Simple Responsive Menu

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11

Berita Terbaru

Pada Rabu, 6 Februari 2019 lalu di Kabupaten Lampung Timur dilakukan panen raya jagung. Panen ini sudah dimulai sejak awal Januari dan masih akan berlangsung hingga akhir Maret 2019. 

Bertempat di lahan pertanaman jagung di Desa Margosari, Kecamatan Metrokibang, Lampung Timur; Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian bersama dengan BPS Kabupaten Lampung Timur melakukan pengubinan untuk menghitung provitas tanaman jagung. Kegiatan ini merupakan Demfarm Jagung dengan teknologi rekapitalisasi Rock Phosphate reaktif dengan Metode Tanam Zig-Zag pada lahan kering masam.

Hasil yang diperoleh sangat tinggi yang mencapai 9-10 ton pipilan kering/ha. Produktivitas tersebut belum pernah dicapai oleh para petani di Lampung karena selama ini petani hanya memperoleh hasil jagung sekitar 5-6 ton/ha. (Tim Medsos Balittanah, 6 Feb 2019).

Balai Penelitian Tanah (Balittanah) mengikuti kegiatan Pemantauan dan Verifikasi Pengembangan Kerjasama Lisensi dengan PT. Bio Industri Nusantara yang dilaksanakan di Ruang Rapat PT. Bio Industri Nusantara pada tanggal 31 Januari 2019 di Purwakarta.

Kegiatan ini adalah agenda tahunan yang dikoordinasikan oleh BATP dengan setiap perusahaan yang menyertakan para Inventor dari produk yg dihasilkan. Ada tiga produk Balittanah yang dikerjasamakan dengan PT Bio Industri Nusantara yaitu Biobus, Bioagrodeco, dan Bioriz.

Kegiatan Pemantauan dan Verifikasi Pengembangan Kerjasama Lisensi ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan produk, kendala, dan trend penjualan serta rencana produksi yang akan dilaksanakan (YS, Els, M.Is, 31 Januari 2019).

 

Melanjutkan program #BEKERJA Kementerian Pertanian, Balai Penelitian Tanah (Balittanah) berperan aktif dalam  program tersebut. Kegiatan di awal tahun ini yaitu Kegiatan Tim Verifikasi Kabupaten Indramayu yang sudah  turun ke lapangan dari tanggal 22-26 Januari 2019. Kegiatan ini meliputi 31 desa di 3 Kecamatan, dengan jumlah RTM (Rumah Tangga Miskin) sebanyak 4.380 orang, terdiri dari 2.561 RTM di Kecamatan Haur Geulis, 3.978 RTM di Kecamatan Anjatan, dan 3.641 RTM di Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan pertama tanggal 22 Januari 2019 yaitu sosialisasi dan verifikasi data RTM  yang sudah diperoleh dari Kementrian Sosial. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Indramayu, didampingi oleh beberapa Camat serta dari Balitbangtan. Dalam sambutannya Kepala Dinas memberikan himbauan kepada para Kepala Desa untuk mendukung  kegiatan ini demi sukses nya program #Bekerja Kementerian Pertanian, sehingga diharapkan RTM yang diberi bantuan menjadi sejahtera.

Sedangkan sebagai pembekalan dan sosialisasi mengenai program #Bekerja, Perwakilan dari Balitbangtan (Dr. Sutiastuti Wahyuwardani, Kabid KSPHP Puslitbangnak) memberikan penjelasan kepada peserta mengenai kegiatan bantuan ternak ayam ini, disamping itu diuraikan secara jelas mengenai kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh para RTM yang bisa mendapatkan bantuan ini. Sehingga bantuan yang disalurkan nanti tidak salah sasaran. Peserta yang menghadiri kegiatan Sosialisasi ini berjumlah kurang lebih 70 orang yang terdiri dari kepala desa dan perangkat desa, serta beberapa orang pendamping dari Dinas. 

Pada tanggal 23 Januari 2019, Tim #Bekerja Indramayu melakukan verifikasi data  On desk work, yaitu memverifikasi data RTM dengan para kepala desa dan kepala dusun. Kegiatan ini  untuk menetapkan RTM yang layak dan tidak layak mendapatkan bantuan. Sehingga memudahkan kepada Tim #Bekerja untuk melaksanakan verifikasi data di lapangan.

Selanjutnya, pada tanggal 24-26 Januari 2019 dilakukan verifikasi data ke lapangan, yaitu mendatangi rumah RTM yang layak dan tidak layak menerima bantuan. Kegiatan verifikasi ini dilakukan oleh tim yang berjumlah 3 orang untuk satu desa. Tim verifikasi adalah gabungan dari beberapa UK/UPT Balitbangtan dan dinas kabupaten sebagai pendamping. Sedangkan dari desa diwakili oleh kepada dusun atau RT masing-masing sebagai penunjuk sehingga memudahkan untuk mendatangi RTM. (YS, M.Is, 28 Januari 2019).

