaur yang sudah mengawal giring gilir secara intensif selama terjadinya krisis air di Kecamatan Losarang dan Kecamatan Gabuswetan, sehingga menyelamatkan tanaman padi yang terancam puso.  Pemberian penghargaan ini di sampaikan di Hotel Aston pada tgl. 4 Desember 2018 oleh Kepala Badan Karantina Jabar selaku Penanggungjawab UPSUS Jawa Barat yang didampingi oleh Balai Penelitian Tanah selaku Penanggungjawab UPSUS Kab. Indramayu. (Etty Pratiwi dan Tim Medsos Balittanah).

 

 Lomba Film Pendek

Juara 1:                 Nama:   Cahyo Adileksana

                                Judul:  Mulai dari diri sendiri

Juara 2:                 Nama: Danang Dwi Nugroho

                                Judul:  Pencemaran Lingkungan Kec.Rancaekek Bandung

Juara 3:                 Nama:   Andri Julians Saud Berutu

                                Judul:  Dimulai Dari Kita

Lomba Fotografi

Juara 1:                 Nama:   Noviawati Maulani Wulangsari

                                Judul:  Sampah Organik Pencemar Tanah

Juara 2:                 Nama: Muhammad Riski Zuldani

                                Judul:  Pahlawan Pencemaran Tanah

Juara 3:                 Nama:   Diwa Alimar Djauhar

                                Judul:  Memisahkan Sampah Dimulai dari Tempat Sampah Rumah

 

Lomba Poster

 

Juara 1:                 Nama: Prasetya Adi Sayoga (211)

                                Judul:  poster_Prasetya_UNS

Juara 2:                 Nama:   Ryan Cantona Pambudi (208a)

                                Judul:  No Soil, No Food, No Life

Juara 3:                 Nama:   Kurnianingtyas Dwi Widyanti (212)

                                Judul:  1 Solusi Simpel Selamatkan Bumi

BPTP Balitbangtan Jawa Tengah bekerjasama dengan Balittanah, menyelenggarakan "Workshop Pengembangan Pertanian Organik Berbasis Sayuran Dataran Tinggi" di Ungaran, 23 Nopember 2018.

Workhop dibuka secara resmi oleh Kepala Balittanah (Dr. Husnain). Di dalam sambutannya Ibu Kepala Balai menjelaskan salah satu tujuan workshop adalah dalam rangka penyebarluasan dan pertukaran informasi terkait dengan model pengembangan pertanian sayuran organik. Sebagai unit kerja pelaksana kerja sama penelitian antara Balitbangtan Kementan dengan RDA Korea Selatan melalui Kegiatan ANSOFT -AFACI, Balittanah telah menyusun Model Pengembangan Pertanian Organik Sayuran Dataran Tinggi berdasarkan hasil riset lapangan di Desa Batur Kec. Getasan, Kab.Semarang. Pada saat ini Kegiatan ANSOFT -AFACI sudah tahun terakhir Fase 2. Direncanakan pada Fase 3 nanti, apabila berlanjut akan beralih ke komoditas tanaman perkebunan.

Workshop dihadiri oleh 62 orang yang berasal dari instansi Pemprov Jateng dan Pemkab Semarang, akademisi dari Fak.Pertanian Univ. Satya Wacana, Univ. Gadjah Mada, dan Univ. Sebelas Maret Solo, BPTP Jateng, BPTP DI Yogyakarta, Balingtan Jakenan, Balitsa Lembang, LSO Inofice Jawa Tengah, BPP Getasan Semarang, BPP Ngablak Magelang, Poktan, Gapoktan sayuran organik di Kec. Getasan dan Kec. Ngablak.

Ada 6 orang nara sumber yang memaparkan topik terkait dengan Dukungan kebijakan Pemerintah Daerah, Sertifikasi Pertanian Organik dan Ijin Edar Produk Organik, Model Pengembangan Pertanian Organik, serta praktek petani dan Poktannya dalam penerapan teknologi pertanian organik berbasis sayuran dataran tinggi, sertifikasi organik nasional dan internasional, pasca panen dan pemasaran hasil, serta pengembangannya secara swadaya. (Tim Medsos Balittanah, 23 November 2018).

Balai Penelitian Tanah (Balittanah) sebagai koordinator laboratorium tanah lingkup Balitbangtan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Analis dan Calon Analis Laboratorium Balitbangtan.

Tujuan bimtek adalah Meningkatkan pengetahuan/kualitas analis laboratorium penguji di lingkup Balitbangtan sehingga dapat melakukan analisis di laboratorium dengan baik.

Kegiatan bimtek ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Balitbangtan (Dr. Muhammad Prama Yufdy) didampingi oleh Kepala BBSDLP (Prof. Dr. Dedi Nursyamsi), Kepala Balittanah (Dr. Husnain), Kepala Balitklimat (Dr. Harmanto), Manajer SMARTD (Dr. M. Sabran), Kasi Jaslit Balittanah (Dr. Asmarhansyah), dan Kasubbag TU Balittanah (Dra. Atin Kentjanasari).