Balai Penelitian Tanah (Balittanah) berperan aktif dalam kegiatan program #BEKERJA Kementerian Pertanian. Salah satu kegiatan tersebut adalah sosialisasi dan verifikasi data RTM (Rumah Tangga Miskin). Dua Tim Balittanah yaitu Tim Kab. Indramayu dan Tim Kab. Subang melaksanakan kegiatan tersebut.

Kegiatan sosialisasi dan verifikasi RTM dilaksanakan dari tanggal 23-27 Januari 2019 di Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang yang tersebar di 9 Desa,  terdiri dari 4,108 RTM, 61 RTM pekerja utama peternakan, dan 616 RTM verifikasi lapang.

Di Kabupaten Subang, verifikasi dilakukan berdasarkan database RTM yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial  tentang Penetapan Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin.

Pada tanggal 23 Januari 2019 dilaksanakan sosialisasi di Dinas Peternakan dibuka oleh Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Subang dan dipandu oleh Dr. Warsito dari Balai Besar Pengkajian  dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP).

Kegiatan sosialisasi dan verifikasi RTM ini diharapkan tepat sasaran untuk mendukung dan mensukseskan program #BEKERJA Kementerian Pertanian.

Pada kegiatan ini dijelaskan kepada peserta mengenai kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh para RTM yang bisa mendapatkan bantuan ini, sehingga bantuan yang disalurkan tidak salah sasaran. Selanjutnya dilakukan verifikasi data On desk work, yaitu memverifikasi data RTM di Kecamatan Ciasem dengan para Perangkat Desa untuk menetapkan RTM yang layak dan tidak layak mendapatkan bantuan.

Pada tanggal 24 - 26 Januari 2019 dilaksanakan verifikasi ke lapangan masing-masing didampingi oleh Aparat Desa sebagai pendamping, yaitu mendatangi RTM yang layak dan tidak layak menerima bantuan.  

Kegiatan verifikasi ini dilaksanakan oleh tim yang berjumlah 3 orang dan disebar satu orang untuk beberapa lokasi desa. Sedangkan dari desa diwakili oleh kepada dusun atau RT masing-masing sebagai penunjuk sehingga memudahkan untuk mendatangi RTM. (AM, M.Is, AS, 30 Januari 2019).

Gunung Kidul adalah salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal sebagai daerah tandus yang selalu mengalami kesulitan air, baik untuk keperluan air bersih maupun keperluan air untuk pertanian. Salah satu wilayah yang tergolong tandus tersebut adalah Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul. Kondisi tersebut merupakan suatu tantangan tersendiri bagi pemerintah setempat dalam mengembangkan kegiatan pertanian, termasuk usahatani tanaman padi.

Dalam upaya mencari solusi terkait kondisi tersebut, bertempat di Desa Nglipar, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul pada Selasa (16/01) lalu diadakan "Penjaringan Umpan Balik Penerapan Teknologi Larik Gogo (Largo) Super". Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Puslitbangtan, Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Staf Ahli Bupati Kabupaten Gunung Kidul, Kepala BPTP Yogyakarta, Camat Nglipar, Danramil Nglipar, Tim Largo Super, dan 240 petani.

Largo adalah terobosan teknologi budidaya padi gogo dengan merekayasa jumlah populasi per ha minimal 200.000 rumpun dengan menerapkan cara tanam jajar legowo. Penanaman dilakukan dengan alsin tabela larik pola jarwo 2:1. Varietas unggul padi gogo Inpago 8, 9, 10 dan IPB 9G provitas tinggi adalah kombinasi wajib larik gogo plus pupuk hayati, pestisida nabati dan biodekomposer. Paket teknologi largo super tersebut menggunakan pupuk hayati Agrice dan Biodekomposer Agrodeko yang dihasilkan oleh Balai Penelitian Tanah.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Gunung Kidul mengatakan puluhan hektar lahan pertanian di kabupaten tersebut sudah terdampak kekeringan dan ada beberapa hektar dipastikan gagal panen. Beliau berharap Program Largo ini dapat meningkatkan produksi padi Kabupaten Gunung Kidul. (Els, As, Mis, 21 Januari 2019).

 

Hubungi Kami

Slogan Agro Inovasi

 
 
 

 

SCIENCE . INNOVATION . NETWORKS

Balai Penelitian Tanah
Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia
balittanah@litbang.pertanian.go.id, balittanah.isri@gmail.com
Telp :+622518336757 Fax :+622518321608; +622518322933