Dalam sambutannya, Kepala BBSDLP, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi antara lain mengatakan ”tupoksi Balitbangtan adalah menghasilkan inovasi teknologi pertanian, tujuan adalah untuk mendongkrak produktivitas produksi komoditas pertanian. Laboratorium pertanian itu adalah ”dapur” dari inovasi teknologi tersebut”. 
Pada penjelasan lain, Kepala BBSDLP mengatakan tidak kalah penting adalah laboratorium pertanian termasuk di dalamnya adalah laboratorium tanah juga berperan penting dalam implementasi teknologi tersebut”. 
”Laboratorium tanah sangat menentukan rekomendasi bagaimana kita mengelola tanah, bagaimana mengelola air, bagaimana mengelola mikroorganisme tanah sedemikian rupa sehingga produktivitas tanaman: padi, jagung, kedelai dan produktivitas strategis lainnya bisa meningkat menuju swasembada pangan bahkan menuju lumbung pangan dunia 2045”, paparnya lagi.

Selanjutnya, Sekretaris Balitbangtan, Dr. Muhammad Prama Yufdi dalam sambutan pengarahan dan pembukaannya mengatakan antara lain ”Badan Litbang Pertanian posisinya sekarang ini sudah ”terbang” tinggi sekali, berbagai kegiatan kita lakukan diantaranya ada di BBSDLP terkait dengan penelitian pengkajian dan diseminasi serta inovasi terkait dengan ilmu tanah”. ”Oleh karena itu, kita segenap warga Balitbangtan bertekad untuk ”terbang” jauh lebih tinggi lagi”.
”Terbang” bukan hanya kita menunjukan bahwa kita kinerjanya bagus tetapi yang paling penting bermanfaat bagi orang lain”, papar Sekretaris Balitbangtan.

Kegiatan bimtek ini dilaksanakan selama 9 hari dari tanggal 25 November sampai 3 Desember 2018, dihadiri oleh 40 peserta yang terdiri dari analis dan calon analis dari 15 BPTP dan balit-balit lingkup Balitbangtan, Kementan.

Kegiatan dilaksanakan pada dua tempat, yaitu teori selama dua hari di ruang rapat Mess BBSDLP sedangkan 7 hari praktek akan dilaksanakan di Laboratorium Kimia Balittanah. (Tim Medsos Balittanah, 26 November 2018).

Pangkalan Bun adalah salah satu wilayah yang mempunyai permasalahan dari pengelolan lahan dengan cara membakar vegetasi lahan rawa. Kegiatan ini dilakukan oleh para petani/peladang pada saat persiapan tanam.  Untuk mengurangi kegiatan seperti di atas pemerintah setempat sudah menghimbau kepada para petani/peladang untuk melakukan pembukaan lahan tanpa bakar. 

Berdasarkan permasalahan yang dihadapi tersebut di atas, Balai Penelitian Tanah (Balittanah) sebagai salah satu instansi yang selama ini banyak menghasilkan teknologi untuk mendukung terciptanya pertanian yang berkelanjutan, memberikan salah satu solusi berupa teknologi pengelolaan tanpa bakar dengan mengoptimalkan mikroba pengurai sisa tanaman berlignin tinggi yang diformulasi sebagai dekomposer yang diaplikasikan ke biomasa sisa vegetasi lahan rawa.  

Pada hari ini, Senin tanggal  12 November 2018 telah diadakan bimbingan teknis (Bimtek) tentang Pembukaan Lahan Tanpa Bakar, yang dilaksanakan di Desa Kumpai Batu Atas Arut Selatan, Kabupaten Pangkalan Bun.

Acara ini dibuka oleh Wakil Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Waringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Selanjutnya Kepala Balittanah, Dr. Husnain, dalam kata sambutannya mengatakan dengan adanya Bimtek tersebut dapat menjadi alternatif pembukaan lahan tanpa bakar sehingga petani dapat kembali bercocok tanam setelah 3 - 4 tahun  vakum bercocok tanam padi.

Sebagai Narasumber yang memberikan materi adalah (1) Dr. Sukarman dari BSDLP dengan materi : Jenis Tanah dan Kesesuaian Lahan di Wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat; (2) Dr. Rohani Cinta BG dengan materi Pemanfaatan kompos biomasa sebagai alternatif persiapan lahan tanpa bakar; (3) Dr. Neneng L. Nurida dengan materi : Pemanfaatan Biochar untuk mendukung persiapan lahan tanpa bakar; (4) Dr. Wiwik Hartatik dengan materi : Pemupukan berimbang untuk mendukung persiapan lahan tanpa bakar; (5) Dr. Khairil dengan materi : Pengelolaan air untuk pengembangan padi sawah pada lahan rawa tipe luapan A di Kabupaten Kotawaringi  Barat. Selain materi, Balittanah juga memberikan praktek yaitu (1) Dr. Diah Setyorini praktek kesuburan tanah PUTR (Perangkat Uji Tanah Rawa); (2) Dr. Rohani Cinta BG praktek pengomposan; dan (3) Dr. Neneng L.N. praktek pembuatan biochar.

Kegiatan bimtek ini dihadiri oleh Camat, Babinsa, Kades, perangkat desa serta petani Kumpai Batu Atas Arut Selatan, serta melibatkan juga ketua masarakat adat.  Peserta yang hadir berjumlah 115 orang.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya para petani, mengenai Pembukaan Lahan Tanpa Bakar dan Optimalisasi Sistem Usaha Tani Padi Sawah. (Tim Medsos Balittanah, 12 November 2018).

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id Telp :+622518336757
Fax :+622518321608; +622518322933